Cerita Lucu, Si Tua dan Si Muda

Cerita Lucu, Persaingan Si Tua dan Si Muda - kembali kita akan menikmati sebuah cerita lucu binatang yang digambarkan dapat berbicara seperti manusia. Tapi, cerita ini bukan seperti cerita dongeng atau lainnya. Lebih kepada cerita humor saja.

Cerita Lucu, Persaingan Si Tua dan Si Muda

Agak mengada-ada sih tetapi namanya juga cerita lucu, kan tidak benar-benar terjadi atau tidak nyata. Yang terpenting kan bisa menjadi hiburan yang bisa membuat kita tertawa dan lebih santai lagi, benar tidak? Seperti apa sih ceritanya?

Alkisah, ada seorang petani yang memelihara beberapa ayam secara tradisional. Petani tersebut memelihara ayam bangkok super yang bagus dan berkualitas. Ayamnya bukan hanya gagah perkasa tetapi juga besar-besar.

Sang petani memiliki satu ayam jago dan lima ayam betina sebagai indukan. Ayam jagonya super tetapi usianya sudah mulai tua. Ayam tersebut mulai loyo dan mulai kehilangan masa keemasannya sebagai pejantan.

Sang petani pun berpikir untuk mengganti ayam jago miliknya dengan ayam jago yang lebih muda dan lebih kuat. Suatu hari, sang petani membeli ayam jantan muda yang lebih  bagus. Ia pun kemudian memasukkan ayam tersebut ke kandang bersama 5 ayam betina dan 1 ayam jantan tua miliknya.

Tentu saja, terjadi persaingan keras antara dua ayam jantan miliknya tadi. Ayam jantan tua merasa tersaingi dan tidak senang dengan keberadaan ayam jantan muda tersebut. Sang ayam tua itu pun mencoba mengajak tawar menawar mengenai nasibnya.

"Hei kamu, jangan serakah kamu ya! Ayam betina disini kan ada 5, kamu boleh ambil 3 sedangkan 2 sisanya untukku!", ucap si ayam tua ketika melihat si jago muda mulai beraksi.

"Enak saja... kamu kan sudah tua, sudah tidak kuat. Pokoknya semua betina bagianku!" jawab si muda dengan sombong.

"Tidak bisa, langkahi dulu mayatku! Kalau kamu bisa mengalahkan aku, kamu boleh ambil semua!", ucap si tua lantang.

"Siapa takut...!", jawab si ayam jantan muda. "Mau pakai cara apa, kasar atau halus!", lanjut si muda.

"Halus saja, kita lomba lari. Lomba 100 meter, tapi karena aku sudah tua aku minta lari lebih dulu 10 meter di depanmu" jelas si jantan tua.

"Oke, siapa takut!", jawab si jantan muda.

Tak perlu waktu lama, lomba antara si tua dan si muda pun segera berlangsung. Si jago tua berlari terlebih dahulu baru kemudian si ayam jantan muda menyusul dibelakangnya.

Sudah jelas, si jago muda lebih kuat. Dalam beberapa detik saja ayam jago muda sudah mulai bisa menyusul tepat di belakang jago tua tersebut. Kurang dari setengah meter menyusul, tiba-tiba terdengar suara tembakan.

Ayam jago tua pun tersenyum puas. Sang jago muda pun jatuh ke tanah berlumuran darah. Sang petani tersebut menembak ayam jago muda yang baru saja ia beli. Anda tahu apa yang dikatakan oleh sang petani tersebut?

"Sial, ini jago homo ke lima yang aku beli bulan ini. Kerjaannya hanya kejar-kejar jago lain saja!", ucap si petani tersebut dengan kesal.

---oOo---

Bagaimana menurut anda, bagus juga bukan cerita lucu binatang tersebut? Ya, lumayan juga buat hiburan saat enggak ada kerjaan. Tapi itu tadi hanya humor semata ya karena pada kenyataannya tidak ada hewan yang bisa berbicara.

Yang membuat kejadian tersebut menjadi lucu adalah karena si petani tersebut salah tafsir. Ia salah mengartikan apa yang ia lihat. Seharusnya ia tahu bahwa ayam muda yang mengejar ayam tua tersebut karena mereka sedang berebut betina, bukan karena kelainan, benar tidak. Ya sudah, silahkan dilanjut ke cerita berikutnya ya!

Kucing Kesayangan, Contoh Cerpen Singkat Terbaru

Cerpen Singkat Terbaru tentang Kucing - Selalu ada cerita dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja tentang kucing kesayangan. Bagi penggemar atau yang hobi memelihara kucing maka cerita cerpen tentang kucing tentu cukup menarik.

Contoh Cerpen Singkat Terbaru

Nah, berikut ini saya akan mengajak anda untuk membaca satu karya cerita singkat yang berhubungan dengan kucing.

Ceritanya sederhana dan bisa dikatakan sesuai dengan hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan nyata kita.

Pada cerita pendek berikut akan digambarkan cerita tentang seorang anak gadis yang sangat sayang dengan kucing milik-nya.

Karena rasa sayang tersebut bahkan sang kucing - yang diberi nama Ketty - diperlakukan dengan layak dan seperti manusia.

Untuk ukuran hewan peliharaan bahkan kucing tersebut memiliki tempat yang sangat istimewa. Karya yang satu ini merupakan karya cerpen singkat terbaru yang saya buat saat iseng dan tidak ada pekerjaan. Tapi sebelum baca kisah ini silahkan baca juga beberapa judul lain berikut!

1) Cerita tikus lucu
2) Pengalaman klakson telolet
3) Kisah lucu malu sama kucing
4) Cerita dongeng dan pesan moralnya
5) Cerita anjing gelandangan

Mungkin tidak begitu bagus jika dibandingkan dengan karya cerpen lain dari penulis profesional. Namun begitu saya tetap berharap contoh cerpen ini bisa bermanfaat bagi pengunjung setia situs ini. Penasaran kan bagaimana kisah yang saya buat tersebut?

Cerpen Oleh Irma

Meong…. Meong…. Sehari saja tanpa suara itu rasanya hidupku begitu sepi, entah yak arena apa yang jelas aku sudah terbiasa berteman dengan Ketty, kucing hitam manis yang tumbuh besar bersamaku.

Mungkin karena sudah terbiasa jadi kami seperti sangat dekat, saat sakit misalnya aku atau dia bias merasakan satu sama lain.

Ketika ada masalah dalam hidup ku Ketty biasanya juga tidak tenang bahkan tidak mau makan. Begitupun dengan saat dia sakit, aku pasti selalu kepikiran dan khawatir sama dia.

“Miong…miong…”
“Iya Ketty, sabar, ini juga lagi disiapin… aku juga laper tau..”

“Miong….!”
“iya…. Iya…. Gentian geh, aku duluan, nanti abis ini baru kamu yang makan…:

Begitulah, jika sedang bersama Ketty aku sudah seperti orang gila, berbicara dengan hewan. Tapi entahnya, aku seperti mengerti dari setiap yang ia ucapkan. Setiap suaranya itu mengandung arti yang berbeda-beda dan anehnya aku tahu apa maksudnya…

Contohnya ni, kalau dia meong-nya pendek-pendek dan hanya sekali dua kali itu berarti dia lapar dan meminta makanan. Lain halnya jika dia meng dengan suara yang leping panjang, itu berarti dia ingin pup. 

Seperti dulu, aku masih ingat ketika semalaman ia berada di kamar bersama aku, ia tidur bersamaku dan tepat pas jam 3 pagi ia teriak-teriak.

Karena masih mengantuk maka aku kira ia meminta makan dan langsung ku berikan makanan yang sudah disiapkan.

Nyatanya ia tetap saja meong dengan nada yang sama, akhirnya ku buka pintu kamar dan ia langsung saja berlari ke pintu belakang…

“Kenapa si Ketty, ada apa, malam-malam gini kok mau keluar…”
“Miong….”

Langsung saja aku buka pintu dapur dan ia langsung keluar, dengan senter aku amati apa yang ia lakukan. Ternyata, pup… aku baru ingat kalau semalaman ia belum pup maka dari itu masih jam 3 pagi dia sudah geger gitu…

Waktu itu kondisi rumah belum begitu mendukung, Ketty pun belum memiliki rumah sendiri jadi sedikit jorok.

Tapi sekarang sudah tidak, semua sudah disiapkan se-sehat mungkin. Tapi kalau masalah kesehatan aku tidak khawatir, ayah ibu juga demikian karena kucing memang tidak berpenyakit atau menjadi sumber penyakit.

Yang aku khawatirkan adalah sering kali Ketty maunya ikut denganku kemana-mana bahkan pernah waktu aku mau sekolah ia benar-benar tidak mau tinggal di rumah, terpaksa ayah harus mengantarkan aku dengan mobil agar Ketty bias diajak pulang lagi.

Secara ketika aku mau berangkat Ketty sudah nongkrong di sepedaku, naik di bagian bagasi depan dan tidak mau turun.

“Ketty…. Sudah sana, aku mau berangkat nih udah siang…”
“Meong..meong…”

“Mau apa… aku mau sekolah, emangnya nanti kamu di sekolah sama siapa….”
“Meeeon….g”

“Gak usah kamu di rumah aja, besok aja kalau hari minggu aku ajak jalan-jalan ya….”
Meeeeeong…”

“Duh…. Ketty ini….”
“Ayah… bantuin, Ketty mau ikut ke sekolah ni, anterin pake mobil deh, nanti Ketty ajak pulang lagi….”
“Hadoooh….. gimana si Ketty ini….”

Meski sedikit terpaksa namun ayah bersedia mengantarkanku dengan kucing kesayanganku itu ke sekolah.

Hari itu cukup sukses, setelah naik mobil bersama akhirnya ia mau di ajak pulang ayah… tapi itu tidak berlaku untuk esok harinya, seolah menagih janji, Ketty akhirnya ikut ke sekolah denganku.

Di sekolah ia tidak mau masuk ke kelas tapi langsung kabur entah kemana….
“Hei…. Ketty, awas kamu nakal… nanti kalau waktunya pulang kalau kamu gak ke kelas aku tinggal…”
“Meong!!!”

Seolah mengerti ia langsung kabur entah kemana. Setelah setengah hari gak tau batang hidungnya di mana rupanya setelah bel berbunyi Ketty langsung menghampiriku, akhirnya kami pulang bersama.

Begitulah, cerita bersama kucing kesayanganku itu tidak akan pernah ku lupakan. Kisah itu akan selalu menjadi kenangan yang indah bagiku. Semoga Ketty sekarang bahagia di alamnya, semoga Alloh menerima kebaikan Ketty selama ini.

---Tamat---

Bagus tidak ceritanya? Ya, namanya juga hasil belajar jadi masih jauh kalau dibandingkan dengan hasil penulis profesional. 

Tapi setidaknya cerpen singkat terbaru di atas bisa menjadi referensi tambahan. Khususnya untuk karya dengan tema binatang. Lain waktu kita akan tambah lagi dengan kisah menarik lainnya.

Cerita Kancil dan Buaya Serta Pesan Moralnya

Cerita Kancil dan Buaya Serta Pesan Moralnya – Dalam hukum rimba memanglah yang kuat selalu menang, dan yang lemah selalu kalah dan menjadi santapan bagi yang kuat. Karenanya yang kuat pasti memiliki tubuh yang besar, cakar yang tajam, gigi yang runcing, serta ekor yang kuat guna menyabat lawan untuk melumpuhkan-nya.

Tetapi sepertinya hukum rimba itu tidak berlaku lagi bila memang anda sudah membaca cerita ini. Di dalam cerita ini kita akan mengetahui bahwa yang mempunyai akal-lah yang menang, dan bukan yang kuat. 

Dengan cerita ini kita juga bisa mengetahui bahwa tidak selamanya yang kuat selalu menang. Tapi sebelum itu, mari kita nikmati juga beberapa cerita berikut ini.


Kancil dan Buaya, dua hewan yang mempunyai sifat yang berbeda, yang satu bertindak sebagai pemangsa, dan yang satu digambarkan sebagai yang di mangsa. 

Kancil memang digolongkan sebagai hewan yang lemah, tetapi kancil digolongkan sebagai hewan yang cerdas yang bisa mengelabui musuhnya dengan 1000 macam cara.

Cerita ini menceritakan tentang buaya yang pada saat itu menggigit kaki dari kancil. Namun dengan kecerdikannya itu dia mengatakan bahwa dia mempunyai perintah dari raja untuk menghitung jumlah hewan yang ada di hutan. 

Dan mulailah sang kancil menghitung para buaya setelah semua buaya berkumpul dan berbaris berjejer.

Setelah lama kancil menghitung dia mengulangi lagi hitungan tersebut untuk memastikan bahwa hitungannya benar. 

Setelah berhasil menghitung buaya dengan naik ke atas pundaknya satu persatu, dan sampai ketepian, kancil itu kemudian pergi dan berkata dia hendak menyampaikan jumlah buaya hasil perhitungannya tersebut. Kini dia selamat berkat akal dan otaknya yang cerdas.

Pesan moral yang bisa kita ambil dari cerita kancil dan buaya ini adalah tentang percaya terhadap kemampuan diri sendiri walaupun musuh, dan masalah yang kita hadapi jauh lebih besar dari pada ukuran fisik kita. 

Tetapi ketahuilah bahwa tidak semua permasalahan bisa diselesaikan dengan otot, tetapi semua permasalahan bisa diselesaikan dengan otak. Memang ketika kita menghadapi masalah seolah kita sedang keadaan gagap. 

Jangankan untuk berbicara dengan lantangnya berpikir saja terkadang tidak bisa dikalah keadaan sudah begitu menyulitkan. 

Untuk itu sikap tenang sangat dibutuhkan agar kita bisa berpikir secara jernih sehingga diketemukan solusinya.

Seperti yang dilakukan kancil yang membuang jauh-jauh rasa takutnya dan tetap berpikir dan berpikir untuk mendapat solusi dari permasalahannya. 

Al hasil dari buah pikirnya dia bisa lepas dari pada cengkeraman buaya, dan dengan buah pikirnya itu dia bisa mengelabui buaya yang kuatnya sepuluh kali dari pada dirinya menjadi tidak berdaya layaknya binatang yang sangat lemah.
Memanglah menarik bila kita mempunyai keberanian dan percaya diri untuk menghadapi semua permasalahan kita. 

Bagaimana, cerita kancil dan buaya ini setidaknya sedikit bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan keberanian kita untuk menghadapi segala macam masalah yang kita hadapi. Benar tidak?

Walaupun masalah yang kita hadapi 10 kali lipat dari ukuran fisik kita, tetapi kita otak, dengan otak itulah kita bisa bebas dari permasalahan.

Permasalahan-permasalahan dalam hidup memang selalu menarik untuk diperbincangkan terutama dalam bentuk cerita. Selain sebagai hiburan, juga sebagai media yang menyenangkan untuk belajar. 

Di dalam situs ini masih banyak konten yang menyediakan cerita berkaitan dengan berbagai macam masalah dan solusi, mudah-mudahan bisa membantu pembaca sekalian.

Cerita Dongeng tentang Monyet dan Tukang Kayu

Cerita Dongeng Monyet dan Tukang Kayu - Setiap orang mempunyai urusan masing-masing dan pekerjaan masing-masing, karena inilah masalah pekerjaan terkadang menjadi hal yang sangat privat hingga tidak banyak orang yang boleh mengetahui apa pekerjaan yang dimiliki masing-masing orang tersebut. 

Karena memang bagi sebagian orang masalah pekerjaan adalah hal rahasia. Di dalam cerita ini kita akan mengetahui tentang kisah orang seseorang yang juga menjadikan pekerjaannya adalah sesuatu yang privat. 

Sehingga orang lain dilarang untuk ikut campur dalam pekerjaan tersebut. Tetapi di balik cerita itu kita akan melihat bersama hikmah yang bisa diambil dari cerita ini.

“Kisah monyet dan tukang kayu”, adalah judul dari cerita ini, judul yang akan memulai cerita menarik dan mendidik yang akan kami sajikan untuk para pembaca sekalian. 

Sajian konten yang kami berikan kepada anda para pembaca tidaklah monoton dan membosankan melainkan menghibur dan sangat mendidik.

Seorang tukang kayu dan monyet adalah dua karakter yang dihadirkan di dalam cerita ini. Tukang kayu yang pada saat itu sedang membelah kayu dengan kepandaiannya sedang diintai oleh seorang monyet. 

Ketika tukang kayu itu pergi untuk beristirahat, monyet ingin menerapkan apa yang telah dilihatnya.

Monyet itu membelah kayu namun ada kesalahan yang hingga akhirnya mengakibatkan ekornya harus terjepit diantara celah kayu yang menutup. Jepitan dari kayu itu membuat monyet berteriak dan berontak karena tidak kuasa menahan sakit. Tukang kayu mendatangi monyet setelah mendengar suara kesakitan dari monyet.

Tukang kayu menyalahkan si monyet yang telah dengan lancang mengambil alih pekerjaannya. Tukang kayu itu tidak lantas membebaskan monyet dan terlebih dahulu memarahinya. 

Setelah cukup lama akhirnya tukang kayu melepaskan monyet tersebut setelah puas memarahinya.

Meminta izin terlebih dahulu sebelum menggunakan barang, dan pekerjaan orang lain. Karena memang kita sendiri tidak tahu tentang bahaya apa yang ada bila kita memakai barang dan pekerjaan orang lain tanpa meminta izin yang bisa mengancam keselamatan dan kebahagiaan kita sendiri.

Pada dasarnya berbuat baik kepada orang lain adalah perbuatan yang mulia dan baik, tetapi tidak mulia statusnya bila tidak meminta izin terlebih dahulu sebelum meminta izin kepada orang yang bersangkutan. 

Karena bisa saja orang yang terlihat membutuhkan pertolongan sejatinya tidak membutuhkan pertolongan, di sinilah fungsi penting meminta izin agar kita bisa mengetahui orang tersebut.
cerita dongeng monyet yang singkat
Cerita Dongeng Monyet dan Tukang Kayu

Etika dalam berhubungan bermasyarakat adalah keharusan agar orang lain bisa menghargai kita sebagai manusia seutuhnya. 

Itulah hikmah besar yang bisa diambil dari cerita ini, karena memang etika adalah hal yang perlu karena dari etika itu kita bisa mendapatkan simpati, cinta, dan keluarga, dari banyak orang.

Ya, wallahu a’lam bisowaf, kita hanya bisa menjalankan ketetapan yang menurut akal dan logika kita baik. Dan kebenaran yang sejati hanyalah tuhan yang tahu. 


Masih banyak cerita-cerita yang menghadirkan cerita-cerita menarik dengan pesan moral yang mendidik di dalam situ ini. 

Nilai Moral Cerita Bangau dan Kepiting

Nilai Moral Cerita Bangau dan Kepiting – Mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar dan tidak sesuai, serta dapat merugikan pihak lain tidak selamanya akan mendatangkan kebahagiaan. Karena mencari keuntungan dengan jalan yang tidak dibenarkan akan menjadi masalah bagi pihak yang mencari keuntungan dengan cara yang tidak dibenarkan.

Di dalam cerita ini kita akan mengetahui bersama tentang balasan bagi mahluk yang mencari keuntungan hidup dengan cara yang tidak dibenarkan. 

Balasan itu tentulah sebanding dengan apa yang telah diperbuatnya sebagaimana dia berbuat kepada banyak pihak yang telah dirugikannya itu.

”Bangau dan Kepiting” ini adalah kisah 2 hewan yang cukup menarik untuk disajikan ketika waktu santai anda. Karena di dalam kisah ini kita akan mengetahui betul bagaimana balasan terhadap orang yang mencari untuk dengan cara yang tidak bertanggung jawab.

Cerita ini menceritakan tentang burung bangau yang pada saat itu memperlihatkan muka memelas kepada kepiting tentang jumlah ikan yang semakin sedikit akibat para nelayan yang datang semakin banyak. Karena kepiting juga merasa kasihan kepiting akhirnya memberi tahukan hal ini kepada para ikan.

Dan para ikan tersebut meminta bangau untuk menolong para ikan, setelah berpikir bangau berjanji akan membawanya ke sebuah perairan yang tidak bisa diketemukan oleh para nelayan. 

Para ikan merasa bahagia, dan mulailai para ikan-ikan itu di bawa 2-4 ekor dengan paruhnya ke sebuah perairan yang dijanjikan bangau.

Namun  tidak seperti yang telah dijanjikan bangau, karena sesampainya di pertengahan jalan bangau justru  menelan ikan-ikan yang dibawannya. 

Kini dia bahagia karena dia selalu mendapatkan makanan tanpa susah-susah untuk menagkapnya secara langsung. Hal ini terus dilakukan oleh bangau sampai ikan-ikan itu habis.

Setelah semua ikan habis kini tinggal kepiting yang dibawa dengan paruhnya tersebut. ketika di tengan perjalanan kepiting melihat cahaya yang begitu silau, dan jelas begitu silau, ternyata itu adalah tulang, dan duri dari ikan-ikan yang di bawa bangau. Kepiting menguatkan capitnya yang mencapit leher bangau, bangau kemudian jatuh  dan mati.

Salah satu pesan yang bisa diambil dari cerita ini adalah tentang barang yang didapat dengan cara yang tidak benar dan  merugikan orang lain akan selalu menjadi bumerang bagi orang tersebut. 

Itu jelas terlihat pada kisah dalam cerita ini. Bangau yang akhirnya mati setelah kepiting mengetahui bahwa ikan-ikan telah dimakannya.

Adapun pesan dan nilai moral yang juga menjadi pembelajaran kita yang tak kalah pentingnya adalah bahwa kita tidak bisa begitu saja percaya dengan kebaikan musuh. 

Memang musuh selalu mencari momen yang pas untuk memperdaya kita sehingga bila kita tidak mempunyai pendirian maka kita akan dikelabuhi musuh dan menjadi korban dari musuh kita sendiri.

Ada baiknya kita menyelidiki terlebih dahulu mengapa musuh itu mau baik kepada kita, apakah baiknya memang tulus dari dalam hati, atau baiknya hanya sebagai umpan sebagaimana pemancing yang memakai umpan di dalam kail pancingnya. Dan semua itu haruslah terpikirkan oleh kita, agar kita tidak mati konyol atau menjadi korban.
pesan moral cerita bangau dan kepiting
Menarik bukan cerita yang sudah di sajikan, terlebih pesan modal yang dihasilkan begitu menyentuh sekali ke lupuh hati paling dalam. Pesan moral yang terkandung dalam cerita ini sebenarnnya menjadi sindiran juga untuk manusia yang mencari rezeki dengan cara yang tidak benar. 

Terlebih mencari rizki dengan cara merugikan orang lain, itu adalah pekerjaan yang tidak dibenarkan dan dilarang oleh agama.

Agama memang menjadi titik akhir untuk mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan segala hal yang merugikan pihak lain. Dan di dalam cerita ini masih banyak sekali cerita-cerita yang sekaligus memberikan pesan moral yang prinsipnya sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama.
Back To Top