5 Contoh Cerpen Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Ada sekitar 5 contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan juga ekstrinsik yang pembahasannya cukup lengkap dan menyeluruh. Analisis cerpen tersebut hanya sebagian dari banyak analisis karya sastra yang sudah dibahas di situs contohcerita.com ini.

5 Contoh Cerpen Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Banyak memang yang membutuhkan contoh analisis untuk belajar di rumah. Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita juga mempelajari mengenai karya sastra dimana didalamnya kita juga belajar menggali yang lebih banyak.

Melalui karya sastra kita bisa menggali pesan-pesan yang ada sekaligus mengapresiasi karya tersebut. yaitu dengan analisa lebih jauh. Kadang membuat analisis sebuah karya seperti itu tidak gampang. Apalagi masih belajar.

1) Contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya
2) Contoh cerpen singkat dan unsur intrinsiknya
3) Cerpen pendidikan dan unsur intrinsiknya
4) Contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik
5) Contoh cerpen beserta unsur intrinsiknya dan sinopsisnya
6) Contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik 2013
7) Contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya dan ekstrinsiknya
8) Contoh cerpen persahabatan beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik dan sinopsisnya

Oleh karena itu kita berusaha menyajikan banyak referensi sebagai gambaran awal dan sederhana bagaimana melakukan analisa pada sebuah karya. Dari pada lama-lama mari kita bahas satu per satu contohnya!

Yang pertama, bukan yang paling bagus atau yang paling sempurna sih tetapi yang ini bisa dijadikan bahan referensi untuk belajar. Yang ini cukup sederhana dan tidak terlalu berat juga sih. Cerpen ini juga cukup bagus.

Judul cerpen yang ada dalam analisa ini yaitu "Si Penjaga Kubur" yaitu sebuah cerpen horor yang cukup singkat alias pendek. Untuk gambaran, berikut kita bisa baca cuplikan bagian awal cerpen tersebut.

Pada suatu ketika aku dan keluarga hendak berlibur ke Bali, namun nasib buruk menimpa kami, karena di tengah perjalanan ban mobil kami kempes. 

Dan yang lebih apes lagi, kempes di waktu malam hari sekitar jam 03:00 dini hari.Aku pun menghubungi salah seorang pembantuku untuk mengirimkan sebuah ban serep yang ada di rumah. 

Mungkin bisa ditebak isinya seperti apa. Bagi rekan pelajar dan adik-adik semua yang membutuhkan khusus dengan tema seperti ini bisa dibaca langsung dari judulnya di atas.

Supaya tidak monoton kita juga sudah siapkan cerita pendek yang berbeda, unik dan juga menarik. Kalau kebanyakan kita berbicara dengan tema cinta atau persahabatan pada contoh kedua ini kita akan berbicara mengenai binatang kesayangan.

Mungkin ada yang punya hewan peliharaan yang sangat disayangi? Menarik jika kita bisa membaca sebuah cerpen dengan tema tersebut. Apalagi jika kita bisa mengupas lebih dalam dari karya cerpen ini.

Contoh kedua ini berjudul "Anjing Hitam Besar". Karya ini masuk dalam kategori cerpen lucu singkat. Sudah dilengkapi dengan analisis yang dibutuhkan yaitu dari sisi unsur intrinsik. 

Angin berhembus semilir, berputar mengelilingi kepala Purwanto yang plontos, suasana pagi yang begitu sempurna bagi seorang Purwa, apalagi ia bersantai – duduk di beranda rumah - ditemani segelas kopi hangat.

“Suasana seperti ini begitu indah, udara yang sejuk, burung yang bernyanyi dan istri cantik yang menemani”, ucap Purwa sembari melirik sang istri yang duduk sambil mengunyah sepotong singkong goreng.

Kalau rekan semua hanya ingin membaca ceritanya tidak apa-apa karena ceritanya juga tidak terlalu panjang. Cerita cerpen tersebut sengaja disusun atau dibuat sekedar untuk bahan belajar saja. 

Bukan dari karya profesional tetapi juga sudah dilengkapi dengan analisis yang dibutuhkan. Bagi rekan pelajar yang ingin mempelajarinya silahkan melalui tautan di atas.

Selain dua judul di atas masih ada beberapa judul lain lagi. Yang ketiga ini bisa dikatakan merupakan hiburan yang cukup menarik. Kisah yang diangkat merupakan hal ringan tetapi sangat menghibur. Ada sensasi humor yang cukup terasa.

Judulnya "Mak Ijah Mencari Hewan Peliharaan", merupakan sebuah cerpen lucu yang cukup pendek untuk dinikmati di waktu luang. Seperti apa kisahnya ya, untuk gambaran silahkan baca petikan berikut!

Sudah satu minggu ini Mak Ijah banyak menghabiskan waktunya duduk di taman depan. Matanya terlihat nanar, napasnya terdengar berat, sesekali ia mengelus tangan kirinya yang terasa dingin. 

Laksana bunga yang ditinggalkan kumbang-nya, ia kesepian. Ia hanya berbicara dengan angin berkeluh kesah dengan dedaunan. 


Kok kalau dibaca secara seksama jadi sedih juga ya. Suasana yang ada dalam pembukaan cerpen itu bisa menyentuh hati. Penasaran tidak, kalau penasaran silahkan bisa dibaca sendiri sekaligus mempelajari analisisnya.

"Antara Kau dan Kakakmu", melihat dari judulnya di atas rasanya sudah bisa ditebak apa isi didalamnya ya? Benar sekali, yang ke empat ini sekedar untuk tambahan saja. Kan siapa tahu ada yang mencari tema cinta.

Dalam analisis cerpen pada judul ke empat ini kita akan menikmati sebuah kisah tentang cinta yang terbelah pada dua jiwa berbeda. Cinta segitiga, kita biasa menyebutnya seperti itu. Bagus kok, alurnya juga menyenangkan. Lihat kutipan awal ceritanya di bawah ini.

Sebut saja namaku Rangga, aku adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan yang ada di Jakarta. Baru-baru ini aku dipusingkan dengan sebuah cinta segitiga yang melandaku. Aku dicintai dua orang gadis sekaligus yang merupakan kakak beradik. Dia adalah Endang yang merupakan adik dari si Rika.

Endang adalah temanku sekolah dan kami telah lama kenal. Bahkan kami sering jalan dan makan bareng. Sedangkan aku mengenal kakak Endang ketika Endang mengajakku ke rumahnya dan memperkenalkan kepada keluarganya.

Karena diberikan lima buah maka tidak ada salahnya kita selipkan satu tema remaja seperti di atas. Bagi yang berminat silahkan baca melalui judulnya yang dibagian atas ya.

Kalau yang terakhir ini kita siapkan yang unik dan yang menarik. Tema dari cerita pendek ini sesungguhnya tentang kehidupan sehari-hari. Kisahnya diangkat dari inspirasi kejadian - kejadian sederhana yang ada di sekitar kita.

Judulnya unik, yaitu "Gara-Gara Masako", isinya tentu akan berhubungan dengan dunia wanita yaitu masak-memasak. Petikan cuplikan cerpen tersebut bisa dibaca berikut ini.

Sebut saja namanya ibu Endang, dia dan suaminya adalah pengantin baru. Layaknya pengantin baru pada umumnya ibu Endang dan suaminya harus bisa menyesuaikan diri dengan tugas dan kewajibannya.

Ibu Endang dengan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya mempunyai kewajiban mencari nafkah.

Itu tadi beberapa contoh cerpen yang dilengkapi dengan unsur intrinsik bahkan ada yang sampai unsur ekstrinsiknya sekaligus. Bisa dipilih mana yang akan dipelajari lebih lanjut. Bisa disalin terlebih dahulu agar lebih mudah.

Di situs ini sebenarnya banyak sekali contoh yang sekaligus sudah dilengkapi analisa. Tapi kali ini kita pilihkan beberapa judul saja. Lain waktu kita akan bahas lagi cerpen lainnya.

Mudah-mudahan dengan dibahas lengkap beserta unsur intrinsik maka semua bisa menjadi lebih jelas. Sampai disini, salam hangat dari kami. Tetap semangat belajar ya!

Kucing Kesayangan, Contoh Cerpen Singkat Terbaru

Cerpen Singkat Terbaru tentang Kucing - Selalu ada cerita dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja tentang kucing kesayangan. Bagi penggemar atau yang hobi memelihara kucing maka cerita cerpen tentang kucing tentu cukup menarik.

Contoh Cerpen Singkat Terbaru

Nah, berikut ini saya akan mengajak anda untuk membaca satu karya cerita singkat yang berhubungan dengan kucing.

Ceritanya sederhana dan bisa dikatakan sesuai dengan hal-hal yang biasa terjadi dalam kehidupan nyata kita.

Pada cerita pendek berikut akan digambarkan cerita tentang seorang anak gadis yang sangat sayang dengan kucing milik-nya.

Karena rasa sayang tersebut bahkan sang kucing - yang diberi nama Ketty - diperlakukan dengan layak dan seperti manusia.

Untuk ukuran hewan peliharaan bahkan kucing tersebut memiliki tempat yang sangat istimewa. Karya yang satu ini merupakan karya cerpen singkat terbaru yang saya buat saat iseng dan tidak ada pekerjaan. Tapi sebelum baca kisah ini silahkan baca juga beberapa judul lain berikut!

1) Cerita tikus lucu
2) Pengalaman klakson telolet
3) Kisah lucu malu sama kucing
4) Cerita dongeng dan pesan moralnya
5) Cerita anjing gelandangan

Mungkin tidak begitu bagus jika dibandingkan dengan karya cerpen lain dari penulis profesional. Namun begitu saya tetap berharap contoh cerpen ini bisa bermanfaat bagi pengunjung setia situs ini. Penasaran kan bagaimana kisah yang saya buat tersebut?

Cerpen Oleh Irma

Meong…. Meong…. Sehari saja tanpa suara itu rasanya hidupku begitu sepi, entah yak arena apa yang jelas aku sudah terbiasa berteman dengan Ketty, kucing hitam manis yang tumbuh besar bersamaku.

Mungkin karena sudah terbiasa jadi kami seperti sangat dekat, saat sakit misalnya aku atau dia bias merasakan satu sama lain.

Ketika ada masalah dalam hidup ku Ketty biasanya juga tidak tenang bahkan tidak mau makan. Begitupun dengan saat dia sakit, aku pasti selalu kepikiran dan khawatir sama dia.

“Miong…miong…”
“Iya Ketty, sabar, ini juga lagi disiapin… aku juga laper tau..”

“Miong….!”
“iya…. Iya…. Gentian geh, aku duluan, nanti abis ini baru kamu yang makan…:

Begitulah, jika sedang bersama Ketty aku sudah seperti orang gila, berbicara dengan hewan. Tapi entahnya, aku seperti mengerti dari setiap yang ia ucapkan. Setiap suaranya itu mengandung arti yang berbeda-beda dan anehnya aku tahu apa maksudnya…

Contohnya ni, kalau dia meong-nya pendek-pendek dan hanya sekali dua kali itu berarti dia lapar dan meminta makanan. Lain halnya jika dia meng dengan suara yang leping panjang, itu berarti dia ingin pup. 

Seperti dulu, aku masih ingat ketika semalaman ia berada di kamar bersama aku, ia tidur bersamaku dan tepat pas jam 3 pagi ia teriak-teriak.

Karena masih mengantuk maka aku kira ia meminta makan dan langsung ku berikan makanan yang sudah disiapkan.

Nyatanya ia tetap saja meong dengan nada yang sama, akhirnya ku buka pintu kamar dan ia langsung saja berlari ke pintu belakang…

“Kenapa si Ketty, ada apa, malam-malam gini kok mau keluar…”
“Miong….”

Langsung saja aku buka pintu dapur dan ia langsung keluar, dengan senter aku amati apa yang ia lakukan. Ternyata, pup… aku baru ingat kalau semalaman ia belum pup maka dari itu masih jam 3 pagi dia sudah geger gitu…

Waktu itu kondisi rumah belum begitu mendukung, Ketty pun belum memiliki rumah sendiri jadi sedikit jorok.

Tapi sekarang sudah tidak, semua sudah disiapkan se-sehat mungkin. Tapi kalau masalah kesehatan aku tidak khawatir, ayah ibu juga demikian karena kucing memang tidak berpenyakit atau menjadi sumber penyakit.

Yang aku khawatirkan adalah sering kali Ketty maunya ikut denganku kemana-mana bahkan pernah waktu aku mau sekolah ia benar-benar tidak mau tinggal di rumah, terpaksa ayah harus mengantarkan aku dengan mobil agar Ketty bias diajak pulang lagi.

Secara ketika aku mau berangkat Ketty sudah nongkrong di sepedaku, naik di bagian bagasi depan dan tidak mau turun.

“Ketty…. Sudah sana, aku mau berangkat nih udah siang…”
“Meong..meong…”

“Mau apa… aku mau sekolah, emangnya nanti kamu di sekolah sama siapa….”
“Meeeon….g”

“Gak usah kamu di rumah aja, besok aja kalau hari minggu aku ajak jalan-jalan ya….”
Meeeeeong…”

“Duh…. Ketty ini….”
“Ayah… bantuin, Ketty mau ikut ke sekolah ni, anterin pake mobil deh, nanti Ketty ajak pulang lagi….”
“Hadoooh….. gimana si Ketty ini….”

Meski sedikit terpaksa namun ayah bersedia mengantarkanku dengan kucing kesayanganku itu ke sekolah.

Hari itu cukup sukses, setelah naik mobil bersama akhirnya ia mau di ajak pulang ayah… tapi itu tidak berlaku untuk esok harinya, seolah menagih janji, Ketty akhirnya ikut ke sekolah denganku.

Di sekolah ia tidak mau masuk ke kelas tapi langsung kabur entah kemana….
“Hei…. Ketty, awas kamu nakal… nanti kalau waktunya pulang kalau kamu gak ke kelas aku tinggal…”
“Meong!!!”

Seolah mengerti ia langsung kabur entah kemana. Setelah setengah hari gak tau batang hidungnya di mana rupanya setelah bel berbunyi Ketty langsung menghampiriku, akhirnya kami pulang bersama.

Begitulah, cerita bersama kucing kesayanganku itu tidak akan pernah ku lupakan. Kisah itu akan selalu menjadi kenangan yang indah bagiku. Semoga Ketty sekarang bahagia di alamnya, semoga Alloh menerima kebaikan Ketty selama ini.

---Tamat---

Bagus tidak ceritanya? Ya, namanya juga hasil belajar jadi masih jauh kalau dibandingkan dengan hasil penulis profesional. 

Tapi setidaknya cerpen singkat terbaru di atas bisa menjadi referensi tambahan. Khususnya untuk karya dengan tema binatang. Lain waktu kita akan tambah lagi dengan kisah menarik lainnya.

Contoh Cerpen Lucu dan Analisa Unsur Intrinsik

Cerpen lucu singkat dan unsur intrinsik nya ini hasil permintaan dari seorang sahabat setia situs ini. Salah satu sahabat, sebut saja namanya Lara, beberapa hari lalu meminta sebuah cerpen humor yang kocak dan lucu. Katanya ia telah mencari beberapa karya tapi belum mendapatkan yang sesuai keinginan hingga akhirnya ia meminta pada situs ini.

Contoh Cerpen Lucu dan Analisa Unsur Intrinsik

Karya cerita berikut mungkin tidak se-bagus yang diharapkan, bahkan mungkin juga tidak lucu. Tetapi karya ini dibuat khusus untuk dapat memberikan tambahan referensi bagi rekan semua yang membutuhkan cerpen dan analisisnya sekaligus. 

Nah, analisa yang dimaksud adalah analisa untuk segi unsur intrinsik dari sebuah cerpen, dan kebetulan temannya sekarang adalah yang lucu.
Yang lucu dalam kisah ini tidak bisa dilihat pada semua bagian namun ada beberapa kejadian dan adegan yang bisa membuat kita tersenyum sendiri. 

Apalagi, naskahnya ditulis dalam bahasa yang cukup mudah dimengerti, jadi akan memudahkan pembaca dalam menelusuri lebih jauh karya tersebut.

Judul cerpen-nya yaitu “Mak Ijah Mencari Hewan Peliharaan”, ceritanya mengisahkan seorang nenek yang merasa kesepian dan memutuskan untuk mencari anjing dan dijadikan bagian dalam hidup. Seperti apa kisah selengkapnya, berikut cerpen tema lucu untuk anda semua. 

Mak Ijah Mencari Hewan Peliharaan
Cerpen Lucu yang Singkat

Sudah satu minggu ini Mak Ijah banyak menghabiskan waktunya duduk di taman depan. Matanya terlihat nanar, napasnya terdengar berat, sesekali ia mengelus tangan kirinya yang terasa dingin. 

Laksana bunga yang ditinggalkan kumbang-nya, ia kesepian. Ia hanya berbicara dengan angin berkeluh kesah dengan dedaunan. 

Semenjak suaminya meninggal ia sering murung, apalagi anak dan cucunya kini tinggal di luar kota, ia sebatang kara, sendiri menangis perih. 

“Aku harus mencari hewan peliharaan!”, tiba-tiba ia berjingkrak seolah baru saja mendapatkan setumpuk emas. 

“Ya, lebih baik aku memelihara hewan untuk menemani kesendirian ini, tapi apa ya?”, ucapnya sambil menerawang jauh ke langit.

“Anjing, ya, aku akan memelihara anjing saja. Selain bisa menemani kesepian, anjing juga bisa ikut menjadi penjaga rumah”, ujarnya dalam hati. Tak lama, ia pun masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar. 

Dikeluarkannya dompet dan menghitung beberapa lembar uang ratusan, “cukup, besok aku akan cari anjing ke toko”. 

Sore itu, dengan senyum tipis di bibirnya yang telah keriput ia menuju ke peraduan. “Anjing juga bisa menjadi bagian dari keluarga ini”, ucapnya sambil tersenyum perih. Malam yang indah, ia tertidur begitu pulas dan tampak bahagia. 

Keesokan harinya, hari Minggu pagi, ia langsung menuju ke toko hewan. Ia hendak mencari anjing yang paling bagus di kota itu. Tanpa ragu, ia langsung masuk menuju toko tersebut.

Sampai di dalam Mak Ijah pun langsung mencari hewan yang paling manis. Menemukan satu anjing yang terlihat lucu dan menggemaskan, Mak Ijah langsung menginterogasi pelayan toko. “Nona, apakah anjing yang satu ini pintar?”, ucapnya kepada pelayan toko.

“Tenang saja Nek, yang ini cukup pintar, nenek tidak akan menyesal. Benar Nek, bahkan aku berani menjamin dalam waktu se-minggu ia bisa mengerti bahasa seluruh anggota keluarga Nenek”, ucap sang pelayan dengan penuh percaya diri.
Dengan serius Mak Ijah pun kembali menjawab, “seekor hewan pandai saja belum cukup Nona, ia juga harus setia kepada pemiliknya, jika tidak, ia bisa membahayakan pemiliknya. Lalu, apakah anjing ini cukup setia?”.

“Oh, tenang Nek, tidak perlu khawatir, anjing ini paling setia, bahkan sangat setia. Kalau nenek perlu bukti, dalam satu minggu terakhir ini saja aku telah menjualnya sebanyak 5 kali, sebanyak itu pula ia telah kembali ke toko kami lagi. Kurang setia bagaimana coba Nek?”

Bukan semakin suka dengan anjing itu Mak Ijah justru ciut nyali. “Apakah kesetiaan semacam itu berguna bagi pembeli seperti aku? Tapi baiklah, aku ambil yang ini saja”, ucap Mak Ijah kemudian. 

Pagi itu, tepat pukul 10 siang Mak Ijah kembali dengan menggandeng seekor anjing ke rumahnya. Satu anggota keluarga baru telah hadir memberikan warna dalam hidup Nek Ijah. 

Dengan perasaan yang sangat bahagia ia kemudian mengikat anjing tersebut ke kaki meja di ruang tengah, sementara ia menghidupkan televisi. 

Sang anjing kemudian duduk di bawah sembari terus memperhatikan gerakan Mak Ijah. “Kamu jangan nakal di sini ya, kamu temani nenek dan jaga rumah ini. 

Nenek akan perlakukan kamu dengan baik, bila perlu kamu akan tidur satu kamar dengan nenek, tapi di bawah ya!” ucap Mak Ijah. 

“Sekarang aku ada yang menemani dan tak perlu merepotkan anak dan cucu untuk menemaniku disini”, ucapnya puas.

Beberapa menit kemudian Mak Ijah pergi ke belakang dan mengambilkan makanan untuk sang anjing. Anjing itu makan dengan lahap, setelah itu ia pun berbaring dan memejamkan mata.

“O… kamu mengantuk ya, ya sudah kamu tidur dulu, nenek akan makan juga”, ucap Mak Ijah sambil beranjak meninggalkan sang anjing. 

Sejak saat itu, hari-hari Mak Ijah tidak lagi begitu sepi. Setiap hari ia selalu tersenyum gembira dan mengajak anjing peliharaannya tersebut berbincang-bincang. 

Satu bulan berlalu, Mak Ijah tampak senang meski dalam hatinya perih merindukan anak dan cucu-cucu nya. “Andai saja mereka ada disini, mungkin behagaiaan ini akan sejati”, ucapnya pada sang anjing.

Sampai akhirnya, hari begitu cerah, siang itu seperti biasa Mak Ijah tidur siang. Alangkah kagetnya ketika ia bangun dan tidak menemukan anjing peliharaan miliknya. “Duh…kemana nih anjing….?”, ucap Mak Ijah cemas.

Ia mencari ke sana kemari – mencari keluarganya yang hilang, peluh mengalir deras, tak ada, ia kehilangan anjing kesayangan yang sudah dianggap anak sekaligus cucu-nya  itu. 

“Dasar anjing, tidak tahu diri, rupanya benar kata penjual itu, dia memang setia”, ucap Mak Ijah sembari membanting lemas tubuhnya di sofa. Ia pun pasrah menerima takdir kesepian hidupnya.

--- oOo ---

Ada yang lucu dan ada yang tidak, bahkan ada yang menegangkan dan menyedihkan dan bahkan ada yang tidak logis juga, namanya juga karya sederhana. 

Tapi yang pasti cerpen di atas bisa dijadikan tambahan bagi anda yang membutuhkan cerita yang lebih segar. Untuk yang hanya ingin membaca cerpennya maka bisa langsung mencari cerpen lain untuk dibaca. 

Dibagian bawah ada, atau anda bisa mencari contoh cerita menarik berdasarkan tema yang dikehendaki dibagian kanan. Kalau yang ingin melihat analisa cerpen di atas bisa langsung ke bagian selanjutnya, silahkan.

Analisis Unsur Intrinsik
Cerpen Mak Ijah Mencari Hewan Peliharaan

A. Tema
Tema dalam cerpen lucu di atas adalah tema keluarga. Tema ini terlihat dari keseluruhan cerita yang menunjukkan bagaimana kehidupan seorang nenek yang mencoba menjadikan seekor anjing menjadi bagian dari keluarga yang menemaninya. 

Tema ini juga terlihat dari kutipan “Anjing juga bisa menjadi bagian dari keluarga ini” dan juga “… mencari keluarganya yang hilang…” yang ada dalam cerpen di atas.

B. Tokoh dan Penokohan
Kalau berbicara mengenai tokoh dan penokohan maka dalam cerpen ini ada dua tokoh yang terlihat yaitu Mak Ijah dan Penjaga Toko. Mak Ijah adalah sosok nenek dan orang tua yang pandai dan tidak mau merepotkan keluarga. 

Hal ini bisa dilihat dari kutipan dalam cerpen berikut, “Sekarang aku ada yang menemani dan tak perlu merepotkan anak dan cucu untuk menemaniku disini”.

Tokoh kedua adalah Penjaga Toko Hewan yang merupakan sosok wanita yang baik dan juga jujur. Penggambaran watak tokoh ini dapat dilihat dari perilaku dia dalam melayani pembeli yaitu saat Nek Ijah mencari anjing peliharaan. Ia melayani dengan sopan dan menjawab setiap pertanyaan Mak Ijah dengan jujur.

Mak Ijah sendiri bisa dikatakan sebagai tokoh protagonis dalam cerita ini sedangkan penjaga toko adalah tokoh yang memerankan peran antagonis. 

Penokohan sifat atau watak untuk kedua tokoh di atas disampaikan oleh penulis secara dramatik yaitu penokohan yang disampaikan dengan tersirat melalui kehidupan atau tingkah laku si tokoh dalam cerita.

C. Alur (Plot)
Alur yang digunakan dalam cerpen di atas adalah jenis alur maju. Dalam hal ini penulis menceritakan jalan cerita secara urut dari awal perkenalan tokoh utama, situasi yang dihadapi sang tokoh utama, terjadinya masalah, puncak masalah, menurunnya masalah dan kemudian penyelesaian masalah tersebut.

D. Setting (Latar)
Ada dua latar tempat yang utama dalam cerita ini yaitu rumah dan toko hewan. Selain itu latar tempat yang lebih spesifik juga ada yaitu di ruang tengah atau ruang keluarga dan juga kamar. Latar waktu yang ada dalam cerpen di atas adalah pada sore hari, pagi hari dan sore hari. 

Latar waktu pada cerpen humor tersebut dapat dilihat dari dua kutipan yaitu “Sore itu, dengan senyum tipis di bibirnya yang telah keriput ia … “ dan juga “Pagi itu, tepat pukul 10 siang Mak Ijah kembali …”. Untuk suasana yang ada dalam cerpen ini sendiri adalah murung, sedih dan kesepian. 

E. Sudut pandang pengarang (point of view)
Untuk sudut pandang pengarang, dalam cerpen ini penulis menyampaikan ceritanya dengan menempatkan dirinya sebagai orang kedua di luar cerita tersebut. 

Penulis dalam hal ini tidak memposisikan dirinya sebagai pelaku atau tokoh dalam cerita melainkan memposisikan diri sebagai orang yang tidak terlibat langsung dalam kisah yang diceritakan. 

F. Gaya bahasa
Dalam cerpen berjudul “Mak Ijah” di atas, penulis menggunakan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Penulis kebanyakan menggunakan bahasa sehari-hari yang mengalir apa adanya. 

Selain itu, ada beberapa gaya bahasa yang digunakan dalam penekanan tertentu, sebut saja misalnya dalam penggalan kalimat “Laksana bunga yang ditinggalkan kumbangnya…”. 

Penggunaan penekanan menggunakan gaya bahasa juga dapat dilihat pada cuplikan berikut, “… ia berjingkrak seolah baru saja mendapatkan setumpuk emas.”

G. Amanat (pesan moral)
Berbicara mengenai amanat atau pesan moral, dalam cerpen ini seolah penulis ingin berpesan kepada seluruh anak yang ada di dunia ini untuk memperhatikan orang tua mereka. 

Dari cerita yang digambarkan seolah penulis ingin menunjukkan betapa sedihnya orang tua yang tinggal sendiri dan jauh dari anak, cucu atau keluarganya. 

Maka dari itu, sebagai anak hendaknya kita bisa memberikan kebahagiaan dengan cara berusaha selalu ada dalam mengisi waktu-waktu terakhir orang tua kita di dunia ini. Jangan biarkan orang tua sampai sedih, kesepian sendiri tak ada yang menemaninya.

Walau hanya beberapa analisa sederhana tapi akhirnya panjang juga ya? Ya sudah, tidak apa-apa, lagi pula ini hanya salah satu contoh cerpen dengan analisa unsur intrinsik saja. 

Kalau kira-kira terlalu panjang atau tidak sesuai dengan keinginan maka anda bisa melihat karya lain yang juga sudah dilengkapi dengan analisis. Itu saja kali ini, salam hangat dari kami dan sampai jumpa lagi esok.

Si Jago Pekir, Cerita tentang Hewan Peliharaan

“Si Jago Pekir adalah cerita tentang hewan peliharaan yaitu ayam jantan.cerita ini sengaja dibuat untuk rekan semua yang ingin menikmati kisah menarik yang berbeda. Selain itu kisah ini juga ditujukan untuk bahan belajar menulis.

Si Jago Pekir, Cerita tentang Hewan Peliharaan
Cerita tentang Hewan Peliharaan
Ayam, terutama ayam kampung adalah salah satu jenis hewan peliharaan yang banyak sekali dipelihara di masyarakat kita. Kalau dipedesaan mungkin hampir semua rumah memiliki ayam.

Kisah berikut menggambarkan kecintaan dan rasa sayang seorang anak terhadap hewan peliharaannya yaitu ayam jago. Kira-kira seperti apa kejadian atau kisah tersebut?

Si Jago Pekir
Cerita Tentang Hewan Peliharaan

Malam mulai memudar. Mentari mulai menari di ufuk, tersenyum memberikan kehangatan bagi semua makhluk. Suara kokok ayam bersahutan silih berganti. Hewan-hewan itu tampak seolah sedang berlaga, mengadu kemampuan.

Lurah mengusapkan kedua tangannya ke muka, mencoba mengusir rasa kantuk yang dalam. Udara pagi yang dingin mencoba menghalangi semangatnya untuk bangkit. Ia tidak mau kalah. Disingkapnya sarung yang menyelimuti sebagian tubuhnya dan segera berdiri.

Seperti biasa, setelah sholat subuh, Lurah langsung sibuk dengan kegiatan pagi. Ia menyiapkan ember, mengambil dedak dan membuat pakan ayam. 

“Wes bangun koe to le?”
“Iyo mak… ki arep nyiapke pakan…”

“Yo wes… tapi wes sholat durung?”
“Pon mak…”
“Yo wes… ndang di rumati ayammu…”

Selesai menyiapkan pakan ayam. Lurah menyempatkan diri membaca beberapa catatan pelajaran. Sambil menunggu hari mulai terang.

Ia juga bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Setelah semua siap, sekitar setengah tujuh pagi ia bergegas memberikan makan ayam peliharaannya.

Lurah adalah anak sulung yang sangat rajin. Ia selalu membantu kedua orang tuanya. Selain belajar, setiap hari ia bekerja memelihara ayam.

Kalau sudah besar, biasanya ayam-ayam itu akan dijual dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah. 

Pagi itu, Lurah mengamati satu persatu ayam kesayangannya. Beberapa ayam jago tampak bertengger di kandang. Ia tersenyum puas melihat ayam-ayam tersebut.

Suatu pagi, udara terasa sangat dingin menusuk tulang. Biasa, menjelang pergantian musim. Di siang hari udara begitu panas sementara di malam hari dinginnya keterlaluan.

Seperti biasa, Lurah sibuk dengan aktivitasnya. Tidak seperti biasanya, hari masih gelap tapi ia sangat ingin pergi ke kandang.

“Mak… kok kayaknya si Jalu enggak ada suaranya ya?”
“Iyo le, ora podo keluruk… mbok jal di lihat…”

Lurah bergegas ke kandang. Suasana tampak sepi. Tak seperti biasanya. Dengan senter dari ponsel, Lurah melihat keadaan kandang. Tak tampak ayam yang biasanya bertengger di atas.

Ia segera berlari ke dalam rumah. “Mak… senter endi?” teriaknya.

“Opo le… senter neng dapur…” jawab sang ibu. Dengan lampu senter yang lebih besar ia kembali ke kandang. Matanya terbelalak, ia melihat beberapa ayam tertelungkup di tanah. Ia lalu masuk ke dalam kandang dan berteriak. 

Mati masal, ayam kesayangan Lurah tidak ada yang selamat kecuali satu ekor ayam jago tua yang sudah pincang.

“Bagaimana ini mak….”
“Ya sudah. Mau di bagaimakan lagi. Ikhlaskan saja le… untung masih ada yang selamat”

“Ah mak… tinggal jago tua ini. Sudah dipekir ini mak… wes elek pol…”
“He… jangan begitu. Itu rejeki kamu….”

Bulan berlalu, si jago pekir menjadi jalan riski yang lebih baik. Dari jago sisa tersebut, Lurah bisa mendapatkan beberapa keturunan ayam yang tidak kalah bagus. Pelan tapi pasti, kandang ayam Pekir mulai ramai lagi sampai jago tersebut akhirnya meninggal.

---oOo---

Ada banyak, tidak hanya satu dua saja cerita hewan peliharaan yang sudah dibahas disini. Iya, kalau yang ini tentang ayam maka ada juga hewan lainnya. Rekan semua bisa mencari dikategori cerita binatang.

Atau, ada juga yang masuk kategori binatang peliharaan, tinggal dicari saja mana yang ingin dibaca. Lain waktu juga akan tetap ditambahkan lagi kisah-kisah lainnya. Dijamin seru deh. Jangan lupa terus ke situs ini ya!

Cerita Anjing Menelan Berlian 20.000 Dolar di Toko Perhiasan

Ini sepertinya lebih tepat kalau disebut kejadian sial, bukan cerita lucu, benar tidak? Bagaimana tidak sial, coba bayangkan jika anda adalah pemilik berlian tersebut, pasti anda panik, bahkan bisa saja terpikir untuk menyembelih anjing tersebut. Ya nilainya saja fantastis, wajar jika langsung blingsatan setelah kejadian tersebut.


Pertama kali tahu cerita ini dari situs lokal, maaf lupa nama situsnya. Secara garis besar, kejadian tersebut benar – tidak disangka dan begitu membuat panik. Karena kesalahan dan keteledoran kecil, kejadian itu bisa terjadi.

Anjing yang memakan berlian mahal tersebut bernama Sully. Ia menelan berlian berharga tersebut ketika berlian tersebut jatuh di lantai.

Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2010 yang lalu, tepatnya di bulan Maret. Saat itu, seorang dealer membawa berlian tersebut ke sebuah toko. Nah, ketika berniat ditunjukkan, saat diambil dari saku, ternyata berlian mahal tersebut jatuh.

Melihat berlian jatuh, sang anjing tadi pun langsung menerkam dan menelan berlian tersebut. Tentu saja pemilik toko perhiasan tersebut langsung panik melihat sang anjing yang cukup bersemangat menelan benda tersebut.

Saat kejadian itu sempat ada panggilan cepat ke dokter hewan. Namun begitu, sang pemilik berlian tersebut memiliki rencana sendiri untuk mendapatkan berlian tersebut kembali.

Tentu saja, ada cara mudah untuk mengambil berlian tersebut tetapi tidak dilakukan oleh sang pemilik berlian.

Ia lebih baik melakukan hal yang kurang menyenangkan seperti mengikuti anjing itu pergi dan bahkan memeriksa tempat istirahat dan kotoran hewan tersebut untuk mendapatkan berlian miliknya.

Ya, itu tadi merupakan kisah atau cerita kejadian yang tak disengaja. Hal seperti itu mungkin saja terjadi pada siapapun yang memiliki binatang peliharaan. Lalu, apa hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari kisah di atas?
Back To Top