“Pertengkaran Dibalut Rindu” merupakan karya puisi singkat tentang sahabat yang akan kita suguhkan khusus untuk pembaca semua. Kali ini kita akan mencoba menghadirkan sesuatu yang khusus dan beda.
Seperti kita ketahui, ada banyak sekali warna dalam sebuah persahabatan. Ada duka, ada bahagia. Ada benci dan ada juga rindu. Ada cemburu, ada ragu dan banyak lagi yang bisa dirasakan.
Sebuah hubungan pertemanan juga hampir sama dengan hubungan cinta kasih. Didalamnya juga ada rasa memiliki, ada keegoisan, ada kebencian dan tak jarang juga ada kekecewaan yang menghinggap.
Karya puisi berikut ini akan mengangkat salah satu dari warna tersebut. Kombinasi yang digambarkan akan mengajak kita untuk larut terbenam dalam sebuah renungan yang dalam. Seperti apa, mari kita simak.
Pertengkaran Dibalut Rindu
Puisi Singkat tentang Sahabat oleh Irma
Apanya yang salah
Aku menginginkanmu disini
Itu hak ku
Harusnya kau tahu
Hak sejak ikrar persahabatan kita buat
Di atas rasa di atas segalanya
Saling berjanji
Saling mengerti
Aku mengerti
Harunya kau mengerti
Aku membutuhkanmu
Siapa lagi
Marahku, kecewaku
Kau sungguh terlalu
Membiarkan sahabat dirundung pilu
Mengecap perih sampai ke ulu
Kau salah kecewa
Aku sama
Harusnya tak ada maki
Hingga kau terluka
Tapi tetap
Harusnya kau disini
Mengusir sepi menghalau perih
Mengusap rindu tertancap
Pendek, tapi tak pendek – pendek sekali, ternyata karya puisi yang kita hadirkan kali ini cukup lumayan. Panjangnya sampai 6 bait, ya sepuluh menit mungkin selesai dibaca.
Bagaimana menurut rekan semua, cukup baguskah? Atau jelek? Ya tak apa, kalau pun karya ini kurang berkenan di hati rekan semua ya tidak apa-apa, namanya juga masih belajar.
Tapi, kalau memang kurang berkenan kami akan coba menghadirkan yang lebih baik dilain waktu. Spesial untuk pembaca tercinta.
Lalu, apa isi dan pesan yang bisa diambil dari puisi di atas? Isi puisi tersebut, menurut kami, adalah tentang pertengkaran antara dua orang sahabat. Kalau dilihat, sepertinya pertengkarannya cukup hebat.
Dari awal sampai akhir, terasa ada tensi yang tinggi. Ada perselisihan yang terjadi, bahkan ada kekecewaan dan emosi yang membara. Ada juga rasa kecewa yang sepertinya dialami oleh salah satunya.
Yang menarik adalah kata “hak” yang sampai dipakai berkali-kali. Sebenarnya, apakah ada hak yang harus dipenuhi oleh para sahabat dalam sebuah hubungan pertemanan?
Apakah benar seorang sahabat memiliki hak seperti yang digambarkan dalam puisi tersebut? Secara jelas dan tertulis sih memang tidak ada. Tapi satu yang perlu ditekankan bahwa persahabatan adalah hubungan yang dibangun berdasarkan cinta kasih dan keikhlasan, tulus.
Kalau ada hak dan kewajiban sepertinya kurang cocok juga sih. Antara sahabat menurut saya sih tahu sama tahu saja, saling lah. Kalau salah satunya tidak seperti itu ya mungkin memang bukan sahabat sejati.
Tapi tidak selalu demikian, kadang ada juga khilaf didalamnya. Tidak ada maksud melukai atau menyakiti. Hanya saja, kita memang harus jujur, ikhlas dan saling memahami satu sama lain.
Nyatanya, jika tak ada sahabat pun kita rindu, benar tidak? Minta maaf mungkin jalan terbaik yang bisa segera dilakukan. Mulai saja dari kita, jangan nunggu dia. Jauhkan ego, kita lebur emosi dengan kasih sayang. Benar tidak?