Aku Malu, Puisi Sahabatku 2 Bait

“Aku Malu”, menjadi sebuah contoh puisi 2 bait yang bisa rekan semua nikmati. Kali ini ada nuansa berbeda yang akan kita rasakan dalam karya ini. Sedikit berbeda, semoga tidak akan membuat kita bosan.


Sudah selayaknya sahabat saling memiliki. Sudah sepantaskan persahabatan diisi dengan saling berbagi dan memberi. Namun, bagaimana jika salah satu dari dua orang sahabat ada yang merasa tidak layak? 

Pernah merasa bahwa kita hanya menjadi beban dan hanya bisa menyusahkan? Pernah mungkin. Nyatanya memang seperti itu. Ada kalanya kita merasa menjadi seseorang yang tak berguna, tak berarti dihadapan sahabat kita. 

Nah, puisi ini menggambarkan kegelisahan hati seorang sahabat yang merasa tidak berguna dan tidak layak disebut sahabat sejati. Seperti apa, mari kita nikmati bersama-sama. 

Aku Malu
Puisi Sahabatku 2 Bait oleh Irma 

Gelisah, risau melihat termangu 
Kau duduk dibangku sepi 
Mendekap perih sendiri tanpaku 
Ku diam, tak mampu disisi 

Harusnya aku disitu 
Menemanimu teman 
Aku malu 
Tak berguna hanya diam 

Hanya dua bait, pendek sekali ya rasanya. Sangat kurang, tidak puas kalau hanya membaca puisi yang dua bait saja. Isi dan cerita yang dianggkat sepertinya menggantung. Kurang seru. 

Tapi ya tidak apa-apa. Kan memang kini giliran kita membahas puisi tersebut. Meski sangat singkat kan bisa dijadikan sebagai contoh untuk kita yang sedang belajar menulis atau mengarang puisi. Benar kan? 

Kalau mau yang lebih seru, yang panjang, ya bisa membaca dan menikmati karya lainnya. Tapi justru kalau yang ingin puisi singkat juga tidak apa-apa kok. Dibawah akan kita siapkan lagi satu karya lain. Yuk dibaca langsung. 

Malu Padamu
Puisi oleh Irma 

Kapan aku 
Ganti memberi 
Kapan diriku 
Ganti mengisi 

Aku malu diri sendiri 
Dibantu selalu 
Ditolong oleh sahabatku 
Maaf aku sobat tak bisa berganti 

Sebenarnya tidak perlu risau sih. Yang namanya persahabatan ya seperti itu, saling berbagi. Mungkin saat ini kita yang banyak dibantu oleh teman kita. Tapi itu tak selamanya bukan? 

Nanti pasti ada waktunya. Tidak selalu harus materi, dukungan pun bisa sangat berarti. Pokoknya saling deh, jadi tidak perlu merasa malu apalagi merasa tidak berguna. 

Bagaimana menurut rekan semua, bagus bukan puisi di atas? Ya meski tidak sebagus karya professional tetapi setidaknya bisa untuk tambahan hiburan dan referensi belajar. Ya sudah, silahkan dilanjutkan ke karya lainnya ya.

Cerpen, Jodohku Datang di Masa Liburan

Cerpen tentang Jodoh - Suasana yang cerah, ini kali pertamaku datang di desa yang masih mempunyai pemandangan yang begitu asri. Tetapi sebenarnya bukanlah desa tujuanku, tetapi destinasi yang ada di desa ini yang menjadi tujuan utama.

Cerpen, Jodohku Datang di Masa Liburan
Contoh Cerpen tentang Jodoh

Tetapi pemandangan desa yang masih asri juga menjadi daya tarik tersendiri bagiku ketika bermukim di penginapan sederhana yang terletak satu kilo dari destinasi wisata alam yang akan ku datangi.

Ini adalah desa Kelinci, yang merupakan dataran tinggi berhiaskan tanaman hijau yang tertata rapih, serta sungai jernih yang mengalir tanpa saling mendahului.

Musim libur seperti inilah banyak para wisatawan lokal maupun manca negara yang datang untuk berlibur dan berwisata di sini.

Di sinilah ada salah satu destinasi air terjun yang sangat indah, yang menjadi tujuan utama para wisatawan ketika berlibur di desa Kelinci ini. 

Air terjun tersebut adalah air terjun sumo ilang. Meski masyarakat setempat selalu mengkaitkan tempat tersebut dengan hal mistis, tetapi cerita mistis tersebut tidak mengurangi jumlah wisatawan yang datang.

Dan hari ini aku akan mendatangi air terjun Sumo Ilang tersebut sendirian, karena memang aku berangkat dari kota sendiri tanpa teman. 

Karena semua temanku rata-rata pulang ke kampung halamannya masing-masing, sedangkan aku yang kerja dan bersekolah di kota memilih untuk berlibur ketika hari libur datang.

Di desa Kelincilah aku menghabiskan waktu liburanku, hingga nanti akhirnya waktu libur usai. Aku yang sudah dalam keadaan segar, dan wewangian yang sedikit melekat di pakaianku, serta pakaian santai untuk berjalan-jalan, siap untuk pergi ke air terjun sumo ilang.

Aku menggunakan motor yang aku sewa dari penginapan, karena memang medan tidak memungkinkan bila harus menggunakan mobil.

Medan hanya bisa dicapai dengan menggunakan motor ataupun sepeda. Karena hanya ada motor di sini maka yang kupergunakan adalah motor.

Motor Rx- King mulai ku pacu melintasi jalan sempit pedesaan yang naik dan turun. Sementara di tengah jalan aku bertemu dengan seorang gadis yang nampak berjalan sendirian.

Sekilas dari belakang dia adalah gadis yang cantik, kulitnya putih, rambutnya hitam bergelombang dan tidak terlalu panjang serta tinggi.

Aku segera memelankan laju motorku dan berjalan mengiringinya di sampingnya sambil bertanya "Hey mau kemana" – Tanyaku sambil melihatnya ternyata memang dia gadis yang cantik.

Dia melihatku sambil tersenyum,"Aku mau ke air terjun, boleh aku menumpang.?" – Ungkapnya mempelihatkan gigi kelincinya.

"Tentu saja, aku juga hendak pergi ke air terjun" – Berhenti dan mempersilahkan gadis cantik tersebut menumpang motorku.

"Oh iya..?" – Ungkapnya berjalan melewati belakang motorku dan duduk di belakangku.

"Iya, sepertinya kau bukan orang sini..?" – tanyaku sambil mulai berjalan dengan suara cukup keras dari kenalpot motor dua tak ini.

"Ya kau benar, aku dari kota dan sedang berlibur di sini" – berbisik pelan di samping belakang kupingku.

"Kau sendirian..?, mana temanmu, keluargamu..?" – Tanyaku lagi sambil mengurangi kecepatan melintasi turunan.

"Aku tidak bersama mereka, karena memang aku ke sini ingin menghabiskan liburanku sendiri" Jawabnya sambil memegang punggungku menahan posisi ketika di turunan.

"Kau asli orang sini..?" – Tanyannya penasaran dengan wajah tersenyum.

"Bukan, aku juga dari kota, akupun sendiri ke sini, karena memang tidak ada teman" – Jawabku sederhana.

"Oh ya, kau tidak membawa kekasimu..?" – Tanyanya dengan nada genit.
"Tidak, aku tidak mempunyai seorang kekasih" – Jawabku tanpa ekspresi tersenyum maupun sedih.

"Kita belum berkenalan, siapa namamu..?" – Tanyannya membisik di samping belakang kupingku.
"Namaku Rehan, namamu siapa..?" – Tanyaku kepada gadis cantik yang berada di belakangku.

"Aku Sarah" Jawabnya dengan suara sangat lembut dan meleleh di dalam hatiku.

Tak kalam kemudian aku sampai di tempat tujuan dan ku mulai turun dari kendaraanku, berjalan menuruni bukit untuk bisa sampai ke air terjun.

"Wah Rehan kau dengar itu suara air terjun" – Ungkapnya mendengar air terjun begitu bahagia.
"Ya kau benar, kita hanya tinggal melewati turunan ini untuk bisa sampai ke air terjun" – Ungkapku.

Kami sampai di sungai yang mengalir tidak terlalu deras karena terhalang oleh bebatuan yang tersusun rapih yang biasa digunakan sebagai jembatan untuk mencapai air terjun. 

Sementara itu ku lihat di sebelah kanan air terjun yang sangat deras nan indah. Tidak banyak orang di sini aku hanya melihat 4 orang laki-laku dan dua prempuan yang nampak sekilas berumur dua puluh tahunan.

Aku dan sarah langsung berjalan melewati bebatuan untuk bisa berenang di bawah air terjun tepat. Kami saling bergandengan karena Sarah nampak ketakutan ketika melintasi bebatuan yang tidak rata tersebut.

Aku begitu betah berlama-lama menggenggam tangannya, tangannya begitu halus, lembut, hingga menimbulkan ketertarikan, cinta dalam fikiranku. 

Ya mungkin ini kali pertamaku bertemu dengannya tetapi hati ini sudah ada ketertarikan kepadanya, mungkin karena dia adalah orang yang mengasyikan, dan cantik.

Setelah sampai tepat di bawah air terjun, Sarah langsung berenang di bawah air terjun. Sementara aku juga mengikutinya berenang tepat di bawah air terjun. 

Kepala kami di hujani air yang tidak seberapa banyak ini, tetapi cukup panas ketika mengenai kepala. Kami menjaga jarak dari turunnya air terjun dan lebih memilih untuk berenang di sekitar air terjun.

"Airnya segar banged" – Ungkap Sarah nampak begitu bahagia menikmati dinginnya dan segarnya air terjun.

"Kau benar kita tidak akan menemui air sejernih dan menyegarkan ini di kota, mari menyelam" – teriaku dan menenggelamkan diri sementara Sarah juga menenggelamkan diri.

Kami menyelam, dan ku buka mataku di dalam air yang buram, nampak dia menahan nafas dan berterbangan gelembung dari nafasnya yang bocor. Hingga tak lama kemudian kepalanya keluar dari air.

"Hah hah" ungkapnya sedikit sesak karena terlalu lama menahan nafas.

Kami begitu puas menikmati air yang jernih lagi dingin ini dengan bercanda tawa dan berenang bersama.

Hingga badan kami kemudian lelah, dan sudah terlalu dingin kami menyudahi menikmati air jernih dengan air terjun yang indah ini.

Kami kembali ke parkiran dan kemudian beranjak untuk pulang. Aku mengantarkan sarah ke penginapannya tanpa mampir, karena sadar tubuh ini semakin dingin dan membutuhkan pakaian hangat. 

Tetapi setidaknya adanya sarah di sini menambah kebahagiaanku menjalani liburan kali ini. Hati ini sedikit yakin bahwa dialah memang jodohku, aku akan memperjuangkannya, namun sebelum itu tentu kita butuh pendekatan.

Tuhan aku hanya bisa berharap bahwa aku hanya ingin dipersatukan dengan gadis yang sudah ku anggap sebagai jodohku. Restuilah langkahku untuk mendapatkan hatinya, karena hati ini begitu yakin dialah jodohku. (Arif Purwanto)

---oOo---

Cerpen Cinta Terbaru, Wanita di Mataku

Cerpen Cinta Terbaru, "Wanita di Mataku" - mungkin anda semua akan terkejut jika membaca karangan yang satu ini. Ya, kalau dirasakan secara seksama, seolah karangan ini berbentuk ungkapan perasaan. Tapi cukup menarik juga, apalagi ini juga mengungkapkan sebuah kisah yang penuh warna.

Cerpen Terbaru, Wanita di Mataku
Cerpen tentang Nembak Cewek atau Mengungkapkan Isi Hati
ke Orang yang Disukai

Bisa sekedar untuk variasi juga. Dengan begitu koleksi kisah cerpen yang ada bisa tambah lengkap lagi. Kita bisa mencari apapun tema cerpen yang ingin dibaca.

Tidak akan ada kata bosan kalau setiap hari ada satu karya baru. Paling tidak, dalam satu minggu kita bisa membaca beberapa cerpen pilihan dengan tema yang sesuai.

Untuk yang kali ini juga tak kalah menarik kok. Bahasa yang digunakan sederhana, tidak terlalu panjang juga. Dari pada penasaran lebih baik ikut membaca ya. Silahkan!

Wanita di Mataku
Cerita Cerpen oleh Apw

banyak orang bilang bahwa daya tarik wanita ada di bagian fisik, seperti badan indah, wajah yang cantik, dan juga rambut panjang.

Sehingga bila orang tersebut sudah membayangkan wanita maka yang ada pikiran kotor. Tetapi berbeda bagi gua, gua menilai seorang perempuan bukanlah dari bentuk fisik.

Tetapi lebih dalam lagi gua nilai dari kepribadian, dari situlah gua bisa tahu wanita itu benar-benar cantik.

Tentang wanita cantik karena dada yang mantap, badannya indah, dan ah... gua tidak munafik boy, tetapi alangkah baiknya kita juga harus tahu kepribadian sifat dari perempuan yang hendak kita dekati. 

Biar kita benar-benar tahu, benar-benar bisa mengambil kesimpulan bahwa perempuan tersebut benar-benar cantik atau justru malah sebaliknya hanya cantik fisik tetapi tentang sikap dan keperibadadian nol besar.

Tetapi memang kebanyakan perempuan, cantik fisik lebih diprioritaskan hingga mereka lupa bahwa cantik tidak hanya dari fisik, tetapi keperibadian yang menyenangkan dan sikap yang bisa bikin kita nyaman. 

Bahkan prempuan selalu strees ketika beratnya naik satu kilo aja, tetapi tidak pernah stes ketika ilmu keperibadian, ilmu sikap kurang dan butuh ditambah dengan cara belajar.

Seperti cewe yang sedang gua deketin saat ini sekarang, kita belum pacaran si tetapi kita sudah deket banged. Bahkan sudah saling berbicara rindu, cinta, tetapi yang anehnya itu kita belum jadian. 

Gua tidak ada niatan untuk gantungin cintanya dengan tidak nembak dia, gua hanya tunggu waktu yang tepat ngungkapin semuanya. Karena sumpah walaupun hanya temen gua udah begitu suka sama dia.

Namanya Sartika orangnya cantik, kepribadian dan sikapnya juga asyik, itulah yang bikin gua kesem-sem sama dia.

Ya singkat si ceritanya ketika gua bisa kenal sama dia, gua modusin dulu baru deh kita bisa kenalan, chat tiap hari sambil melemparkan perhatian satu sama lain, dan terkadang juga gua pergi makan bareng.

Beh gua bahagia banged kalau lagi dapat chat dari dia, terlebih ketika pergi jalan bareng, hati rasanya nyaman. 

Pernah gua bilang ke dia tentang perasaan gua, tetapi dia anggap gua hanya main-main. Itulah sebabnya gua harus cari waktu yang tetap, momen yang tepat buat ngungkapin semuanya biar dia tu bener-bener percaya kalo gua suka dan sayang sama dia.

Gua sendiri masih bingung momen tepat itu harus di cari atau di tunggu, bila di cari gua bingung kemana harus mencari, bila di tunggu gua juga lebih bingung sampai kapan gua harus menunggu. 

Momen tepat yang masih abstrak ini memang membuat gua gila, gila, dan segila-gilannya, seperti matahari yang di kejar anak kecil semakin anak kecil berlari semakin matahari itu jauh. 

Gua ngerasa emang seperti anak kecil yang lagi ngejar matahari di dataran bumi. Jadi sampai lebaran kuda semberani ya gak bakalan gua bisa pegang yang namnya momen tepat itu.

Tetapi gua gak boleh nyerah, terlebih setelah gua merenung sepanjang hari. Gua jadi kepikiran gini, momen tepat kitalah yang buat yang dimulai dari usaha.

Berhasil atau tidaknya momen tepat itu tergantung takdir tetapi yang terpenting kita sudah berusaha. 

Mungkin besok malam gua akan ajakin jalan-jalan Sartika ke tempat yang romantis di sanalah gua akan tumpahin semua perasaan gua, dan membuat yakin Sartika bahwa memang gua benar-benar cinta sama dia.

Gua ambil ponsel dan tombolnya gua pencet, gua ketik pesan dan kirim ke Sartika. Pesan ajakan jalan bareng dengan suasana nan romantis.

Gua hanya bisa berharap malam besok dia tidak sibuk, jadi dia bisa pergi sama gua. 

Sepuluh menit kemudian dia balas pesan gua, dia bilang dia bisa jalan sama gua. Sumpah gua bahagia banged sampe-sampe gua njerit sendiri di kamar kaya orang gila. 

Pintu gua di buka ama mak gua,"Lue kenapa Ri teriak-teriak gak jelas malem-malem", ungkap ibu gue. Gak papa mak, cuma lagi seneng aja. Kenapa – ibu gua tambah penasaran dan duduk di samping gua.

Gak ada apa-apa kok – berbaring di atas kamar menutup muka dengan selimut tebal. Udah main-main rahasia-rahasiaan ni sama emak, oke. Emak pergi dari kamar dan kemudian menutup pintu kamarku seperti semula.

Sampailah malam yang ditunggu, gua siapin penampilan gua untuk malam ini. Pokoknya gua harus totalitas, totalitas dalam gaya pakaian dan rambut, totalitas gaya berbicara, biar Sartika bisa demen ama gua haha. 

Gua keluar dari rumah dengan bau minyak wangi yang mesih tercium dari jarak dua meter, dan rambut yang kelimisnya minta ampun kaya disiram minyak goreng. 

Tapi gua pakai pomade lo, bukan minyak goreng yang sudah buat goreng ikan asin sepuluh kali yang warnannya item. Tengsin dong masa mau kencan bauk ikan asin.

Gua hidupin si kroco – nama motor antik gua CB 100 yang sudah gua modif – walaupun kelasik tetapi tarikannya tetep baik. 

Gak kalah pokoknya dengan motor produksi sekarang yang menang dari tampilan doang, soal mesin ya gak ada yang sebandel si kroco.

 Oke gua buktiin ni ya ketangguhan si kroco. Liatin tu king buntut dua tak yang kecepatannya tidak seberapa itu gua salip. 

Mberem, meberem, gua geber si kroco biar pengguna king buntut panas dan ngejar gua. Ni gua mau buktiin sama lo, lo semua bahwa kroco lebih unggul dari king buntut yang asepnya kaya mesin pemberantas demam berdarah (DBD).

Si king ngejar gua, gua tambah gas dan si king tertinggal lima meter, si king nampah gas lagi suara nalpotnya nambah kenceng, asepnya juga lebih banyak, tapi gak bisa gnejar gua, karena si kroco jelas terbukti lebih tanggung dari pada king buntut itu.

Hingga jarak seratus meter si king kagak ngejar gua lagi, dan gua sampailah di rumah sartika. Gua dan Sartika berangkat ke restoran cukup besar di Jakarta. 

Di situlah momen tepat gua buat untuk numpahin semua perasaan gua yang selama ini sudah membuat gua gila, segila-gilanya.

Gua pegang kedua tangannya yang sedikit lebih kecil dari pada tangan gua, gua tatap matanya dengan tatap mata tulus, di situlah gua bilang I Love You.

Dia terdiam tidak ngomong apa-apa, hati gua udah panik banged kalau-kalau dia marah ketika gua nyampein perasaan gua, kalau-kalau dia gak mau berteman lagi sama gua, dan juga kalau-kalau dia gak nerima cinta gua. 

Gak ada ekspresi wajah yang menyenangkan hatiku gua yang ada di wajahnya. Tidak ada senyum, boro-boro ngelihatin lesung pipi yang membuatnya jadi tambah imut. 

Pokonya gua merasa menjadi orang yang punya fikiran merasa bersalah banged mau ngelanjutin ngomong takut salah, gak ngelanjutin ngomong dianya diem aja.

Kamu gak mau terima cinta aku ya – tanya gua dengan nada romantis hehe. Maaf – berhenti berucap sambil menghela nafas.

Maaf apa..? – sahut gua. Aku gak bisa nolak kamu – tersenyum dan lesung pipi imutnya terlihat. Spontan gua langsung meluk dia dan bahagianya gua cinta gua diterima. (Arif Purwanto)

---oOo---

Namanya juga cerpen cinta, ya ada aroma atau nuansa romantis dan melankolis. Menurut anda semua bagaimana? Apakah karya di atas sesuai dengan harapan anda semua?

Ya mohon maaf jika kurang berkenan. Namanya juga belajar, wajar kalau kurang sempurna karena bukan penulis profesional.

Yang terpenting adalah kita mendapatkan sedikit hiburan. Ya sudahlah, kalau yang masih kurang silahkan pilih salah satu cerpen lain yang sudah disiapkan khusus untuk anda dibagian akhir pembahasan ini.

Mentari, Contoh Cerita Mini 500 Kata tentang Sahabat

Judul sebenarnya adalah “Mentari” dan merupakan contoh cerita mini 500 kata tentang sahabat yang secara khusus kita siapkan demi permintaan salah satu pengunjung setia situs contohcerita.com ini.

Contoh Cerita Mini 500 Kata tentang Sahabat
Contoh Cerita Mini 500 Kata tentang Persahabatan

Kali ini kita akan berbagi kisah seru seputar sahabat. Menarik kok, tidak terlalu panjang juga. Yang pasti karangan ini akan menjadi hiburan sekaligus sarana belajar untuk kita semua. 

Untuk Risti, pembaca setia kami yang request cerita ini, mohon maaf jika karangan ini sangat sederhana dan tidak berkenan di hati. Selain kisah ini lain waktu akan kita usahakan untuk memberikan contoh lainnya. 

1) Cerpen tentang persahabatan di sekolah
2) Cerpen 500 kata tentang persahabatan
3) Cerpen 500 kata tentang sekolah
4) Cerpen persahabatan sejati
5) Cerpen persahabatan smp
6) Cerpen sahabat terbaik
7) Cerpen pendek sekali

Khusus cerita kali ini kita akan mematok panjang ceritanya hanya sekitar 500 kata saja, tidak lebih dari itu. Ini akan dijadikan sebagai sarana latihan menulis untuk kita semua. 

Melalui contoh kali ini diharapkan rekan semua bisa mendapatkan gambaran bagaimana membuat sebuah karangan yang diinginkan. Seperti apa, yuk kita baca bersama-sama di bawah ini! 

Mentari Menari dan Bernyanyi
Contoh Cerita Mini 500 Kata tentang Sahabat 

“Hai Mentari… hari ini begitu cerah, maukah kau menemaniku pergi jalan-jalan?”, suara mendayu-dayu terdengar dari ujung telepon genggam Mentari. “Hem…”, pendek jawaban Mentari. 

“Oke… bagus deh. Setengah jam lagi kami jemput” sekali lagi suara itu mendayu, kali ini terdengar lebih membara. 

Mentari tersenyum, melemparkan ponsel genggam ke atas tempat tidur. “Dasar anak-anak…”, sambil bergumam ia kembali menyisiri halaman demi halaman novel kesukaannya. 

Santai, ia sama sekali seperti tak peduli bahwa sebentar lagi teman-temannya akan datang mengajaknya hang out. 

Dasar Mentari, untuk yang satu itu ia memang sulit di goda. Matanya tampak sangat serius meresapi nilai dan alur kata demi kata yang tertulis. Hanya ekspresi wajahnya yang kadang berubah. 

“Gila… terlalu tinggi nih cerita. Bagaimana mungkin seperti fiksi begini sih. Maksudnya apa?” tampak raut muka tak senang terpancar di wajah Mentari. 

Sejenak ia mengerutkan dahi. Ia menggali lebih dalam berbagai kemungkinan alur cerita yang diinginkan sang penulis novel. “Ah…” angan dan lamunannya buyar ketika terdengar suara teriakan dari depan rumahnya. 

“Mentari…. Kami datang….”, dengan riang Juwita menghancurkan kesenangan yang sedang digumuli Mentari. 

“Ah sial kamu Wit… pakai teriak-teriak segala!” ucap Mentari sembari mempersilahkan teman-temannya masuk. 

“Iya… maaf deh. Saking semangatnya sih. Coba lihat deh, suasana sore ini begitu cerah, enak banget buat nongkrong bareng. Iya kan Rat”, ucap Juwita. 

“Wah… benar banget tuh. Apapun yang sedang kamu lakukan pokoknya wajib dan kudu ditinggalkan sejenak. Kamu harus ikut kami santai-santai!” timpal Ratni. 

“Ih… apaan sih. Siapa bilang aku mau keluar bersama kalian?” jawab Mentari. “Eits… tidak bisa berdalih. Lagi pula, kami ke sini memang sengaja hendak menculik kamu keluar. Kami tahu, kamu pasti tidak akan ikut kalau tidak dipaksa!”, senyum Juwita cerah mengejek Mentari. 

“Kalian itu memang dasar ya…. Gadis nakal!” balas mentari sembari mencolek dagu Juwita dan Ratna. Mereka pun kemudian tertawa bersama. 

Tanpa mengizinkan Mentari berdandan seperti layaknya gadis-gadis lain jika ingin bepergian, Juwita dan Ratni langsung menarik tangan Mentari. Dengan dandanan ala kadarnya, Mentari, Juwita dan Ratna melaju dengan tawa riang. 

--- 

Bermain, layaknya anak kecil. Ketiga sahabat tersebut menghabiskan sore di alun-alun kota. Taman itu seperti milik mereka sendiri, mereka tak canggung berlarian, berkejaran kesana kemari meski banyak orang lain disana. 

“Eh… kita itu kayak orang bego enggak sih. Perasaan dari tadi banyak cowok-cowok ngeliatin kita deh?” 

“Ah… masa sih. Itu sih mungkin perasaan dik Ratni saja….” 
“Ih… serius ini. Coba deh lihat cowok berbaju coklat itu. Dia dari tadi curi-curi pandang gitu…” 

“Ah… bodo amat, paling juga naksir sama gue…” 
“Ha… ha… ha…. Dasar ke-PD-an kamu tuh!” 

Keceriaan mereka seperti tak pernah pudar. Ada saja hal kecil yang bisa membuat senyum mereka merekah bak mawar di musim hujan. Sore itu, layaknya hari lain, mereka pulang dengan hati berbunga. 

Tak ada yang bisa mengalahkan Mentari menari, tak mungkin menyaingi Juwita menyanyi. Tiga sahabat itu saling membelit, mengalirkan nuansa indah persahabatan. 

Ratni tak pernah kehilangan ide gila. Gagasannya selalu menghantarkan persahabatan itu dalam kehangatan. 

Pagi yang dingin, akhir pekan yang lama ditunggu, Mentari duduk menggumuli novel yang seperti tak pernah selesai ia baca. Keseriusan berubah canda ketika Ratni dan Juwita menghancurkan momen baca si Mentari. 

---oOo--- 

Kurang lebih lima ratus kata, mudah-mudahan contoh cerita mini tentang sahabat di atas bisa bermanfaat bagi rekan semua. Dan lagi mudah-mudahan bisa mendapatkan inspirasi serta pesan baik. 

Kita bisa menggali lebih dalam pesan moral yang ada dalam cerpen atau karangan di atas. Tentu saja hal itu bisa dilakukan jika kita memahami alur ceritanya dan mampu memahami unsur-unsur yang ada didalamnya. 

Lain waktu, khusus untuk karangan seperti ini akan ditambah beberapa judul lagi. Harapannya bisa memenuhi kebutuhan bahan bacaan bagi seluruh pengunjung setia situs ini. Itu saja, salam hangat dari kami! 

Bulan Bulat Tak Terbelah, Cerita Cinta Remaja

“Bulan Bulat Tak Terbelah”, merupakan salah satu cerita cinta remaja yang akan menyegarkan ingatan kita semua pada masa lalu yang rasanya nano-nano. Bagian dari hidup yang tak terpisahkan, masa lalu memang harus disikapi dengan baik.

Cerita Cinta Remaja
Cerita Cinta Remaja: Bulan Bulat Tak Terbelah

Cerita kita kali ini sebenarnya bisa masuk dalam kategori cerpen remaja atau juga cerpen tentang pendidikan. Meski begitu, susunan gaya penceritaannya lebih dekat ke sebuah karangan pribadi yang berbentuk curhat. 

Tidak seperti karya cerpen yang penuh keindahan dalam hal bahasa, karangan berikut sepertinya lebih menitikberatkan pada cerita yang diangkat. 

1) Cerita cinta remaja smp
2) Cerita cinta remaja romantis
3) Cerita cinta remaja masa kini
4) Cerita cinta romantis dan mesra
5) Cerita cinta yang negatif
6) Cerita cinta remaja sma
7) Cerita cinta terlarang
8) Cerita cinta pertama

Menarik, yang seperti ini sepertinya belum pernah kita hadirkan sebelumnya. Ingin tahu seperti apa, mari langsung saja kita nikmati kisah cerita berjudul “bulan bulat tak terbelah” di bawah ini. Silahkan! 

Bulan Bulat Tak Terbelah
Cerita Cinta Remaja oleh Irma 

Bagai “yin” dan “yang”, persahabatan dan cinta saling menaut, mengikat tak terberai. Pengalaman cinta yang terjebak dalam sebuah ikatan persahabatan seperti tak akan pernah letih menghantuiku. 

Tujuh tahun silam, aku adalah seorang remaja yang baru mengenal indahnya hidup. Remaja beruntung, atau mungkin yang bernasib sial karena telah mengenal cinta sejak duduk dibangku smp. 

Sebuah keindahan yang tak bisa dilukiskan dengan milyaran kata sekalipun. Indah, tapi nyatanya juga menakitkan. 

Betapa tidak, perasaan cinta tumbuh di waktu dan tempat yang tak subur, bahkan gersang. 

Tujuh tahun silam, aku adalah remaja yang periang. Aku selalu dikelilingi banyak teman. Maklum, di sekolah aku termasuk yang cukup pandai. Belum lagi tampangku yang mirip artis. 

Kala itu, aku memiliki tiga orang sahabat dekat, sangat dekat. Mirna dan Dwifi adalah sahabat yang selalu bersamaku, dalam banyak kesempatan. 

Hari-hari kami lalui dengan bahagia dan cerita. Bertiga kami menantang aral. Bertiga, kami selalu menundukkan masalah. Kami selalu berpacu dalam prestasi, berebut peringkat di kelas. 

Kami selalu akur, tak pernah ada perselisihan. Kalaupun ada, kami selalu bisa mencairkannya. 

Indah, sangat indah persahabatan itu. Tapi nasib berkata lain. Aral mulai menghadang dan menguji kebersamaan kami. 

Suatu hari, di awal semester, kami kedatangan seorang murid pindahan dari sekolah lain. Malangnya, murid tersebut masuk di kelas kami dan menjadi mentari kedua yang menghancurkan kebersamaan kita semua. 

Namanya Dika, itu nama panggilan. Anaknya tampan, sopan dan sangat manis. Dalam sebulan ia sudah mampu menggegerkan seisi kelas. 

Kalau awalnya kami selalu berpacu menuju prestasi ketika dia datang semua berubah. Semua murid cewek kini berlomba menarik dan mencuri perhatian sang Dika yang sok ganteng itu. 

Aku yang pertama sadar benar bahwa keberadaan Dika akan menghancurkan kami. Tapi, aku jugalah yang menyulut api di persahabatan itu. 

“Jangan sampai salah satu dari kita suka dengan Dika, pasti hancur persahabatan kita”, aku masih ingat benar mengatakan hal itu pada Mirna dan Dwifi. 

Waktu berlalu, kami masih mampu menahan dan membentengi diri dari virus cinta yang Dika tebarkan. Sampai akhir, pelan, sangat pelan Dika masuk di lingkaran persahabatan kami. 

Aku sangat keras menolak keberadaan Dika di persahabatan kami. Aku tak berdaya. Dika pandai mencari celah. Saat Dwifi mengundang teman sekelas di acara ulang tahunnya, saat itulah Dika menebarkan benih cinta. 

Aku semakin tak berdaya. Semakin keras aku menolak keberadaannya, semakin kuat ia menerobosnya. Semakin kuat aku membencinya, semakin menarik tingkah dan lakunya. 

Singkat cerita, aku menyerah kalah. Di sebuah malam yang sunyi bertabur rintik hujan dengan gagah aku mengakui bahwa aku suka padanya. 

Itulah momen dimana kehidupanku, persahabatanku dan sekolahku mulai kacau. Mencintai Dika adalah hal terindah dalam hidupku tapi mengenal Dika adalah bencana untuk masa depanku. 

Kini, setelah tujuh tahun berlalu, bayang persahabatan yang kuhancurkan masih ku kenang. Bayang kebersamaan dan perpisahanku dengannya masih nyata di depan mata. Meski aku sudah tak sendiri lagi. 

---oOo--- 

Unik memang kalau melihat pada judulnya. Tapi ternyata isi ceritanya mengangkat hal atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Kejadian seperti itu sepertinya banyak terjadi di kehidupan nyata bukan? Ya, sebuah pengalaman yang tak kan mungkin mudah untuk luntur. Sebuah pengalaman yang membekas di hati dan akan selalu menghiasi ingatan. 

Jangan kecewa, untuk yang lain yang kurang berkenan dengan kisah di atas sudah dipilihkan juga beberapa kisah yang mirip. Sebagai ganti kekecewaan maka telah disiapkan untuk rekan semua judul cerpen menarik yang bisa dipilih. 
Back To Top