Cerita Cerpen tentang Wirausahawan Muda Sukses Kesepian Tanpa Cinta

Penasaran nih, cerita cerpen tentang wirausaha muda sukses kesepian tanpa cinta isinya apa ya? Kalau dibaca sekilas sih cukup membuat penasaran. Apalagi dikaitkan dengan masalah romantika kehidupan asmara. Ada yang mau ikutan menikmatinya?


Hampa sekali hatiku semuanya sudah ku miliki tetapi kekasih saja aku tidak punya, aku belum pernah merasakan kebahagiaan yang anak se-usiaku rasakan, pergi di malam minggu bergandengan dengan kekasihnya, mendapatkan pujian kasih sayang, ucapan sayang dari kekasih.

Nampaknya isolasi ini telah membuatku merasa bagai orang yang hidup di tengah hutan. Tidak ada satupun orang yang bisa aku ajak bersenang-senang menikmati kekayaan yang ku miliki.

Orang tuaku memang sudah meninggal sejak aku masih kecil, karena itulah aku tumbuh menjadi anak yang sangat mandiri. 

Aku bekerja siang dan malam untuk membuat hidupku menjadi lebih bahagia. Tetapi setelah ku mendapatkan semua harta yang melimpah ini aku baru sadar bahwa uang saja tidak cukup untuk membuat hidupku bahagia. Aku membutuhkan keluarga, dan kekasih.

Semenjak SMP aku sudah membuka sebuah warung yang menjual makanan, kini aku sudah mempunyai 17 cabang warung makan yang tersebar di provinsi di Indonesia. 

Aku bangga di usiaku yang baru menginjak 20 tahun ini aku sudah mempunyai kekayaan yang melimpah ini yang ku dapat dari hasil kerja kerasku.

Tetapi hati tetap saja kurang bahagia karena terdapat sisi kehampaan yang sulit memang diungkapkan dengan kata-kata.

Ya cinta kasihku hanya ditunjukan untuk pekerjaan hingga aku lupa menyisakan cinta kasihku untuk prempuan. 

Aku terlalu berani hidup dengan mengisolasi diri tanpa mengenal seorang gadis yang sejatinya lebih sangat perlu dibandingkan dengan semua harta yang sudah aku dapat ini.

Karena hanya wanita kehampaan dalam hatiku yang sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata bisa terobati.

Tetapi meski demikian aku tidak pernah kehilangan teman, mereka para karyawanku lah yang selalu menghiburku hingga aku lupa betapa sakitnya dan tersiksanya hidup tanpa cinta seorang kekasih. 

Meski terkadang karena sering mengobrol dengan karyawanku yang rata-rata sudah menikah membuatku bertambah merasa tersiksa. Tetapi ya sudahlah hanya mereka saat ini yang bisa mengusir kesepianku.

Pak stok bahan sudah hampir habis pak. Ungkap Sartini seorang salah karyawanku yang merupakan ibu beranak satu. 

Meski sudah mempunyai anak dia tetap cantik, andai dia tidak bersuami tentu aku dengannya. Orangnya cantik, rajin dalam bekerja, dan begitu ramah denganku.

Oh iya Sarti, sekarang kamu dan mang Sukir telvon supliernya ya suruh mereka kirim bahan makanan.

Iya pak – menunduk pergi dari hadapaku – sementara aku masih sibuk melihat-lihat ruangan warung makanku. Aku mencari-cari sesuatu yang kurang dalam tempat makanku, biar tidak menjadi masalah besar untuk kenyamanan pelangganku. 

Tetapi semakin ku memandang memang belum ada probotan yang minta di ganti, karena prabotan yang terpasang di warung makanku masih cukup baik dan nyaman untuk dilihat.

Aku berjalan menuju ke belakang, di sana nampak para karyawanku begitu sibuk menyiapkan makanan untuk para pelangganku yang datang pagi ini. 

Ya mereka begitu giat, dengan terampil dan penuh ketekunan mereka bekerja. Itulah mengapa aku tidak pehitungan dan berfikir panjang bila harus menaikan gaji mereka. 

Karena seorang karyawan yang bekerja dengan hati, dengan sungguh-sungguh bagi saya wajib diberi gaji lebih, karena mereka juga aku bisa kaya dan karena mereka pula aku bisa menikmati semua ini.

Semangat mas Parno – ungkapku kepada juru masak andalan di warung makanku. Iya pak – si bapak ngagetin aja – ungkapnya sambil terus membolak-balik masakan dengan sebuah sendok panjang. 

Aku tersenyum dan lalu pergi menyecek yang lain, di sana juga ada ibu Mira yang merupakan salah satu juru masak andalan di sini selain dari pada mas Parno.

Ada enam juru masak di sini, hanya saja dua diantaranya masih belajar karena dan belum seberapa berpengalaman.

Teringat ketika dahulu belum ada mereka semua, aku harus memasak sendiri, menyajikan makanan untuk para pelanggan sendiri, dan juga mencuci piring dan gelas sendiri. 

Itulah perjuanganku dahulu sebelum aku bisa benar-benar menikmati hasilnya sekarang. Aku sangat memahami pekerjaan-pekerjaan yang sedang karyawanku lakukan, maka dari itu aku sebijak mungkin ketika menjadi pimpinan di sini.

Tetapi setelah ku mulai usahaku dengan gigih, kini aku benar-benar bisa merasakan nikmatnya berjuang dari bawah.

Itulah yang selalu aku motivasikan kepada para karyawan-karyawanku bahwa berjuang memanglah harus dari bawah, dengan demikian hasil perjuangan tersebut akan terasa lebih sangat indah. 

Sebuah hasil tidak akan menghianati sebuah proses, bila proses dilewati dengan baik maka hasilnya juga akan baik.

Kehampaanku datang ketika warung makanku sudah tutup pada pukul 9 malam, di sana mulailah sepi tidak ada teman untuk menghibur hati. 

Begitu juga ketika aku pulang ke rumah tidak ada yang menyambutku dan membukakanku pintu. Ini malam yang sangat jahat bagiku, tetapi aku punya solusi, dan ini solusi terbaik untuk melawan malam yang jahat ini.

Solusinya adalah dengan tertidur, semakin cepat aku tertidur maka tentulah aku akan terhindar dari gangguan menyebalkan dari malam yang jahat. 

Ya ini hanya alternatif bukan solusi, aku juga tidak tahu sampai kapan aku harus melakukan cara bodoh ini, di sisi lain aku juga tahu sebuah solusi tetapi aku bingung cara mendapatkan solusi tersebut.

Solusinya adalah mencari seorang gadis dan kemudian aku pinang, hanya saja sampai sekarang aku juga bingung karena jodoh belum juga aku dipertemukan. 

Memang hanya tuhan yang tahu, tetapi sampai kapan aku terus merasa gelisah seperti ini merindukan seorang kekasih hati yang belum tahu aku di mana letaknya dan kapan datangnya.

Kesepianku tidak serta merta bisa dengan mulus menghantarkanku ke dalam lembah mimpi yang indah.

Karena di dalam kesepianku terdapat hati yang benar tersiksa, hingga menimbulkan jeritan hati yang lebih keras berisiknya dari pada suara kereta lewat. 

Ya aku begitu tersiksa dengan bisingnya suara hatiku sendiri hingga sudah sepertiga malam menjelang pagi aku juga belum bisa tidur.

Aku terbangun dari posisi terbaring dan lekas ku beranjak ke kamar mandi, di situlah ku basuh mukaku untuk meredam jeritan hati yang begitu bising itu. 

Ya hanya mukaku yang terasa segar, sedang hatiku masih terus menangis. Sungguh tidak masuk akal hanya memimpikan seorang kekasih aku lantas lemah seperti seekor singa tanpa taring dan kuku.

Aku mengambil wudhu, segera ku sujudkan kepalaku ke lantai mengucap nama sang pencipta untuk mendaptakan ketenangan hati dan jiwa.

Sedikit bisa mengobati hatiku yang menjerit, di situlah hingga kemudian tidur bisa ku mulai hingga pagi menjelang aku belum juga terbangun. 

Mungkin karena menuruti hati yang menjerit hingga larut malam membuatku lelah sampai aku bangun kesiangan.

Beruntung aku mempunyai seorang karyawan yang bekerja dengan dedikasi tinggi, sehingga tanpa akupun mereka sudah mengetahui pekerjaannya masing-masing. (Arif Purwanto)

Cerpen, Jodohku Datang di Masa Liburan

Cerpen tentang Jodoh - Suasana yang cerah, ini kali pertamaku datang di desa yang masih mempunyai pemandangan yang begitu asri. Tetapi sebenarnya bukanlah desa tujuanku, tetapi destinasi yang ada di desa ini yang menjadi tujuan utama.

Cerpen, Jodohku Datang di Masa Liburan
Contoh Cerpen tentang Jodoh

Tetapi pemandangan desa yang masih asri juga menjadi daya tarik tersendiri bagiku ketika bermukim di penginapan sederhana yang terletak satu kilo dari destinasi wisata alam yang akan ku datangi.

Ini adalah desa Kelinci, yang merupakan dataran tinggi berhiaskan tanaman hijau yang tertata rapih, serta sungai jernih yang mengalir tanpa saling mendahului.

Musim libur seperti inilah banyak para wisatawan lokal maupun manca negara yang datang untuk berlibur dan berwisata di sini.

Di sinilah ada salah satu destinasi air terjun yang sangat indah, yang menjadi tujuan utama para wisatawan ketika berlibur di desa Kelinci ini. 

Air terjun tersebut adalah air terjun sumo ilang. Meski masyarakat setempat selalu mengkaitkan tempat tersebut dengan hal mistis, tetapi cerita mistis tersebut tidak mengurangi jumlah wisatawan yang datang.

Dan hari ini aku akan mendatangi air terjun Sumo Ilang tersebut sendirian, karena memang aku berangkat dari kota sendiri tanpa teman. 

Karena semua temanku rata-rata pulang ke kampung halamannya masing-masing, sedangkan aku yang kerja dan bersekolah di kota memilih untuk berlibur ketika hari libur datang.

Di desa Kelincilah aku menghabiskan waktu liburanku, hingga nanti akhirnya waktu libur usai. Aku yang sudah dalam keadaan segar, dan wewangian yang sedikit melekat di pakaianku, serta pakaian santai untuk berjalan-jalan, siap untuk pergi ke air terjun sumo ilang.

Aku menggunakan motor yang aku sewa dari penginapan, karena memang medan tidak memungkinkan bila harus menggunakan mobil.

Medan hanya bisa dicapai dengan menggunakan motor ataupun sepeda. Karena hanya ada motor di sini maka yang kupergunakan adalah motor.

Motor Rx- King mulai ku pacu melintasi jalan sempit pedesaan yang naik dan turun. Sementara di tengah jalan aku bertemu dengan seorang gadis yang nampak berjalan sendirian.

Sekilas dari belakang dia adalah gadis yang cantik, kulitnya putih, rambutnya hitam bergelombang dan tidak terlalu panjang serta tinggi.

Aku segera memelankan laju motorku dan berjalan mengiringinya di sampingnya sambil bertanya "Hey mau kemana" – Tanyaku sambil melihatnya ternyata memang dia gadis yang cantik.

Dia melihatku sambil tersenyum,"Aku mau ke air terjun, boleh aku menumpang.?" – Ungkapnya mempelihatkan gigi kelincinya.

"Tentu saja, aku juga hendak pergi ke air terjun" – Berhenti dan mempersilahkan gadis cantik tersebut menumpang motorku.

"Oh iya..?" – Ungkapnya berjalan melewati belakang motorku dan duduk di belakangku.

"Iya, sepertinya kau bukan orang sini..?" – tanyaku sambil mulai berjalan dengan suara cukup keras dari kenalpot motor dua tak ini.

"Ya kau benar, aku dari kota dan sedang berlibur di sini" – berbisik pelan di samping belakang kupingku.

"Kau sendirian..?, mana temanmu, keluargamu..?" – Tanyaku lagi sambil mengurangi kecepatan melintasi turunan.

"Aku tidak bersama mereka, karena memang aku ke sini ingin menghabiskan liburanku sendiri" Jawabnya sambil memegang punggungku menahan posisi ketika di turunan.

"Kau asli orang sini..?" – Tanyannya penasaran dengan wajah tersenyum.

"Bukan, aku juga dari kota, akupun sendiri ke sini, karena memang tidak ada teman" – Jawabku sederhana.

"Oh ya, kau tidak membawa kekasimu..?" – Tanyanya dengan nada genit.
"Tidak, aku tidak mempunyai seorang kekasih" – Jawabku tanpa ekspresi tersenyum maupun sedih.

"Kita belum berkenalan, siapa namamu..?" – Tanyannya membisik di samping belakang kupingku.
"Namaku Rehan, namamu siapa..?" – Tanyaku kepada gadis cantik yang berada di belakangku.

"Aku Sarah" Jawabnya dengan suara sangat lembut dan meleleh di dalam hatiku.

Tak kalam kemudian aku sampai di tempat tujuan dan ku mulai turun dari kendaraanku, berjalan menuruni bukit untuk bisa sampai ke air terjun.

"Wah Rehan kau dengar itu suara air terjun" – Ungkapnya mendengar air terjun begitu bahagia.
"Ya kau benar, kita hanya tinggal melewati turunan ini untuk bisa sampai ke air terjun" – Ungkapku.

Kami sampai di sungai yang mengalir tidak terlalu deras karena terhalang oleh bebatuan yang tersusun rapih yang biasa digunakan sebagai jembatan untuk mencapai air terjun. 

Sementara itu ku lihat di sebelah kanan air terjun yang sangat deras nan indah. Tidak banyak orang di sini aku hanya melihat 4 orang laki-laku dan dua prempuan yang nampak sekilas berumur dua puluh tahunan.

Aku dan sarah langsung berjalan melewati bebatuan untuk bisa berenang di bawah air terjun tepat. Kami saling bergandengan karena Sarah nampak ketakutan ketika melintasi bebatuan yang tidak rata tersebut.

Aku begitu betah berlama-lama menggenggam tangannya, tangannya begitu halus, lembut, hingga menimbulkan ketertarikan, cinta dalam fikiranku. 

Ya mungkin ini kali pertamaku bertemu dengannya tetapi hati ini sudah ada ketertarikan kepadanya, mungkin karena dia adalah orang yang mengasyikan, dan cantik.

Setelah sampai tepat di bawah air terjun, Sarah langsung berenang di bawah air terjun. Sementara aku juga mengikutinya berenang tepat di bawah air terjun. 

Kepala kami di hujani air yang tidak seberapa banyak ini, tetapi cukup panas ketika mengenai kepala. Kami menjaga jarak dari turunnya air terjun dan lebih memilih untuk berenang di sekitar air terjun.

"Airnya segar banged" – Ungkap Sarah nampak begitu bahagia menikmati dinginnya dan segarnya air terjun.

"Kau benar kita tidak akan menemui air sejernih dan menyegarkan ini di kota, mari menyelam" – teriaku dan menenggelamkan diri sementara Sarah juga menenggelamkan diri.

Kami menyelam, dan ku buka mataku di dalam air yang buram, nampak dia menahan nafas dan berterbangan gelembung dari nafasnya yang bocor. Hingga tak lama kemudian kepalanya keluar dari air.

"Hah hah" ungkapnya sedikit sesak karena terlalu lama menahan nafas.

Kami begitu puas menikmati air yang jernih lagi dingin ini dengan bercanda tawa dan berenang bersama.

Hingga badan kami kemudian lelah, dan sudah terlalu dingin kami menyudahi menikmati air jernih dengan air terjun yang indah ini.

Kami kembali ke parkiran dan kemudian beranjak untuk pulang. Aku mengantarkan sarah ke penginapannya tanpa mampir, karena sadar tubuh ini semakin dingin dan membutuhkan pakaian hangat. 

Tetapi setidaknya adanya sarah di sini menambah kebahagiaanku menjalani liburan kali ini. Hati ini sedikit yakin bahwa dialah memang jodohku, aku akan memperjuangkannya, namun sebelum itu tentu kita butuh pendekatan.

Tuhan aku hanya bisa berharap bahwa aku hanya ingin dipersatukan dengan gadis yang sudah ku anggap sebagai jodohku. Restuilah langkahku untuk mendapatkan hatinya, karena hati ini begitu yakin dialah jodohku. (Arif Purwanto)

---oOo---

Cerpen Cinta Terbaru, Wanita di Mataku

Cerpen Cinta Terbaru, "Wanita di Mataku" - mungkin anda semua akan terkejut jika membaca karangan yang satu ini. Ya, kalau dirasakan secara seksama, seolah karangan ini berbentuk ungkapan perasaan. Tapi cukup menarik juga, apalagi ini juga mengungkapkan sebuah kisah yang penuh warna.

Cerpen Terbaru, Wanita di Mataku
Cerpen tentang Nembak Cewek atau Mengungkapkan Isi Hati
ke Orang yang Disukai

Bisa sekedar untuk variasi juga. Dengan begitu koleksi kisah cerpen yang ada bisa tambah lengkap lagi. Kita bisa mencari apapun tema cerpen yang ingin dibaca.

Tidak akan ada kata bosan kalau setiap hari ada satu karya baru. Paling tidak, dalam satu minggu kita bisa membaca beberapa cerpen pilihan dengan tema yang sesuai.

Untuk yang kali ini juga tak kalah menarik kok. Bahasa yang digunakan sederhana, tidak terlalu panjang juga. Dari pada penasaran lebih baik ikut membaca ya. Silahkan!

Wanita di Mataku
Cerita Cerpen oleh Apw

banyak orang bilang bahwa daya tarik wanita ada di bagian fisik, seperti badan indah, wajah yang cantik, dan juga rambut panjang.

Sehingga bila orang tersebut sudah membayangkan wanita maka yang ada pikiran kotor. Tetapi berbeda bagi gua, gua menilai seorang perempuan bukanlah dari bentuk fisik.

Tetapi lebih dalam lagi gua nilai dari kepribadian, dari situlah gua bisa tahu wanita itu benar-benar cantik.

Tentang wanita cantik karena dada yang mantap, badannya indah, dan ah... gua tidak munafik boy, tetapi alangkah baiknya kita juga harus tahu kepribadian sifat dari perempuan yang hendak kita dekati. 

Biar kita benar-benar tahu, benar-benar bisa mengambil kesimpulan bahwa perempuan tersebut benar-benar cantik atau justru malah sebaliknya hanya cantik fisik tetapi tentang sikap dan keperibadadian nol besar.

Tetapi memang kebanyakan perempuan, cantik fisik lebih diprioritaskan hingga mereka lupa bahwa cantik tidak hanya dari fisik, tetapi keperibadian yang menyenangkan dan sikap yang bisa bikin kita nyaman. 

Bahkan prempuan selalu strees ketika beratnya naik satu kilo aja, tetapi tidak pernah stes ketika ilmu keperibadian, ilmu sikap kurang dan butuh ditambah dengan cara belajar.

Seperti cewe yang sedang gua deketin saat ini sekarang, kita belum pacaran si tetapi kita sudah deket banged. Bahkan sudah saling berbicara rindu, cinta, tetapi yang anehnya itu kita belum jadian. 

Gua tidak ada niatan untuk gantungin cintanya dengan tidak nembak dia, gua hanya tunggu waktu yang tepat ngungkapin semuanya. Karena sumpah walaupun hanya temen gua udah begitu suka sama dia.

Namanya Sartika orangnya cantik, kepribadian dan sikapnya juga asyik, itulah yang bikin gua kesem-sem sama dia.

Ya singkat si ceritanya ketika gua bisa kenal sama dia, gua modusin dulu baru deh kita bisa kenalan, chat tiap hari sambil melemparkan perhatian satu sama lain, dan terkadang juga gua pergi makan bareng.

Beh gua bahagia banged kalau lagi dapat chat dari dia, terlebih ketika pergi jalan bareng, hati rasanya nyaman. 

Pernah gua bilang ke dia tentang perasaan gua, tetapi dia anggap gua hanya main-main. Itulah sebabnya gua harus cari waktu yang tetap, momen yang tepat buat ngungkapin semuanya biar dia tu bener-bener percaya kalo gua suka dan sayang sama dia.

Gua sendiri masih bingung momen tepat itu harus di cari atau di tunggu, bila di cari gua bingung kemana harus mencari, bila di tunggu gua juga lebih bingung sampai kapan gua harus menunggu. 

Momen tepat yang masih abstrak ini memang membuat gua gila, gila, dan segila-gilannya, seperti matahari yang di kejar anak kecil semakin anak kecil berlari semakin matahari itu jauh. 

Gua ngerasa emang seperti anak kecil yang lagi ngejar matahari di dataran bumi. Jadi sampai lebaran kuda semberani ya gak bakalan gua bisa pegang yang namnya momen tepat itu.

Tetapi gua gak boleh nyerah, terlebih setelah gua merenung sepanjang hari. Gua jadi kepikiran gini, momen tepat kitalah yang buat yang dimulai dari usaha.

Berhasil atau tidaknya momen tepat itu tergantung takdir tetapi yang terpenting kita sudah berusaha. 

Mungkin besok malam gua akan ajakin jalan-jalan Sartika ke tempat yang romantis di sanalah gua akan tumpahin semua perasaan gua, dan membuat yakin Sartika bahwa memang gua benar-benar cinta sama dia.

Gua ambil ponsel dan tombolnya gua pencet, gua ketik pesan dan kirim ke Sartika. Pesan ajakan jalan bareng dengan suasana nan romantis.

Gua hanya bisa berharap malam besok dia tidak sibuk, jadi dia bisa pergi sama gua. 

Sepuluh menit kemudian dia balas pesan gua, dia bilang dia bisa jalan sama gua. Sumpah gua bahagia banged sampe-sampe gua njerit sendiri di kamar kaya orang gila. 

Pintu gua di buka ama mak gua,"Lue kenapa Ri teriak-teriak gak jelas malem-malem", ungkap ibu gue. Gak papa mak, cuma lagi seneng aja. Kenapa – ibu gua tambah penasaran dan duduk di samping gua.

Gak ada apa-apa kok – berbaring di atas kamar menutup muka dengan selimut tebal. Udah main-main rahasia-rahasiaan ni sama emak, oke. Emak pergi dari kamar dan kemudian menutup pintu kamarku seperti semula.

Sampailah malam yang ditunggu, gua siapin penampilan gua untuk malam ini. Pokoknya gua harus totalitas, totalitas dalam gaya pakaian dan rambut, totalitas gaya berbicara, biar Sartika bisa demen ama gua haha. 

Gua keluar dari rumah dengan bau minyak wangi yang mesih tercium dari jarak dua meter, dan rambut yang kelimisnya minta ampun kaya disiram minyak goreng. 

Tapi gua pakai pomade lo, bukan minyak goreng yang sudah buat goreng ikan asin sepuluh kali yang warnannya item. Tengsin dong masa mau kencan bauk ikan asin.

Gua hidupin si kroco – nama motor antik gua CB 100 yang sudah gua modif – walaupun kelasik tetapi tarikannya tetep baik. 

Gak kalah pokoknya dengan motor produksi sekarang yang menang dari tampilan doang, soal mesin ya gak ada yang sebandel si kroco.

 Oke gua buktiin ni ya ketangguhan si kroco. Liatin tu king buntut dua tak yang kecepatannya tidak seberapa itu gua salip. 

Mberem, meberem, gua geber si kroco biar pengguna king buntut panas dan ngejar gua. Ni gua mau buktiin sama lo, lo semua bahwa kroco lebih unggul dari king buntut yang asepnya kaya mesin pemberantas demam berdarah (DBD).

Si king ngejar gua, gua tambah gas dan si king tertinggal lima meter, si king nampah gas lagi suara nalpotnya nambah kenceng, asepnya juga lebih banyak, tapi gak bisa gnejar gua, karena si kroco jelas terbukti lebih tanggung dari pada king buntut itu.

Hingga jarak seratus meter si king kagak ngejar gua lagi, dan gua sampailah di rumah sartika. Gua dan Sartika berangkat ke restoran cukup besar di Jakarta. 

Di situlah momen tepat gua buat untuk numpahin semua perasaan gua yang selama ini sudah membuat gua gila, segila-gilanya.

Gua pegang kedua tangannya yang sedikit lebih kecil dari pada tangan gua, gua tatap matanya dengan tatap mata tulus, di situlah gua bilang I Love You.

Dia terdiam tidak ngomong apa-apa, hati gua udah panik banged kalau-kalau dia marah ketika gua nyampein perasaan gua, kalau-kalau dia gak mau berteman lagi sama gua, dan juga kalau-kalau dia gak nerima cinta gua. 

Gak ada ekspresi wajah yang menyenangkan hatiku gua yang ada di wajahnya. Tidak ada senyum, boro-boro ngelihatin lesung pipi yang membuatnya jadi tambah imut. 

Pokonya gua merasa menjadi orang yang punya fikiran merasa bersalah banged mau ngelanjutin ngomong takut salah, gak ngelanjutin ngomong dianya diem aja.

Kamu gak mau terima cinta aku ya – tanya gua dengan nada romantis hehe. Maaf – berhenti berucap sambil menghela nafas.

Maaf apa..? – sahut gua. Aku gak bisa nolak kamu – tersenyum dan lesung pipi imutnya terlihat. Spontan gua langsung meluk dia dan bahagianya gua cinta gua diterima. (Arif Purwanto)

---oOo---

Namanya juga cerpen cinta, ya ada aroma atau nuansa romantis dan melankolis. Menurut anda semua bagaimana? Apakah karya di atas sesuai dengan harapan anda semua?

Ya mohon maaf jika kurang berkenan. Namanya juga belajar, wajar kalau kurang sempurna karena bukan penulis profesional.

Yang terpenting adalah kita mendapatkan sedikit hiburan. Ya sudahlah, kalau yang masih kurang silahkan pilih salah satu cerpen lain yang sudah disiapkan khusus untuk anda dibagian akhir pembahasan ini.

Bulan Bulat Tak Terbelah, Cerita Cinta Remaja

“Bulan Bulat Tak Terbelah”, merupakan salah satu cerita cinta remaja yang akan menyegarkan ingatan kita semua pada masa lalu yang rasanya nano-nano. Bagian dari hidup yang tak terpisahkan, masa lalu memang harus disikapi dengan baik.

Cerita Cinta Remaja
Cerita Cinta Remaja: Bulan Bulat Tak Terbelah

Cerita kita kali ini sebenarnya bisa masuk dalam kategori cerpen remaja atau juga cerpen tentang pendidikan. Meski begitu, susunan gaya penceritaannya lebih dekat ke sebuah karangan pribadi yang berbentuk curhat. 

Tidak seperti karya cerpen yang penuh keindahan dalam hal bahasa, karangan berikut sepertinya lebih menitikberatkan pada cerita yang diangkat. 

1) Cerita cinta remaja smp
2) Cerita cinta remaja romantis
3) Cerita cinta remaja masa kini
4) Cerita cinta romantis dan mesra
5) Cerita cinta yang negatif
6) Cerita cinta remaja sma
7) Cerita cinta terlarang
8) Cerita cinta pertama

Menarik, yang seperti ini sepertinya belum pernah kita hadirkan sebelumnya. Ingin tahu seperti apa, mari langsung saja kita nikmati kisah cerita berjudul “bulan bulat tak terbelah” di bawah ini. Silahkan! 

Bulan Bulat Tak Terbelah
Cerita Cinta Remaja oleh Irma 

Bagai “yin” dan “yang”, persahabatan dan cinta saling menaut, mengikat tak terberai. Pengalaman cinta yang terjebak dalam sebuah ikatan persahabatan seperti tak akan pernah letih menghantuiku. 

Tujuh tahun silam, aku adalah seorang remaja yang baru mengenal indahnya hidup. Remaja beruntung, atau mungkin yang bernasib sial karena telah mengenal cinta sejak duduk dibangku smp. 

Sebuah keindahan yang tak bisa dilukiskan dengan milyaran kata sekalipun. Indah, tapi nyatanya juga menakitkan. 

Betapa tidak, perasaan cinta tumbuh di waktu dan tempat yang tak subur, bahkan gersang. 

Tujuh tahun silam, aku adalah remaja yang periang. Aku selalu dikelilingi banyak teman. Maklum, di sekolah aku termasuk yang cukup pandai. Belum lagi tampangku yang mirip artis. 

Kala itu, aku memiliki tiga orang sahabat dekat, sangat dekat. Mirna dan Dwifi adalah sahabat yang selalu bersamaku, dalam banyak kesempatan. 

Hari-hari kami lalui dengan bahagia dan cerita. Bertiga kami menantang aral. Bertiga, kami selalu menundukkan masalah. Kami selalu berpacu dalam prestasi, berebut peringkat di kelas. 

Kami selalu akur, tak pernah ada perselisihan. Kalaupun ada, kami selalu bisa mencairkannya. 

Indah, sangat indah persahabatan itu. Tapi nasib berkata lain. Aral mulai menghadang dan menguji kebersamaan kami. 

Suatu hari, di awal semester, kami kedatangan seorang murid pindahan dari sekolah lain. Malangnya, murid tersebut masuk di kelas kami dan menjadi mentari kedua yang menghancurkan kebersamaan kita semua. 

Namanya Dika, itu nama panggilan. Anaknya tampan, sopan dan sangat manis. Dalam sebulan ia sudah mampu menggegerkan seisi kelas. 

Kalau awalnya kami selalu berpacu menuju prestasi ketika dia datang semua berubah. Semua murid cewek kini berlomba menarik dan mencuri perhatian sang Dika yang sok ganteng itu. 

Aku yang pertama sadar benar bahwa keberadaan Dika akan menghancurkan kami. Tapi, aku jugalah yang menyulut api di persahabatan itu. 

“Jangan sampai salah satu dari kita suka dengan Dika, pasti hancur persahabatan kita”, aku masih ingat benar mengatakan hal itu pada Mirna dan Dwifi. 

Waktu berlalu, kami masih mampu menahan dan membentengi diri dari virus cinta yang Dika tebarkan. Sampai akhir, pelan, sangat pelan Dika masuk di lingkaran persahabatan kami. 

Aku sangat keras menolak keberadaan Dika di persahabatan kami. Aku tak berdaya. Dika pandai mencari celah. Saat Dwifi mengundang teman sekelas di acara ulang tahunnya, saat itulah Dika menebarkan benih cinta. 

Aku semakin tak berdaya. Semakin keras aku menolak keberadaannya, semakin kuat ia menerobosnya. Semakin kuat aku membencinya, semakin menarik tingkah dan lakunya. 

Singkat cerita, aku menyerah kalah. Di sebuah malam yang sunyi bertabur rintik hujan dengan gagah aku mengakui bahwa aku suka padanya. 

Itulah momen dimana kehidupanku, persahabatanku dan sekolahku mulai kacau. Mencintai Dika adalah hal terindah dalam hidupku tapi mengenal Dika adalah bencana untuk masa depanku. 

Kini, setelah tujuh tahun berlalu, bayang persahabatan yang kuhancurkan masih ku kenang. Bayang kebersamaan dan perpisahanku dengannya masih nyata di depan mata. Meski aku sudah tak sendiri lagi. 

---oOo--- 

Unik memang kalau melihat pada judulnya. Tapi ternyata isi ceritanya mengangkat hal atau kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. 

Kejadian seperti itu sepertinya banyak terjadi di kehidupan nyata bukan? Ya, sebuah pengalaman yang tak kan mungkin mudah untuk luntur. Sebuah pengalaman yang membekas di hati dan akan selalu menghiasi ingatan. 

Jangan kecewa, untuk yang lain yang kurang berkenan dengan kisah di atas sudah dipilihkan juga beberapa kisah yang mirip. Sebagai ganti kekecewaan maka telah disiapkan untuk rekan semua judul cerpen menarik yang bisa dipilih. 

5 Contoh Cerpen Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Ada sekitar 5 contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan juga ekstrinsik yang pembahasannya cukup lengkap dan menyeluruh. Analisis cerpen tersebut hanya sebagian dari banyak analisis karya sastra yang sudah dibahas di situs contohcerita.com ini.

5 Contoh Cerpen Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Banyak memang yang membutuhkan contoh analisis untuk belajar di rumah. Dalam pelajaran bahasa Indonesia kita juga mempelajari mengenai karya sastra dimana didalamnya kita juga belajar menggali yang lebih banyak.

Melalui karya sastra kita bisa menggali pesan-pesan yang ada sekaligus mengapresiasi karya tersebut. yaitu dengan analisa lebih jauh. Kadang membuat analisis sebuah karya seperti itu tidak gampang. Apalagi masih belajar.

1) Contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya
2) Contoh cerpen singkat dan unsur intrinsiknya
3) Cerpen pendidikan dan unsur intrinsiknya
4) Contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik
5) Contoh cerpen beserta unsur intrinsiknya dan sinopsisnya
6) Contoh cerpen beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik 2013
7) Contoh cerpen singkat beserta unsur intrinsiknya dan ekstrinsiknya
8) Contoh cerpen persahabatan beserta unsur intrinsik dan ekstrinsik dan sinopsisnya

Oleh karena itu kita berusaha menyajikan banyak referensi sebagai gambaran awal dan sederhana bagaimana melakukan analisa pada sebuah karya. Dari pada lama-lama mari kita bahas satu per satu contohnya!

Yang pertama, bukan yang paling bagus atau yang paling sempurna sih tetapi yang ini bisa dijadikan bahan referensi untuk belajar. Yang ini cukup sederhana dan tidak terlalu berat juga sih. Cerpen ini juga cukup bagus.

Judul cerpen yang ada dalam analisa ini yaitu "Si Penjaga Kubur" yaitu sebuah cerpen horor yang cukup singkat alias pendek. Untuk gambaran, berikut kita bisa baca cuplikan bagian awal cerpen tersebut.

Pada suatu ketika aku dan keluarga hendak berlibur ke Bali, namun nasib buruk menimpa kami, karena di tengah perjalanan ban mobil kami kempes. 

Dan yang lebih apes lagi, kempes di waktu malam hari sekitar jam 03:00 dini hari.Aku pun menghubungi salah seorang pembantuku untuk mengirimkan sebuah ban serep yang ada di rumah. 

Mungkin bisa ditebak isinya seperti apa. Bagi rekan pelajar dan adik-adik semua yang membutuhkan khusus dengan tema seperti ini bisa dibaca langsung dari judulnya di atas.

Supaya tidak monoton kita juga sudah siapkan cerita pendek yang berbeda, unik dan juga menarik. Kalau kebanyakan kita berbicara dengan tema cinta atau persahabatan pada contoh kedua ini kita akan berbicara mengenai binatang kesayangan.

Mungkin ada yang punya hewan peliharaan yang sangat disayangi? Menarik jika kita bisa membaca sebuah cerpen dengan tema tersebut. Apalagi jika kita bisa mengupas lebih dalam dari karya cerpen ini.

Contoh kedua ini berjudul "Anjing Hitam Besar". Karya ini masuk dalam kategori cerpen lucu singkat. Sudah dilengkapi dengan analisis yang dibutuhkan yaitu dari sisi unsur intrinsik. 

Angin berhembus semilir, berputar mengelilingi kepala Purwanto yang plontos, suasana pagi yang begitu sempurna bagi seorang Purwa, apalagi ia bersantai – duduk di beranda rumah - ditemani segelas kopi hangat.

“Suasana seperti ini begitu indah, udara yang sejuk, burung yang bernyanyi dan istri cantik yang menemani”, ucap Purwa sembari melirik sang istri yang duduk sambil mengunyah sepotong singkong goreng.

Kalau rekan semua hanya ingin membaca ceritanya tidak apa-apa karena ceritanya juga tidak terlalu panjang. Cerita cerpen tersebut sengaja disusun atau dibuat sekedar untuk bahan belajar saja. 

Bukan dari karya profesional tetapi juga sudah dilengkapi dengan analisis yang dibutuhkan. Bagi rekan pelajar yang ingin mempelajarinya silahkan melalui tautan di atas.

Selain dua judul di atas masih ada beberapa judul lain lagi. Yang ketiga ini bisa dikatakan merupakan hiburan yang cukup menarik. Kisah yang diangkat merupakan hal ringan tetapi sangat menghibur. Ada sensasi humor yang cukup terasa.

Judulnya "Mak Ijah Mencari Hewan Peliharaan", merupakan sebuah cerpen lucu yang cukup pendek untuk dinikmati di waktu luang. Seperti apa kisahnya ya, untuk gambaran silahkan baca petikan berikut!

Sudah satu minggu ini Mak Ijah banyak menghabiskan waktunya duduk di taman depan. Matanya terlihat nanar, napasnya terdengar berat, sesekali ia mengelus tangan kirinya yang terasa dingin. 

Laksana bunga yang ditinggalkan kumbang-nya, ia kesepian. Ia hanya berbicara dengan angin berkeluh kesah dengan dedaunan. 


Kok kalau dibaca secara seksama jadi sedih juga ya. Suasana yang ada dalam pembukaan cerpen itu bisa menyentuh hati. Penasaran tidak, kalau penasaran silahkan bisa dibaca sendiri sekaligus mempelajari analisisnya.

"Antara Kau dan Kakakmu", melihat dari judulnya di atas rasanya sudah bisa ditebak apa isi didalamnya ya? Benar sekali, yang ke empat ini sekedar untuk tambahan saja. Kan siapa tahu ada yang mencari tema cinta.

Dalam analisis cerpen pada judul ke empat ini kita akan menikmati sebuah kisah tentang cinta yang terbelah pada dua jiwa berbeda. Cinta segitiga, kita biasa menyebutnya seperti itu. Bagus kok, alurnya juga menyenangkan. Lihat kutipan awal ceritanya di bawah ini.

Sebut saja namaku Rangga, aku adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan yang ada di Jakarta. Baru-baru ini aku dipusingkan dengan sebuah cinta segitiga yang melandaku. Aku dicintai dua orang gadis sekaligus yang merupakan kakak beradik. Dia adalah Endang yang merupakan adik dari si Rika.

Endang adalah temanku sekolah dan kami telah lama kenal. Bahkan kami sering jalan dan makan bareng. Sedangkan aku mengenal kakak Endang ketika Endang mengajakku ke rumahnya dan memperkenalkan kepada keluarganya.

Karena diberikan lima buah maka tidak ada salahnya kita selipkan satu tema remaja seperti di atas. Bagi yang berminat silahkan baca melalui judulnya yang dibagian atas ya.

Kalau yang terakhir ini kita siapkan yang unik dan yang menarik. Tema dari cerita pendek ini sesungguhnya tentang kehidupan sehari-hari. Kisahnya diangkat dari inspirasi kejadian - kejadian sederhana yang ada di sekitar kita.

Judulnya unik, yaitu "Gara-Gara Masako", isinya tentu akan berhubungan dengan dunia wanita yaitu masak-memasak. Petikan cuplikan cerpen tersebut bisa dibaca berikut ini.

Sebut saja namanya ibu Endang, dia dan suaminya adalah pengantin baru. Layaknya pengantin baru pada umumnya ibu Endang dan suaminya harus bisa menyesuaikan diri dengan tugas dan kewajibannya.

Ibu Endang dengan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya mempunyai kewajiban mencari nafkah.

Itu tadi beberapa contoh cerpen yang dilengkapi dengan unsur intrinsik bahkan ada yang sampai unsur ekstrinsiknya sekaligus. Bisa dipilih mana yang akan dipelajari lebih lanjut. Bisa disalin terlebih dahulu agar lebih mudah.

Di situs ini sebenarnya banyak sekali contoh yang sekaligus sudah dilengkapi analisa. Tapi kali ini kita pilihkan beberapa judul saja. Lain waktu kita akan bahas lagi cerpen lainnya.

Mudah-mudahan dengan dibahas lengkap beserta unsur intrinsik maka semua bisa menjadi lebih jelas. Sampai disini, salam hangat dari kami. Tetap semangat belajar ya!
Back To Top