Cerpen tentang hantu. Sesekali tidak apalah membaca cerpen dengan tema seputar hal yang menakutkan? Ya, cerpen singkat tentang hantu yang akan kita baca kali ini adalah sebuah koleksi terbaru yang ditulis khusus bagi yang suka dengan tema ini.
Harapannya, mudah-mudahan karya ini bisa melengkapi koleksi yang sudah ada. Karya cerpen berjudul "kamar tidur tua" ini jelas sekali intinya menceritakan tentang sebuah kamar tidur.
Kamar yang bagaimana, jelas yaitu kamar yang sudah lama tidak digunakan dan juga tidak begitu dirawat. Kira-kira cerita dari cerpen horor ini seperti apa ya? Apakah di dalam cerpen ini ada penampakan-penampakan yang seram?
Tidak harus seperti itu juga, hal yang menakutkan bisa saja terjadi meski kita tidak melihat wujud atau bentuk yang tidak lazim. Bisa juga karena ada kejadian-kejadian yang tidak bisa diterima dengan akal.
Dalam cerpen ini dikisahkan ada satu keluarga yang pindah rumah karena sang ayah harus pindah tugas. Tentu saja mereka membeli rumah baru untuk ditempati.
Di situ akhirnya timbul masalah. Ternyata, di rumah baru tersebut, meski baru satu hari, sudah ada kejadian yang aneh. Bukan hanya aneh tetapi menakutkan, bagaimana tidak, kedua anak mereka yang tidur di kamar tidur masing-masing pagi harinya terbangun dan sudah berada di kamar tua tersebut.
Menyeramkan bukan? Akan lebih menyeramkan lagi jika kita lihat detail kejadian tersebut. Kita baca langsung cerpen misteri tersebut di bawah ini.
Kamar yang bagaimana, jelas yaitu kamar yang sudah lama tidak digunakan dan juga tidak begitu dirawat. Kira-kira cerita dari cerpen horor ini seperti apa ya? Apakah di dalam cerpen ini ada penampakan-penampakan yang seram?
Tidak harus seperti itu juga, hal yang menakutkan bisa saja terjadi meski kita tidak melihat wujud atau bentuk yang tidak lazim. Bisa juga karena ada kejadian-kejadian yang tidak bisa diterima dengan akal.
Dalam cerpen ini dikisahkan ada satu keluarga yang pindah rumah karena sang ayah harus pindah tugas. Tentu saja mereka membeli rumah baru untuk ditempati.
Di situ akhirnya timbul masalah. Ternyata, di rumah baru tersebut, meski baru satu hari, sudah ada kejadian yang aneh. Bukan hanya aneh tetapi menakutkan, bagaimana tidak, kedua anak mereka yang tidur di kamar tidur masing-masing pagi harinya terbangun dan sudah berada di kamar tua tersebut.
Menyeramkan bukan? Akan lebih menyeramkan lagi jika kita lihat detail kejadian tersebut. Kita baca langsung cerpen misteri tersebut di bawah ini.
Kamar Tidur Tua
Cerpen oleh Irma
Sudah satu bulan sejak ayah mengatakan bahwa kami harus pindah rumah karena ayah ditugaskan di daerah lain. Namun kami belum juga pindah karena ayah belum mendapatkan rumah baru yang dijual. Hingga akhirnya tepat di awal bulan puasa ayah mendapatkan rumah yang dibeli dari kenalannya.
Karena ayah sudah harus dinas di kota itu maka keesokan
harinya kami pun pindah. Sesampainya di rumah baru tersebut aku merasa senang
karena suasana rumah itu asri dan nyaman.
Sepanjang jalan menuju rumah masih terdapat banyak
pepohonan, lingkungan rumah baru kami pun demikian, sangat asri. Di sisi kanan
banyak pohon buah yang cukup rindang, di sebelah kiri terdapat taman bunga yang
cukup cantik.
Rumput-rumput yang tertata rapi menutupi bagian halaman,
lengkap dengan batu-batuan yang membentuk jalan setapak. Secara keseluruhan
rumah baru itu membuatku jatuh cinta.
Aku, ayah dan ibu serta adikku segera masuk ke dalam rumah. ketika
menginjakkan kaki di depan pintu utama tiba-tiba perasaanku tidak enak, seperti
ada yang mengawasi.
Aku langsung melanjutkan langkah, kudapati suasana di dalam rumah tersebut begitu dingin. Kulihat ke dinding, “tidak ada AC yang hidup tapi kenapa ruangan dingin sekali”, pikirku.
Aku langsung melanjutkan langkah, kudapati suasana di dalam rumah tersebut begitu dingin. Kulihat ke dinding, “tidak ada AC yang hidup tapi kenapa ruangan dingin sekali”, pikirku.
Setelah membereskan barang-barang kami aku pun tak sabar
ingin mengetahui seluruh bagian rumah. Ku periksa satu per satu ruangan yang
ada, dan sampailah aku pada satu kamar tidur dilantai bawah bagian belakang. “Ini
kamar siapa, kok sepertinya istimewa benar”, ucapku heran.
Ku buka pintu kamar tersebut dan masuk, tiba-tiba aku
merinding, seperti ada orang yang meniup tengkuk. Aku pun langsung keluar. “Itu
tadi kamar tidur mewah tepi kenapa suasananya aneh seperti itu ya”, pikirku.
Sementara kedua orang tuaku mempersiapkan kamar tidur utama
dan kamar tidur anak untuk adikku aku menyalakan televisi. Ketika aku menonton
TV itulah tiba-tiba perasaan-perasaan aneh muncul, “seperti ada yang ganjil”,
pikirku.
“Yah, ayah tolong kemari sebentar”, aku memanggil ayah
“Ada apa nak”, jawab ayah
“Rumah ini asri tapi kok suasana di dalam terasa aneh ya,
benar tidak ya?” ucapku
“Iya Yah, aku juga merasa begitu”, adikku menimpali
“Itu hanya perasaan kalian saja, kalian lelah mungkin, sudah
sana istirahat, kamar kalian sudah siap”, lanjut ayah.
Hari menjelang sore, tapi karena lelah aku dan adikku pun
masuk kamar dan beristirahat. Di dalam kamar tiba-tiba aku teringat kamar tidur
minimalis ukuran 3x4 yang aku lihat tadi.
Kembali aku merinding mengingatnya. Tiba-tiba seperti ada suara berbisik kepadaku dan entah mengapa aku pun seketika itu berdiri dan menuju kamar tersebut.
Kembali aku merinding mengingatnya. Tiba-tiba seperti ada suara berbisik kepadaku dan entah mengapa aku pun seketika itu berdiri dan menuju kamar tersebut.
Aku masih sadar namun tak dapat mengendalikan langkah,
sampai di kamar itu aku mendapati adikku sudah berdiri tepat di depan kamar
tidur kecil tersebut.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka, kaki kami melangkah seperti ada yang menuntun, kami berhenti tepat di depan sebuah lukisan besar yang hampir menutupi salah satu sisi dinding kamar.
Pintu kamar tiba-tiba terbuka, kaki kami melangkah seperti ada yang menuntun, kami berhenti tepat di depan sebuah lukisan besar yang hampir menutupi salah satu sisi dinding kamar.
Saat itulah ku lihat darah mengalir keluar dari belakang
lukisan tersebut. Tiba-tiba aku sadar dan langsung berteriak, adikku pun
melakukan hal yang sama. Tiba-tiba aku terjatuh dari tempat tidur, ternyata aku
hanya mimpi.
Sore menjelang aku dan keluargaku pun bersantai bersama di
depan TV. Aku kembali mengingatkan ayah dan ibu tentang perasaan aneh itu,
terutama dengan kamar tidur tua dibagian belakang. Adikku pun mengatakan hal
yang sama.
Lagi-lagi orang tuaku tidak percaya, “sudah kalian tidak
perlu berpikir macam-macam, besok ibu akan menata interior kamar tidur tersebut
agar tidak membuat kalian takut”, ucap ibu. Tak terasa malam sudah larut, aku
dan adikku pun menuju ke kamar kami.
Sesampainya di kamar entah mengapa aku merasa begitu nyaman
dan aku pun tertidur pulas, tapi sebelum tertidur aku seperti melihat ada orang
tua yang masuk ke kamarku tapi aku sudah tidak bisa mengingat apa – apa lagi.
Ke esokan harinya aku terbangun mendengar suara gaduh, “Adan…..
Nia…… dimana kalian nak!”, teriak ayah dan ibu memanggilku.
Tentu saja aku terkejut, aku terbangun dan mendapati tertidur di depan lukisan di kamar tua tersebut. Disampingku tergeletak adikku yang tertidur pulas.
Tentu saja aku terkejut, aku terbangun dan mendapati tertidur di depan lukisan di kamar tua tersebut. Disampingku tergeletak adikku yang tertidur pulas.
Dengan perasaan tidak menentu aku membangunkan adikku.
Ketika ia terbangun dan menyadari bahwa dia tidak berada dikamarnya ia langsung
memandang ku dengan penuh tanda tanya. Ketika kami mendengar ayah dan ibu
memanggil akhirnya kami pun spontan berteriak.
Kajadian pagi itu memukul hati kami semua terutama ayah dan
ibu. Setelah berdiskusi akhirnya ayah memutuskan untuk mencari tahu ada apa
dengan kamar tersebut. “Pasti ada yang tidak beres, kalian disini saja ayah
pergi sebentar”, ucap ayah seraya pergi meninggalkan rumah.
Sepuluh menit kemudian ayah pulang dengan beberapa orang.
Ternyata ayah meminta bantuan orang sekitar untuk mengecek ada apa di ruangan
itu, ada sesepuh dan ada juga ulama.
Satu jam, mereka tidak mendapati apapun, namun mereka juga merasakan ada sesuatu yang aneh di kamar tersebut.
Satu jam, mereka tidak mendapati apapun, namun mereka juga merasakan ada sesuatu yang aneh di kamar tersebut.
Aku pun teringat pada lukisan itu, “Yah, coba periksa
lukisan itu”, pintaku kepada ayah. Akhirnya beberapa orang memeriksa lukisan
itu, lukisan itu diturunkan dan salah satu dari mereka mencoba mengetuk-ngetuk
dinding. “Pak, sepertinya dinding ini aneh”, ucapnya.
Setelah dirasa yakin, akhirnya diputuskan untuk mencoba
memecah dinding tersebut. Sungguh diluar dugaan kami semua, ketika dinding
dibongkar terlihat ada ruang kosong selebar kurang lebih setengah meter dan
betapa terkejutnya semua orang ketika mendapati dibagian lantai berserakan
tengkorak.
Akhirnya, beberapa orang melebarkan dinding dan mengurus
kerangka dan tengkorak yang ada didalam, kamar tidur tua, cerpen tentang hantu. Ayah kemudian melaporkan temuan itu ke
pihak terkait.
Setelah diselidiki dengan seksama disimpulkan bahwa ada korban kejahatan dibalik tembok tersebut. Setelah kejadian itu, aku, adik dan ibuku meminta ayah untuk mencari rumah baru. Kami pun dengan sangat terpaksa pindah lagi dan rumah itu dikosongkan.
Setelah diselidiki dengan seksama disimpulkan bahwa ada korban kejahatan dibalik tembok tersebut. Setelah kejadian itu, aku, adik dan ibuku meminta ayah untuk mencari rumah baru. Kami pun dengan sangat terpaksa pindah lagi dan rumah itu dikosongkan.
--- Tamat ---