Contoh Cerita Lucu Bahasa Inggris Singkat Tema Religi

Cerita Lucu Bahasa Inggris Singkat - masih dengan materi yang menghibur, kali ini kita akan menikmati sebuah kisah cerita lucu bahasa inggris yang bertema religi keagamaan. Meski tidak terlalu kental dengan nuansa religius namun kisah ini memiliki latar kehidupan keagamaan. 

Contoh Cerita Lucu Bahasa Inggris Singkat Tema Religi
Cerita Lucu Bahasa Inggris Singkat dan Artinya

Sederhana, lucu dan penuh dengan pesan dan nilai moral yang berkaitan dengan Tuhan. Takdir tuhan yang berupa ketetapan tidaklah bisa untuk lawan bila memang tuhan sendiri tidak berkenan untuk mencabut takdir yang sudah tuhan tetapkan tersebut. 

Bahkan semua kejadian-kejadian yang kadang di luar nalar manusia juga bisa terjadi bila memang tuhan berkehendak untuk melakukannya.

Untuk itu tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini bila memang takdir sudah berkata demikian. Karena tuhanlah yang mengatur segala kemungkinan peristiwa yang bisa terjadi yang beragam tersebut. 

Tuhan pula yang mendatangkan segala hal-hal permasalahan yang ada di dalam dunia ini. Layaknya di dalam kisah yang berjudul ”Repaint”. 

Kisah ini berisi tentang kejadian-kejadian yang sudah ditetapkan oleh Tuhan yang juga tidak bisa dibantah atau ditolak karenanya manusia tidak punya kekuatan dan daya untuk menolak ketetapan-ketetapan yang maha besar dan maha dahsyat tersebut..

Scottish = orang Skotlandia
Painter = tukang cat
Often = sering
Thinned = mengencerkan
Restoration = perbaikan
Price = harga
Low = rendah, murah
Scaffolding = perancah
Thunder = petir
Useless = tak berguna
Knees = berlutut
Forgive me = maafkan aku
Spoke = berkata, berbicara

Memanglah benar bahwa kisah di dalam ceritalucu bhs. inggris ini menceritakan tentang kejadian-kejadian yang sudah menjadi ketetapan Tuhan. 

Memang tidak ada satupun mahluk yang dengan kekuatannya bisa untuk menghalau kejadian-kejadian tersebut. Begitulah alur dari pada cerita ini yang cukup menghebohkan.

Tetapi dibalik itu tuhan juga selalu memberikan rasa kasih sayang yang besar kepada para hamba-Nya dengan mendengarkan doa dari isi kalbu. 

Ini terdapat di dalam cerita ini ketika masalah mulai menghadang, dan orang yang ada di dalam cerita ini sudah begitu lelah. 

Maka tiadalah hal yang bisa dilakukan selain bersujud dan meminta petunjuk dengan berdoa. Ceritannya sangat menarik terlebih bila para pembaca sekalian menyimak cerita ini hingga selesai.

Pasti selalu terbayang-bayang betapa dinamisnya alur dari cerita tersebut. Sehingga menambah menari subtansi cerita yang terkandung di dalam cerita ini karenya memang ini adalah cerita yang menarik.

Untuk menyimak isinya kami sudah sediakan naskah dalam bentuk bahasa Inggris yang isinya begitu detail dan menyeluruh, sehingga menjadi naskah yang begitu layak untuk disimak. 

Dengan hanya naskah inilah para pembaca sekalian bisa menikmati keseruan isi cerita yang dihadirkan tersebut.

Tetapi untuk bisa mengetahui isi dari pada cerita dalam bentuk bahasa Inggris ini anda perlu menguasai bahasa Inggris dengan baik terlebih dahulu, atau bila tidak mengartikan satu-persatu kata demi kata dengan kamus. 

Memang cukup merepotkan bagi orang yang tidak menguasai bahasa Inggris. Untuk itu kami juga telah menyediakan naskah cerita dalam bahasa Indonesia, 

dengan naskah cerita berbentuk bahasa Indonesia ini, anda tidak perlu lagi mengartikan satu persatu kata-kata yang terdapat dalam setiap kalimat dan paragrafnya. 

Sehingga lebih mudah, dan cepat, untuk dipahami. Tiada ketentuan lain yang melebihi dari pada ketentuan yang dimiliki tuhan, itulah pesan moral yang terkandung di dalam cerita ini. 

Karenanya janganlah kita membuat ketentuan yang sifatnya untuk menyaingi dan hendak menandingi ketentuan-ketentuan yang telah dibuat tuhan. 

Hal tersebut tidaklah membuat manusia itu unggul dari tuhan. Untuk itu mari kita sebagai umat beragama kita yakini saja bahwa hidup dan mati kita, serta apa yang telah dilakukan oleh kita hari ini, 

kemarin, dan besok, adalah ketentuan-ketentuan yang sudah dibuat tuhan. Untuk itu ada kita sebagai hamba tuhan hanya dituntut untuk menyakini bahwa hidup ini adalah milik tuhan. Sekarang, silahkan baca dua versi cerita tersebut.

cerita lucu inggris
Sudah begitu panjang lebar kita membicarakan cerita lucu bahasa Inggris ini, mudah-mudahan para pembaca sekalian bisa mengambil kesan dan moral yang terkandung di dalam cerita ini yang mengisahkan 

tentang apa yang telah digariskan di dalam kejadian dalam cerita ini adalah ketentuan yang sudah dibuat oleh tuhan.

Sajian konten menarik yang lainnya juga masih banyak tersedia di dalam situs ini, bila memang para pembaca sekalian tertarik untuk membuka konten yang lain di dalam situs ini 

maka langsung saja para pembaca membukanya, dan mudah-mudahan para pembaca sekalian bisa puas dengan konten yang kami sajikan.

Kejadian Lucu Saat Buka Puasa dengan Ayam Bakar

Contohcerita.com: Kejadian Lucu Saat Buka Puasa dengan Ayam Bakar - berbuka puasa dengan menu ayam bakar, bersama dengan orang-orang terdekat, pasti seru ya? Nah, cerita berikut ini adalah cerita yang cukup sederhana, ringkas, pendek tetapi ada unsur humor yang lucu didalamnya. Tahu bagaimana lucu dan uniknya kejadian saat buka puasa tersebut?

Buka Puasa dengan Ayam Bakar
Kejadian Lucu Saat Buka Puasa dengan Ayam Bakar

Puasa sudah menginjak ke hari yang ketujuh. Tiga minggu lagi hari suka cita itu pasti akan menghampiri kita semua.

Namun, di hari yang ketujuh ini kita masih dapat melaksanakan puasa yang sangat kita nanti nantikan kehadirannya selama setahun ini.

Tepat di hari yang ketujuh ini dan jam buka ini aku merasakan keajaiban yang begitu menyentuh sanubariku.

Terlalu banyak kenangan yang tak dapat dilupakan semenjak aku melewati hari ini. Terlalu banyak godaan yang ku lewati pada hari ini.

Sudah semenjak seminggu yang lalu aku merencanakan kehadiran hari ini. Memang benar kesampaian juga semuanya.

Kurasa masih ada sebuah tanda - tanda akan berakhir, ketika ketiga sahabatku tak menganggap ku lagi.

Namun sudahlah aku tak mau berspekulasi jauh tentang sahabatku itu. Langsung ku pesan ayam bakar ku untuk keenam sahabat - sahabat karib yang sangat aku sayangi.

Kami sudah melewati fase buka bersama dengan 6 sahabatku dan di rumah sahabat sahabatku. Giliran aku yang yang mentraktir sahabatku.

Aku hari ini tak akan memasukkan sahabatku itu ke dalam rumahku. Kita akan berkumpul di sebuah restaurant dekat rumahku.

Aku ingin memberikan kesan yang luar biasa kepada mereka tentang apa dan bagaimana aku sebenarnya.

Biar mereka tahu bahwa aku adalah anak orang kaya yang berbuka puasa di restaurant mewah. Dan mereka pun sangat senang dengan apa yang kulakukan hari ini.

Mereka merasa puas dengan yang aku berikan. Fasilitas dan akomodasi yang begitu memuaskan dahaga kesombongan ini.

Tapi ternyata setelah aku pikir - pikir lagi, aku terlalu mengada - ada, memang aku sudah mengada -ada ingin memasukkan mereka ke restaurant mewah padahal aku orang miskin. Cerita itu hanya ada dalam mimpi diary ku. (Gunarto)

Kekuatan Doa Penyelamat Jiwa

Cerpen Kehidupan Religi Doa Penyelamat Jiwa - “Plaaaak!!” Sebuah tamparan mendarat di pipi seorang wanita. “Udah saya bilang berapa kali hah?! Mau ngelunjak sama saya kamu?!” Bentak seorang laki-laki pada sang istri. 


“Maafin saya mas, saya ngga sengaja. Besok pasti saya lebih hati-hati.” Ucap sang istri sambil terisak. “Yaudah beresin pecahan gelasnya. Saya mau berangkat.” Ucap si pria dengan nada tinggi sambil berjalan keluar rumah. 

Sang istri hanya terisak dan kemudian membersihkan puing-puing pecahan gelas. Dia hanya berdo’a semoga sang suami segera mendapat hidayah dari Allah SWT.

Namanya adalah Dinda. Dua tahun yang lalu, dia dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang pria bernama Bramono. Dinda adalah seorang gadis yang baik hati dan juga sholehah.

Dia begitu berbakti dengan kedua orang tuanya. Sholat 5 waktu tak pernah  ia tinggalkan. Dia juga selalu menutup aurat nya saat keluar rumah. Baginya, satu-satunya orang yang berhak melihat auratnya hanyalah sang suami. Dinda sangat ingin di karuniai seorang anak.

Namun sayang, sampai dua tahun pernikahannya, dia sama sekali belum di karuniai seorang anak. Ini semua gara-gara suaminya yakni Bramono. Sikap dan sifat suaminya sangat lah berbeda dengan Dinda.

Setiap kali di rumah, Bramono hanya marah-marah. Tak jarang dia juga memberikan tamparan atau pukulan kepada sang istri. Masalah yang di timbulkan pun sangatlah sepele.

Seperti gelas jatuh, makanan yang terlalu asin, juga telat membuatkan teh. Tak hanya sampai disitu saja, Bramono juga sering berselingkuh dengan wanita lain di luar rumah. Dia sering bermain dengan gadis-gadis SMA di mall. Tak jarang dia juga membawa seorang gadis ke rumahnya.

Tapi Dinda sangatlah sabar menghadapi suami macam Bramono. Baginya menjadi istri Bramono adalah suatu amanat yang di berikan oleh orang tuanya. Tiap kali ia berkunjung ke rumah orang tuanya, ia selalu berkata kalau hubungan keluarga mereka baik-baik saja. Bahkan semakin hari semakin romantis.

***

“Dinda!.. Dinda!!” Bentak Bramono yang baru pulang dari tempat kerjanya. Badan dan pakaiannya tampak begitu kotor. Ia seperti baru pulang dari club malam. Dan bahkan kini dia pulang dalam keadaan mabuk.

“Iya mas.. iya..” Ucap Dinda sambil berlari menghampiri Bramono.
“Kemana aja kamu si?! Tuli kamu ya?! Di panggilin ngga nyaut-nyaut.” Bentak Bramono pada Dinda.

“Iya mas, iya maaf. Tadi saya lagi di dapur.”

“Dapur mulu yang di urusin?! Kapan ngurus suaminya?! Ini bawain baju saya ke kamar!” Bentak Bramono lagi sembari melepaskan jazz yang digunakannya untuk bekerja.


“Iya mas.” Ucap Dinda sembari menyambut jas yang diberikan suaminya. Saat menerima jas itu, Dinda melihat ada noda lipstick tanda bekas kecupan di jas suaminya. Seketika dia ingin menangis dan merasa sakit. Lalu dia memandang tajam ke arah Bramono.

“Apa kamu liat-liat?!” Ucap Bramono yang meras terintimidasi.
“Ouh. Hahah, masalah itu, iya tadi saya bercumbu sama wanita lain. Kenapa? Mau marah? Kamu itu harus sadar. Saya ngga pernah mencintai kamu dan ngga pernah menganggap kamu istri saya. Saya mau menjadi suami kamu hanya karena perintah ayah saya saja. Tidak lebih.” Ucap Bramono pada sang istri.

Namun Dinda sama sekali tidak menjawab. Dia hanya terdiam sembari menundukan wajahnya. Selama ini dia sudah sangatlah sabar menghadapi Bramono. Segala nya sudah Dinda usahakan secara maksimal pada Bramono.

Mulai dari belajar dandan agar tampak lebih cantik, sampai belajar masak masakan enak supaya Bramono betah makan di rumah. Namun pengorbanannya, seoalah sangatlah sia-sia.

Bramono tetap tak pernah mau menyentuh Dinda. Dia hanya menyentuhnya tiap kali dalam keadaan marah dengan tamparan dan pukulan. Selain itu, tak pernah sekali pun Bramono menyentuhnya. Bahkan sampai sekarang Dinda masih per*wan.

***

Di sebuah ruangan di tengah malam, tampak  Dinda baru saja selesai mengerjakan sholat sunnat. Lalu ia berdoa sembari meneteskan air matanya.

“Ya Allah ya Tuhanku…Engkau adalah yang Maha Kuasa. Hamba Mohon kepada Enggkau tolong ampuni dosa-dosa hamba dan suami hamba ya Allah. Hamba mohon tolong selamatkanlah jiwa hamba dan suami hamba ya Allah.

Engkau adalah yang Maha Mendengar. Mohon dengarkanlah permohonan hamba dan berikanlah hidayahMu pada suami hamba ya Allah. Robbana atina fiddunya hassanah, wafil’ahirati hasanah, wakina ‘ada bannar.

Amiin” Dinda mengusap kedua matanya yang sudah berlinang air mata. Lalu kemudian ia berjalan dan beranjak melanjutkan tidurnya.

Di sebuah taman di minggu siang, tampak Bramono sedang duduk bersama seorang gadis. Mereka saling berpegangan tangan dan sesekali tak malu untuk bercumbu. Keadaan taman saat itu memang tidak terlalu ramai, dan Bramono juga memilih tempat yang tidak begitu terlihat.

Sehingga mereka lebih mudah untuk melampiaskan nafsu. Semakin lama mereka berdua bercumbu, nafsu mereka semakin tidak bisa tertahankan. Akhirnya Bramono pun mengajak gadis itu untuk pergi menuju hotel.

tanpa penolakan, gadis itu setuju dengan ajakan Bramono. Selama di mobil mereka masih terus melanjutkan percumbuan mereka. Meski Bramono yang mengemudi, tapi dia tetap berusaha untuk memuaskan gadisnya. Namun sangat naas nasib Bramono.

Belum sempat dia sampai di hotel, mobil yang ia tunggangi menabrak pembatas jalan. Alhasil Bramono pun langsung pingsan seketika. Darah keluar dengan deras dari kepala dan hidungnya.

Sementara itu, si gadis simpanan Bramono sama sekali tidak terluka parah. Hanya lecet-lecet biasa di bagian tubuhnya.  Karena takut akan di introgasi polisi dan masyarakat, gadis itu pun memutuskan untuk kabur saja. Sebelum kabur dia sempat merogok saku Bramono dan menguras habis isi dompet Bramono. Sampai akhirnya warga sekitar dan beberapa polisi menghampiri kejadian itu, dan kemudian mengevakuasi mobil Bramono.

Sementara Bramono yang masih dalam keadaan tidak sadar langsung dibawa menuju rumah sakit.

***

Di suatu rumah yang begitu mewah, tampak Dinda sedang mencoba resep masakan baru. Dia sengaja belajar masakan yang enak agar dia bisa membuat senang hati Bramono.

Saat sedang asyik memasak,  tiba-tiba ada sebuah telpon masuk. Dia pun langsung mengangkat telpon itu. Betapa terkejutnya dia ketika mendengar informasi yang disampaikan oleh si penelpon.

Dinda langsung lemas seketika begitu mendengar kabar suaminya itu kecelakaan dan kini sudah berada di rumah sakit. Dalam keadaan lemas, dia pun langsung bersiap-siap dan segera pergi menuju rumah sakit dengan menggunakan taksi.

Begitu sampai rumah sakit, Dinda melihat kedua mertua nya sedang duduk didepan ruang ICU. Dia pun langsung menghampiri mereka dan segera mencium tangan mereka.

Setelah cukup lama berdiskusi dengan mereka, akhirnya Dinda masuk ke dalam ruangan ICU dan segera menangis melihat kondisi sang suami yang belum sadarkan diri.

***

“Dinda, bapak sama ibu mau pamit duluan ya, kamu tolong rawat Bram disini. Nanti kalau ada apa-apa segera hubungi bapak dan ibu.” Ucap mertua Dinda.
“Oh iya pak, ya sudah hati-hati dijalan ya pak.” Ucap Dinda. Akhirnya mertuanya pu segera pergi dan tak lupa mengucapkan salam pada Dinda. Dan sekarang hanya Dinda sendiri yang mengurus Bramono.

Di malam itu, Dinda kembali melaksanakan sholat sunah di ruangan Bram dirawat. Dia kembali memohon kepada Sang Maha Kuasa agar Bram bisa segera sadar dari komanya, dan bisa mendapatkan hidayah.

Saat sedang berdo’a, tiba-tiba dia mendengar Bram memanggil namanya, dia pun langsung bangkit dan menghampiri Bramono. Dan ternyata benar, doa Dinda telah di jabah oleh Sang Maha Pencipta.

Bram kini sudah sadar dan bisa berbicara lagi meski belum lancar. Dinda pun segera memanggil dokter agar Bram bisa cepat-cepat di periksa. Airmata bahagia keluar membasahi pipi Dinda saat melihat suaminya sadar lagi.

Hari demi hari terus berganti. Kondisi Bram pun semakin hari semakin baik. Dengan penuh kesabaran dan kelembutan Dinda merawat suaminya. Karena merasa luluh dengan kelembutan dan kesabaran Dinda, akhirnya sifat Bramono pun perlahan berubah.

Perlahan tapi pasti, Bramono mulai menyukai Dinda. Cacian dan tamparan yang dulu sering keluar dari Bramono pun sudah tidak ada lagi.

Kini mereka berdua sudah bisa membina keluarga yang bahagia, meski semuanya harus dimulai dari awal lagi. Ini lah jawaban Tuhan atas do’a-do’a Dinda. Kekuatan do’a yang bisa menyelamatkan jiwa.

---oOo---

Teguran Itu Cahaya Masa Depan - Cerpen Motivasi dan Religi

Motivasi itu penting, dan kali ini kita akan menyajikan sebuah motivasi religius dari sebuah cerpen singkat yang mudah untuk dinikmati. Karya cerpen ini masuk kategori religi dan bisa menjadi hiburan untuk kita semua. 


Dengan menikmati kisah - kisah seperti ini kita akan mendapatkan bukan hanya motivasi tetapi juga mendapatkan pembelajaran yang kita butuhkan dalam menulis. Ingat, kemampuan menulis juga penting untuk di asah sejak dini. Yuk kita baca cerita singkat kali ini!

Teguran Itu Cahaya Masa Depan
Cerpen Motivasi dan Religi

Pagi ini aku bangun kesiangan lagi. Entah sudah berapa kali aku bangun kesiangan. Tapi, aku seperti tidak kenal lelah bangun siang. Sebenarnya aku sudah sangat bosan dengan teguran-teguran yang selalu guru BK lontarkan padaku. `

Karena bangun  sering bangun kesiangan aku selalu saja datang ke sekolah terlambat. Segala macam hukuman dan juga teguran sudah aku rasakan. Tapi sama sekali tidak membuatku jera.

Entah apa yang sudah membuatku bangun kesiangan. Aku selalu memasang alarm tapi suara alarm tak pernah bisa membangunkanku. Ibuku selalu pergi di pagi hari, dan dia tidak pernah sempat membangunkanku. Ini lah aku yang sekarang. Bangun saat matahari sudah terik dan dengan buru-buru langsung berlari ke arah kamar mandi.

Setelah selesai mandi aku langsung memakai seragam sekolahku. Memikul tas merah dipunggung dan segera memakaikan sepatu dikakiku. Kuambil sepedah kecilku dan segera ku kayuh menuju sekolah.

Beruntung, masih ada Andini yang  juga sepertinya bangun kesiangan. Dia membuatku memiliki teman dijalan. Dan juga membuatku tak sendiri saat dimarahi guru BK nanti.

“Eh Reni, Kamu belum berangkat juga?”  tanya Andini saat menyadariku bersepedah dibelakang nya.

“Iya ini, aku bangun kesiangan. Kamu bangun kesiangan juga?” Ujarku padanya. Dia hanya mengangguk sembari tersenyum.

Dia nampak bahagia karena dia memiliki teman yang juga terlambat. Dan dari sorot matanya aku bisa merasakan sesuatu. Mimik wajahnya berubah. Dengan senyum yang masih mengambang diwajahnya, dia memberikan isyarat untuk balapan.

Dengan mata yang berbinar penuh semangat dia tiba-tiba langsung menggoes sepedahnya kencang. Sontak itu semua berhasil membangkitkan semangatku. Aku pun segera mengayuh sepedaku kencang. Berusaha mengejarnya yang sudah berada jauh didepanku. Balapan sepeda dipagi hari pun tak terhindarkan.

Dengan penuh kegembiraana aku terus mengayuh sepedaku. Sesekali aku berhasil mendahuluinya, tapi dia segera mendahuluiku lagi. Seperti it uterus sampai akhirnya kami tiba disekolah.

Aku benar-benar bahagia memiliki sahabat seperti Andini. Tapi rasa bahagia ku seketika hilang saat aku dan Andini menaruh sepedaku diparkiran. Kulihat pak Harfan sudah berdiri didepan gerbang. Siap menanti siswa-siswa malas yang datang terlambat.

Pak Harfan adalah guru BK yang terkenal dengan kesangaran dan kekejamannya. Dia pasti akan segera menegurku dan segera memarahiku.

“Aduuh, kalian berdua lagi… kalian berdua lagi…” Ucap Pak Harfan mengeluh saat aku dan Andini sudah berjalan kearahnya.

“Kalian ini ngga pernah capek ya. Apa kalian ini ngga bosen datang terlambat? Apa kalian ngga bosen ditegur terus sama bapak?” Ucap pak Harfan lagi. Kini aku dan Andini sudah berada didepannya. Menundukan wajah dan bersiap menjalani hukuman dari pak Harfan.

“Ya sudah, kalian sekarang boleh milih. Kalian mau milih hukuman apa? Nyapu taman? Ngepel WC atau hormat dibawah tiang bendera sampai jam istirahat?” ucap pak Harfan kesal.

Mimik wajahnya benar-benar menunjukan kemarahannya yang sudah memuncak ke ubun-ubun. Sedangkan aku dan Andini hanya bisa terdiam. Menjawab pak Harfan yang berceloteh sama saja dengan bunuh diri. Aku sudah cukup paham dengan sifatnya. Dia paling tidak suka jika ada murid yang menjawab saat sedang dimarahi begini.

“Haduuuuh.. malah diem lagi. Yaudah sekarang kalian berdua ambil alat pel digudang. Terus kalian berangkat ke WC dan pel itu WC sampai bersih.” Ucap pak Harfan kesal.

Lalu dia segera berlalu meninggalkan aku dan Andini. Sementara aku dan Andini segera berlari menuju gudang untuk mengambil alat pel. Bagiku hal seperti ini sudahlah sangat biasa.

Selama sebulan ini aku lebih mirip seperti buruh sekolah jika dibandingkan dengan siswa sekolah. Setiap pagi aku selalu membersihkan sekolah. Entah itu menyapu halaman. Membersihkan taman. Menyirami bunga. Atau mengepel WC seperti ini. dan tentu saja ini membuatku jengkel.

“Aduh.. kok nasip kita tiap hari kayak begini ya din.” Keluhku kesal. Andini hanya tertawa mendengar keluhanku dan terus melanjutkan kegiatan mengepelnya. Sementara aku segera menaruh alat pel dan kemudian menyandarkan tubuhku di tembok.

“Aku capek gini terus din. Aku bosen ditegur mulu. Apa aku keluar sekolah aja ya? Kayaknya udah ngga bisa aku sekolah lagi kayak gini.” Ucap ku pada Andini.

Mendengar ucapanku dia langsung menoleh kearahku. Ditaruhnya alat pel yang sedari tadi lekat ditangannya. Dan disandarkannya tubuh mungilnya tepat pada tembok disampingku.

“Husss.. jangan ngomong gitu.” Ucapnya padaku. Tapi dia tidak menoleh kearahku. Matanya menatap lekat kearah kloset yang sudah bersih. Dan mataku juga menatap lekat kearah itu.

Kloset itu benar-benar bersih sekarang. Sangat berbeda dengan beberapa waktu lalu saat aku belum sering bangun kesiangan. Mungkin karena terus-terusan kubersihkan jadinya kloset itu bisa sebersih sekarang.

“Kita ngga boleh marah ataupun kecewa kalau ditegor. Pak Harfan itu marah sama kita karena dia sayang. Kita harusnya seneng kalau masih ada orang yang mau negor kita kalo kita salah.

Coba bayangin kalo tiba-tiba ngga ada lagi orang yang negor kita pas kita terlambat? Ngga ada lagi orang yang marahin kita kalo kita terlambat?” ucapnya panjang. Tapi dia sama sekali tidak menoleh kearahku. Aku berusaha menatapnya lekat. Berusaha mentelaah kembali kata-kata yang keluar dari mulutnya.

“Teguran itu cahaya masa depan. Sekarang aku paham. Dengan teguran, kita bakal jadi orang yang jauh lebih baik. Dengan teguran kita juga akan bisa jadi lebih disiplin.

Jadi ngga perlu marah ataupun kecewa kalo kita ditegur. Ucap Andini lagi. Kali ini dia menatap wajahku lekat. Seperti berusaha menyampaikan apa yang ada didalam isi kepalanya.

Aku tersenyum mendengar ucapannya. Dan perlahan-lahan otakku mulai sadar. Memang benar apa yang sudah dikatakannya. Aku sama sekali tidak boleh marah atau kecewa kalau aku ditegur.

Teguran adalah cahaya masa depan. Dengan teguran aku akan jadi lebih disiplin. Dengan teguran aku akan jadi sopan. Dan dengan teguran juga, aku akan jadi lebih baik dari sebelumnya.

“Iya setuju. Yaudah deh ayok ngepel lagi. Buruan selesein terus kita kekelas. Besok aku janji aku ngga bakal telat lagi.” Ucapku penuh semangat. Lalu kuraih alat pel yang tadi sudah ku letakkan. Kini aku benar-benar bergairah membersihkan WC.

“Janji sama siapa?” ucap Andini menyelidik.
“Sama diri sendiri.” Jawabku sembari tersenyum lebar. Dan Andini pun tersenyum lebar.

Aku bisa merasakan kegembiraan yang merambat kedalam tubuhnya. Karena aku juga merasakannya. Aku benar-benar besyukur memiliki sahabat seperti Andini. Aku juga sangat bersyukur punya guru seperti pak Harfan.

Dia sama sekali tak pernah lelah menegurku. Dan dia juga tak pernah memberikan cahaya masa depan untukku.

---oOo---

Kumpulan Contoh Naskah Drama Maulid Nabi

Mendekati perayaan dalam banyak juga rekan pelajar yang mencari contoh untuk beberapa drama tentang maulid nabi. Maka dari itu tidak lupa kita siapkan juga teks tersebut untuk tambahan referensi. Sama dengan teks drama lainnya, bedanya adalah ceritanya lebih kental dengan suasana religi.


Tema yang diambil dalam naskah drama ini adalah seputar perayaan hari besar islam yaitu peringatan maulid nabi besar Muhammad SAW. Mungkin gambaran kisah yang akan diangkat sudah bisa ditebak. 

Back To Top