Kota Jakarta saat ini merupakan kota termaju dan terbesar di Indonesia. Fungsinya sebagai ibu kota, pusat perekonomian dan pusat pemerintahan mau tidak mau harus menghadapi permasalahan yang begitu kompleks.
Jakarta saat ini bagaikan miniatur dari sebuah gudang permasalahan kota kota di dunia. Hamper semua permasalahan yang ada di dunia ditemui di Jakarta. Perimbangan dan kesinambungan sebagai ibu kota dan pusat perekonomian tentu menimbulkan masalah.
Perluasan lahan dan ketersediaan pemukiman misalnya. Jakarta saat ini belum layak disebut sebagai kota yang nyaman dan makmur. Jakarta perlu meniru singapura kedepan.
Perlunya Jakarta meniru pemerintahan singapura dalam reklamasi adalah untuk mengatasi masalah daya tamping dan daya dukung ruang wilayah yang semakin kritis.
Ketua Indonesian land reclamation and water manajement institute Suwarendro mengatakan tidak hanya Singapura, Negara Negara lain juga mengambil kebijakan reklamasi guna menambah luas wilayah negaranya.
Singapura bisa menjadi contohnya. Sebelum merdeka tahun 1996, luas wilayah Negara itu baru 581 kilometer persegi.
Sementara itu pada 2015, luasnya berkembang menjadi 719 kilometer persegi, perluasan wilayah negri jiran itu ditempuh dengan cara reklamasi.
Sementara saat ini luas wilayah singapura telah bertambah tidak kurang dari 130 kilometer persegi.
Lebih besar dari pada DKI Jakarta, 661 kilometer persegi. Tetapi lebih kecil dari pada new York, 784 kilometer persegi,"jelas sawarendro.
Hingga 2030 ujarnya, pemerintah singapura masih akan memperluas lahan wilayah mereka setidaknya sekitar 100 kilometer persegi lahan baru akan bibuat singapura lewat reklamasi.
Hal ini adalah dilakukan untuk mengatasi semakin berkembangnya penduduk singapura dan ketersediaan lahan yang semakin menyempit.
Ibu kota Jakarta perlu meniru singapura dalam hal reklamasi. Perlu kebijakan yang berkeadilan jika pemerintah mau melakukan itu. (Gunarto)
Tag :
Nasional