Cerpen tentang Kegiatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2023

Cerpen Kegiatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus – Cerita yang akan kita nikmati kali ini sedikit berbeda. Kita tahu bahwa setiap tanggal 17 Agustus setiap tahun akan dirayakan pesta memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Cerpen tentang Kegiatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus
Foto: Lomba Panjat Pinang/Aktual.com/Tino Oktaviano

Pada hari itu akan ada banyak kegiatan yang bernuansa suka cita dan juga yang bersifat mengenang jasa pahlawan.

Di acara tujuh belasan tersebut banyak kegiatan baik di instansi pemerintah maupun swasta. Sebut saja contohnya di desa atau di kampung, kalau ulang tahun 17-an biasanya banyak kegiatan, ada lomba, dan juga ada hiburan serta pawai. Semua meriah dan sangat menghibur. 

Tidak ada salahnya jika kita juga memasukkan momen tersebut menjadi sebuah tema dalam karya cerita pendek.

Ya, hitung-hitung untuk melengkapi bahan bacaan, syukur-syukur ceritanya bisa menarik dan bisa juga menghibur pembaca semua. Lumayan, sambil mempersiapkan acara yang akan dilaksanakan kita bisa membaca cerpen menarik.

Awalnya sih sebenarnya kami ingin membuat sebuah kumpulan cerpen kemerdekaan, tetapi karena belum cukup waktunya maka dibagikan saja dulu satu karya yang sudah siap.

Tapi bagus loh, benar kok tidak bohong, tapi menurut pendapat penulis sih, kalau menurut anda ya belum tentu karena anda belum membaca karya tersebut. 

Pokoknya, beberapa hari kedepan kalau karya lain sudah siap maka akan segera dibagikan agar bisa menjadi tambahan bahan bacaan kita semua.

Esok kita juga akan melengkapi cerita yang ada dengan kumpulan cerpen bertema kemerdekaan yang bisa dibaca yaitu seperti pada daftar di bawah ini!

4) Cerpen tentang hari kemerdekaan
5) Cerpen kemerdekaan cinta tanah air

Nah, dari pada melebar kemana-mana dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk obrolan yang kurang pas lebih baik dibaca saja langsung cerpen tersebut. Eh, tapi jangan lupa siapkan makanan kecil dan minuman ringan, biar tambah mantap, iya tidak? Ya sudah, baca ya kisahnya!

Menang Lomba Panjat Pinang
Cerita Pendek 17 Agustus

Pokoknya tahun ini aku harus dapat juara, paling tidak aku harus bisa naik sampai atas, aku malu setiap perayaan hari ulang tahun kemerdekaan selalu saja diejek. Itulah tekad seorang remaja yang sedang mencari pengakuan. 

Sarman memantapkan hati dan rencana untuk menghadapi lomba panjat pinang yang setiap tahun diadakan di kampungnya.

Tekad-nya sudah bulat, masih teringat jelas ejekan yang ia terima tahun lalu, “kulit item, badan gede kaya kebo, rambut kriting, moso gak menang sih!”, ucap salah satu teman kala itu dengan logat jawa yang kental. 

Ia tidak mau kejadian itu terulang lagi, sakit hati rasanya, hati Sarman bagai di iris-iris. Bagaimana tidak, orang yang mengejek-nya waktu itu adalah orang yang ia suka.

Seorang gadis remaja berambut panjang dengan senyum bak bulan sabit, indah, Sarman tak pernah bisa melupakan senyum kecil itu.

Kali ini ia tidak mau menelan kegagalan, ia pun mulai menghubungi beberapa teman untuk mempersiapkan diri.

“Rip, agustusan ini bagaimana rencana-nya, mau ikut lomba apa?”, ucap suatu sore di rumah Ripin. 
“Panjat pinang dong, aku kan paling senang lomba ini…”, jawab Ripin tegas
“Halah… panjat pinang lagi, nanti kalah lagi kayak dulu, mau di taruh mana muka ini Rip…”, balas Sarman pura-pura tak berminat.


“Eh, enak aja, cuma keledai yang tiga kali jatuh di lubang yang sama….!”, jawab Ripin
“Maksud kamu apa…?”, tanya Sarman bingung
“Ya kali ini kita pakai otak geh, jangan sampai kalah lagi. Kita atur siasat”, ucap Ripin meyakinkan sahabatnya. 

“Ya siasat apa, kan kita sudah dua kali kalah…?”, jawab Sarman ragu.
“Sudah, itu urusanku, kamu kumpulkan saja teman-teman terbaik kita, nanti kita bahas lebih jauh… sekarang aku mau mandi…!”, jawab Ripin sambil meninggalkan Sarman sendiri.

Sarman menuruti perintah sahabat sejatinya itu. Keesokan harinya ia mengumpulkan teman-teman lain yang mau ikut lomba panjat pinang dengan mereka. Setelah kelompoknya cukup ia pun mengajak mereka ke rumah Ripin.

Ketika mereka sampai, Ripin sedang asyik bermain dengan gitar kesayangannya. Ia tidak menyadari bahwa teman-temannya datang. 

“Woi…. Ada setan lewat…!”, bentak Paino
“Astaghfirulloh…!”, teriak Ripin kaget
“Dasar kamu ya, sudah sore begini masih aja asyik meluk-in gitar, mandi dulu woi…!” ucap Dodi
“Iya tuh, bau-nya sampai ke hidungku tau!”, tambah Sarman

“Eh… kalian kesini cuma mau mengejak aku apa, kayak tidak ada kerjaan aja! Lagian aku kan sudah mandi, ini nongkrong sambil nunggu bidadari lewat!”

“Hu…!”, teriak Dodi, Dimas dan Raka.
“Eh…tumben, kalian ke sini rame-an mau apa, pasti mau ngopi gratis ya!”, ucap Ripin sambil tertawa kecil seperti kuda.

“Enak aja, kita ke sini mau bahas masalah lomba besok Pin, bagaimana ini?”, ucap Sarman
“Iya, kata Sarman kamu punya jurus jitu menang lomba?”, ucap Dimas

“Oh… iya, jadi begini, supaya tidak kalah lagi besok kalau lomba kita atur, urutannya tidak se-enak hati sendiri. Paling bawah siapa, nomor dua siapa dan seterusnya!”, ucap Ripin menjelaskan.

“Ah… tapi aku yang di atas sajalah…” ucap Paino 
“Enggak gitu no, urutan ditentukan dari tinggi dan besar badan serta berat badan. Jadi besok tugas kalian mengukur tinggi badan dan mengukur berat badan kalian, baru setelah itu kita tentukan urutannya. Oh iya Man, siapkan juga dua cadangan untuk yang paling bawah yang badannya paling gede dan kuat!”, ucap Ripin menjelaskan.

“Oh.. gitu ya, oke deh kalau begitu!”, ucap Sarman.

Karena memang sangat senang dengan lomba itu maka meraka pun tidak perlu dikomando lagi. Keesokan harinya mereka langsung mengukur dan menimbang berat badan masing-masing dan mencatatnya. 

Selain mengukur badan, Sarman juga sibuk mencari cadangan pemain untuk posisi paling bawah. Awalnya ia kesulitan karena beberapa rekan sudah lebih dulu bergabung dengan kelompok lain. 

Akhirnya setelah mengelilingi kampung menemui satu persatu temannya, Sarman mendapatkan orang. Sore harinya mereka kembali berkumpul di rumah Ripin.

Sore itu mereka menentukan posisi urutan saat lomba. Kemudian Ripin juga mengingatkan teman-temannya untuk latihan di rumah sebagai persiapan.

Satu minggu berlalu, mereka giat berlatih sampai akhirnya waktu yang ditunggu pun datang. Ripin dan kelompoknya maju mengikuti lomba panjat pinang di acara perayaan 17 Agustus di desanya.

Hasilnya, sungguh diluar dugaan, sekali tampil Ripin dan teman-temannya sudah bisa menyudari lomba dengan menghabiskan seluruh hadiah yang dipasang di atas.

Sorak sorai pun bergemuruh. Dengan suka cita mereka pun membagi beberapa hadiah kecil yang didapat. 

Sarman kebagian sebuah jam tangan mungil yang cocok untuk cewek.  Ingat kejadian tahun lalu, melihat cewek yang ia suka ia langsung berlari memberikan jam itu untuk gadis tersebut.

“Nih, kado 17-an untuk kamu…”, ucap Sarman sambil menutupi tubuhnya yang berlumur oli.

“Cie…cie…” dari kejauhan teman-teman Sarman bersorak mengejek. Sarman hanya tersenyum, tampak jelas di wajahnya bahwa ia puas dengan jerih payah yang dilakukan sehingga bisa menang lomba.

--- oOo ---

Kegiatan perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus memang memiliki banyak ragam acara. Kadang, anda bisa melihat pertunjukan kesenian tradisional seperti kuda kepang atau orgen, anda juga bisa mengikuti lomba-lomba yang diadakan di desa yang bermacam-macam

Yang juga tak kalah menarik, dalam acara 17-an biasanya juga akan ada acara pamai atau karnaval budaya yang menampilkan banyak penampilan menarik.

Itulah sedikit gambaran acara yang banyak di laksanakan dalam acara Peringatan HUT RI ke-71. Semoga cerpen di atas bisa menjadi hiburan bagi kita semua. 

Cerpen tema HUT RI 17 Agustus 2023

Cerpen tema HUT RI 17 Agustus 2023, pawai dan jiwa patriotisme - melengkapi cerpen sebelumnya kita akan membagikan lagi satu cerpen sederhana dengan tema perayaan hari kemerdekaan atau yang sering dikenal dengan sebutan "agustusan". Kali ini judulnya "pawai dan jiwa patriotisme". Ada yang mau ikutan tidak?

Cerpen tema HUT RI 17 Agustus, Pawai dan Jiwa Patriotisme
Cerpen HUT RI: Selamat Ulang Tahun Indonesiaku.
Semoga Engkau semakin maju dan sejahtera

Tentu kita tidak asing dengan berbagai acara yang biasa dilaksanakan menjelang ulang tahun kemerdekaan Indonesia bukan? Nah salah satunya adalah karnaval atau pawai budaya.

1) Mengarang cerita 17 agustus
2) Karangan singkat tentang 17 agustus
3) Karangan tentang hari kemerdekaan 17 agustus
4) Kumpulan karangan tentang kemerdekaan
5) Contoh karangan hari kemerdekaan
6) Karangan 17 agustus 1945
7) Cerpen 17 agustus 1945
8) Pengalaman 17 agustus

Cerpen ini mengambil tema mengenai kegiatan tersebut yaitu kegiatan pawai atau parade. Ceritanya seru, menghibur, lucu dan yang terpenting bisa menginspirasi kita dalam meningkatkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Sebuah kejadian atau acara yang dibalut dengan gaya bercerita yang menarik namun sederhana.

Karya ini akan menjadi hiburan sekaligus bahan belajar kita dalam meningkatkan kecintaan kita kepada bangsa dan negara. 

Semarak, bahagia, penuh suka cita dan kental dengan nuansa rasa cinta terhadap bangsa, benar-benar digambarkan dalam suasana yang menarik. 

Anda yang mencari cerpen tema hari - hari besar bisa mendapatkan tambahan referensi dan pilihan untuk karya-karya seperti ini. 

Jadi semakin penasaran saja dengan bagaimana kisah atau cerita dalam cerpen tersebut. Yuk kita baca saja langsung ceritanya.


Pawai dan Jiwa Patriotisme
Cerpen tema 17 Agustus oleh Irma

Menumbuhkan jiwa patriotisme dan nasionalisme itu bisa dari apa saja, bukan hanya melalui pendidikan di dalam kelas. 

Jiwa nasionalisme dan patriotisme juga bisa dipupuk sejak kecil dari acara pawai budaya yang biasa diadakan ketika memperingati hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya, kawan.

Riko Batak menjelaskan kepada beberapa teman tentang betapa penting nilai kebangsaan. Ia duduk diatas lengan kursi, kedua tangan bergerak lincah mengikuti bahasa yang diucapkan.

Matanya tampak sedikit merah, bak seorang komandan perang ia mencoba mengobarkan semangat kemerdekaan kepada teman-teman sepermainan. 

“Gaya kamu itu Ko, sudah seperti mau perang saja!”, ucap salah satu temannya.

“Ya benar, siapa bilang kita sedang tidak berperang. Meski tidak ada desing peluru, tak ada darah namun kita sedang berperang memajukan bangsa dengan pembangunan!”, jawabnya lantang seolah tak mau sahabatnya surut semangat.

“Iya, iya, kami tahu. Ya sudah, rencana kita untuk ikut memeriahkan acara HUT RI kali ini apa?”, ucap Darman protes.
“He….he… he… apa ya?”, jawab Riko sambil garuk kepala
“Ah…kamu ini dari tadi pidato tapi enggak punya ide, payah!”, ucap Milena
“Iya… gak sesuai!”, tambah Darman

“Sudah, sudah, aku tidak punya ide makanya aku ajak kalian kumpul… Oh iya, kali ini sepertinya aku masih sangat sibuk jadi tidak punya banyak waktu untuk ikut lomba 17-an, bagaimana dengan kalian?”, ucap Riko

“Iya… aku juga banyak sekali pekerjaan”, jawab Milena
“Apalagi aku, aku gak bisa ikut kayaknya nih!”, tambah Darman

“Jangan tidak ikut sama sekali, paling tidak di puncak acara kita harus bisa…”, ucap Riko sedikit lemas.

“Ya, kalau itu pasti, paling tidak kan sudah pasang bendera di depan rumah…”, ucap Milena bercanda.
“Hu… Dasar!”, teriak Riko Batak dan Darman
Riko Batak, Darman dan Milena akhirnya memutar otak mencari ide agar mereka bisa ikut acara HUT kemerdekaan. Akhirnya, setelah berdebat beberapa jam mereka pun memutuskan untuk ikut pawai budaya tingkat kecamatan pada tanggal 17 agustus.

“Demi untuk bangsa dan negaraku….!”, teriak Riko Batak, Darman dan Milena ketika selesai berkumpul. Waktu tinggal 3 hari untuk mempersiapkan diri.

“Kita ikut pawai pakai kendaraan, jangan jalan kaki, kasihan Milena kalau harus jalan kaki dan kena panas matahari”, ucap Riko Batak. 

“Halah…. Gaya kamu sok perhatian”, jawab Milena. Melihat kedua rekannya yang bercanda terus Darman pun sewot. Ia akhirnya mengajak untuk mulai mempersiapkan diri.

Senin pagi, tanggal 15 Agustus mereka sudah berkumpul untuk memilih kendaraan dan menghias-nya. Pilihan jatuh pada motor roda tiga, mereka akhirnya menghias kendaraan tersebut sedemikian rupa menyerupai gerobak sapi.

Riko Batak segera menghubungi beberapa kawan untuk membuat patung replika sapi. Darman menghias bagian lain kendaraan sedangkan Milena mulai mempersiapkan busana dan berbagai keperluan untuk teman-temannya.

Semua mereka lakukan secara gotong royong. Kebetulan, mereka bertiga adalah pemuda yang aktif dalam organisasi dan sudah dikenal baik hingga untuk acara pawai 17 Agustus itu banyak sekali yang membantu.

Mereka tidak mengeluarkan uang kecuali hanya sedikit. Banyak pemuda desa yang menyumbang dan bahkan bergabung dengan konsep pawai yang sudah mereka siapkan.

“Woi, aku ikutan ya…”
“Boleh… boleh… tapi jangan yang aneh-aneh ya, yang mendidik aja…”
“Oke deh…”
“Kita buat sesuatu yang menarik tetapi tidak ada konotasi negatif, misalnya laki-laki yang berpakaian perempuan, tidak mendidik itu!”
“Wah…. Gak seru dong….!”
“Seru apanya, menyesatkan itu, temanya patriotisme dan nasionalisme aja!”
“Iya deh…ikut aja”

Hari berikutnya, selasa dari pagi sampai siang suasana rumah Riko Batak menjadi semakin ramai dan gaduh. Banyak sekali rekan remaja dan pemuda pemudi yang mempersiapkan keperluan pawai budaya di rumah Riko.

Rumah Riko sendiri memang strategis, halamannya sangat luas, dan lokasinya yang dekat dengan kecamatan. Biasanya disana akan menjadi start tempat pawai dimulai. Itulah sebabnya banyak pemuda yang akhirnya bergabung disana.

Semua bahu membahu untuk memeriahkan pesta kemerdekaan. Terlihat para pemuda dan pemudi begitu semangat dan berapi-api. “Ingat, sebagai generasi penerus kita harus terus berjuang melanjutkan perjuangan para pahlawan. 

Mari kita isi kemerdekaan ini dengan membuat Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera!”, teriak Riko Batak sore itu mengakhiri kegiatan persiapan karnaval.

“Merdeka…! Merdeka…! Merdeka…!”, semangat mereka terbakar, mereka satu persatu akhirnya meninggalkan rumah Riko. 

Hanya tinggal Riko Batak, Darman dan Milena. Sebelum magrib Milena pulang, Darman memutuskan menginap di rumah Riko Batak dengan ditemani beberapa anak lain.

Mereka menjaga peralatan pawai yang tidak bisa dibawa pulang, takut kalau hujan. Setelah persiapan yang melelahkan akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Jam sembilan pagi suara sudah semakin gaduh, masyarakat sudah mulai banyak yang berkumpul di tempat start.

Akhirnya, kemeriahan mengisi seluruh hari, dari pagi hingga sore suasana seluruh kecamatan begitu meriah dan ramai. “SELAMAT ULANG TAHUN INDONESIAKU, SEMOGA JADI LEBIH BAIK”, sebuah spanduk besar membelah kerumuman mengawali parade pawai kemerdekaan.

--- oOo ---

Kisah tentang Potongan Pertama Kue Ulang Tahun

Contohcerita.com:Kisah tentang Potongan Pertama Kue Ulang Tahun yang Entah Akan Diberikan untuk Siapa - cerpen tentang ulang tahun berikut ini cukup berbeda. Mungkin lebih dekat jika dikatakan sebagai cerita pengalaman pribadi kali ya? Ya, pernah tidak merayakan ulang tahun dan bingung potongan kue pertama akan diberikan untuk siapa? Lucu deh, simak saja ya!

cerpen ulang tahun
Kisah tentang Sepotong Kue Ultah yang Entah Akan Diberikan untuk Siapa

Hiuft..., 17 tahun sudah aku menjadi anak papa dan mama. Menjalani hidup dengan penuh kasih sayang dan pengertian dari keduanya.

Selalu dan selalu kuingat pesan papa dan mama ketika tiap kali aku berulang tahun. Tak ada kata kata yang special.

Namun itulah harapan dari orang tua kepadaku, bagaimana orang tua berjuang demi anak anaknya untuk menjadi yang terbaik.

Namun tak apalah, memang sudah seharusnya orang tua seperti itu. Menasehati anaknya bukan memberi rayuan dan pujian terus menerus.

"panjang umur ya nak, sehat selalu, prioritaskan sekolahmu, jangan pacaran dulu dan jangan membantah apa kata papah mu.

Begitulah ibu selalu menasehatiku, tak bosan bosan aku mendengarkan nasihatnya dengan penuh pengertian dan kebijaksanaan.

Ku cium pipi mama." Makasih ya ma sudah selalu menasehatiku dan selalu menjadi teman yang baik buat aku."

Papah menyambungkan "selamat ulang tahun ya nak semoga kau tumbuh dewasa dan tidak kekanak-kanakan lagi, ingat pesan papa jangan pacaran dulu."

"siap papahku,"lalu ku cium pipinya tanda acara mau dimulai, tamu sudah berdatangan namun orang yang spesial di hatiku tak juga datang datang.

Lima belas menit aku menunggu ia tak juga datang. Lalu ayah mendekatiku dan berkata sebenarnya aku sedang menunggu siapa. Terpaksa kami memulai

Emsi sudah berkata kata tanda acara sudah dimulai, tanpa berlama lama semua tamu menyanyikan selamat ulang tahun kepadaku dan menciumiku memberi selamat.

Saatnya memotong kue ulang tahun, saat itu kue potongan pertamaku ingin aku berikan kepada orang yang special bagiku, walau bukan pacar.

Sambil menagis menunggunya tak datang datang, aku menghampiri mama dan memberikan kue ulang tahun itu kepada mama dan papa lalu aku menyuapi.

Betapa sedih hari itu. Orang yang sangat spesial tak datang di hari spesial bagiku. Padahal aku sudah mengundangnya. Entah kenapa dia tak datang. (Gunarto)

Waktu Ulang Tahunku

Perayaan Sederhana Waktu Ulang Tahunku - Pertambahan usia memang begitu menyenangkan bagi yang dirayakan bersama keluarga dan teman teman dekatnya. Dan waktu masih sekolah  aku tidak pernah memberi tahu kepada teman teman ku mengenai tanggal lahirku.


Dan tahun - tahun biasanya pun ulang tahunku tidak pernah dirayakan. Dan suatu hari aku tidak tahu, kaya ada sesuatu yang berbeda.

Mengapa kali ini semua teman sekelas menjahiliku dan mengerjaiku, hari yang tidak seperti biasanya, lantas aku bertanya kepada sari?

“Ini ada apa sih, mengapa semua orang menggangguku”, tapi sari cuman mebalas dengan sanyuman manis kaya dia lagi merencanakan sesuatu dibelakangku.
           
Setelah pulang sekolah, semuanya tambah berlaga aneh di dekatku. aku belum sadar juga waktu teman dekatku sari mengucapkan selamat kepadaku .

“selamat ya…”
“selamat apa sar”, kataku, dengan nada heran padal aku tidak memenangkan kejuaraan apapun minggu minggu ini mengapa banyak yang mengucapkan selamat padaku. “Ya pokoknya selamat”, katanya, sambil berlari menjauhiku.

Setelah keluar dari gerbang sekolah, Tiba tiba dari belakang satu ember air yang sangat kotor dan yang terisi berbagai macam bumbu exstrim itu menyiram tubuhku,,

“Byur…”, serasa mandi madu di siang bolong yang panas itu. Perasan kaget, waktu satu ember madu itu menyiram tubuh indah ini. Teman - teman bersorak ceria dengan mengucapkan selamat ulang tahun padaku dari kejauhan.

Setelah itu baru aku tersadar kalau aku sedang ulang tahun , tidak tahu entah dari mana dia tahu tanggal lahirku yang biasanya tidak pernah dirayakan. sedikit jengkel karena tubuhku sangat kotor dan bau itu tapi senang juga kerena teman teman masih memperhatikanku.

Sangat senang karena ini pertama kalinya ulang tahunku dirayayan dengan teman teman dan walaupun sederhana tapi cukup mangasikan yang membuat perasan hati ini bahagia sekali.

Lalu, setelah badanku sangat kotor baru semuanya mengucapkan selamat ulang tahun padaku. Hampir sama dengan cerita-cerita kejutan ulang tahun yang pernah dialami orang lain mungkin. Tapi semua itu benar-benar membuat aku tersenyum.

Sepanjang jalan mau pulang aku jadi pusat perhatian semua orang. Pandangan semua orang tertuju padaku, seraya terheran heran seperti putri yang cantik jelita dari dari kerajaan inggris sedang lewat didepanya. Justru kali ini aku sangat senang untuk jadi ratu satu hari itu.

---oOo---

Kumpulan Contoh Naskah Drama Maulid Nabi

Mendekati perayaan dalam banyak juga rekan pelajar yang mencari contoh untuk beberapa drama tentang maulid nabi. Maka dari itu tidak lupa kita siapkan juga teks tersebut untuk tambahan referensi. Sama dengan teks drama lainnya, bedanya adalah ceritanya lebih kental dengan suasana religi.


Tema yang diambil dalam naskah drama ini adalah seputar perayaan hari besar islam yaitu peringatan maulid nabi besar Muhammad SAW. Mungkin gambaran kisah yang akan diangkat sudah bisa ditebak. 

Back To Top