Cerpen tentang Liburan Mimpiku Pergi ke Pantai Parang Tritis

Cerpen Liburan ke Pantai Parang Tritis - kali ini kita akan membaca sebuah cerpen singkat yaitu tentang liburan dan wisata. Ceritanya yaitu tentang sebuah perjalanan ke salah satu tempat wisata pantai.

Contoh Cerpen tentang Liburan ke Pantai Parang Tritis

Bisa dikatakan cerpen ini sangat sederhana. Isinya membahas berlibur di pantai Parang Tritis. Sudah pernah dengar nama pantai ini kan? Pasti sudah ya.

Pantai yang satu ini memang cukup dikenal. Sebagai negara kepulauan tentu pantai menjadi sesuatu yang akrab. Kira-kira ceritanya seperti apa ya, mari disimak langsung!

Mimpiku ke Parang Tritis
Cerita Pendek oleh Apw

Seminggu sudah aku hanya menatap indah Parang Tritis lewat sebuah komputer melalui akses internet nir-kabel.

Nampak indah untuk dilihat tanpa aku bisa membayangkan bagaimana bila aku bermain pasir, air, di sana.

Karena mungkin belum sekalipun aku bisa ke sana sehingga bayangan tentang seperti apa rasanya berlibur di sana belum ada. 

Tetapi bila di pandang dari sebuah foto yang aku dapat dari internet, Parang Tritis adalah pantai yang indah, pasirnya putih, dan lautnya bersih. Sungguh bahagia bila aku bisa menghabiskan waktuku di sana.

Gaya manja terus ku perlihatkan kepada orang tuaku, bahwa itulah sifatku ketika aku mempunyai sebuah keinginan. 

Aku ingin sekali orang tuaku mengerti bahwa Parang Tritislah tempat yang sangat ingin aku jumpai. Sehingga kalimat pujian, tutur kata santun terus ku lontarkan kepada ibu dan ayahku untuk meluluhkan hati mereka agar aku diberi izin dan diantarkannya ke sana.

Tetapi memang tidak mudah membujuk dan merayu ayah dan ibuku terlebih mereka sudah termakan dengan cerita kisah mengerikan yang tersimpan dalam pantai Parang Tritis. 

Konon di sana bersemayam seorang siluman berwujud wanita cantik, yang siap membawa siapa saja yang memakai baju hijau ke alamnya.

Tetapi aku tidak percaya dengan hal itu, karena tidak bisa diserap oleh akal logikaku. Tetapi kepercayaan yang kolot orang tuaku yang diajarkannya secara turun-temurun membuatku tidak diberikan ijin ke sana.

Langit termendung seolah dia tahu kesedihanku tidak diberikan ijin untuk kepergianku ke Parang Tritis. Tetapi dalam hati hanya bisa berkata tidak perlulah langit bersedih melihatku seperti ini. 

Toh kesedihan langit tidak ada artinya bagiku, tetap saja aku hanya bisa di dalam kamar tanpa bisa pergi ke Parang Tristis di masa liburan ini.

Mungkin liburan ini adalah liburan yang sangat jahat untukku, tidak seperti liburan kemarin keinginanku terpenuhi pada liburan kemarin.

Aku selalu mendapatkan apa yang aku inginkan, itulah benakku berbicara, sehingga Parang Tritis yang kuinginan harus bisa aku dapatkan. 

Sebuah cara tentu aku fikirkan keras dalam otaku yang hanya mempunyai ukuran beberapa senti saja. Aku belum tahu cara apa, benar atau salah, bagus atau baik, efektif ataupun tidak efektif cara yang akan ku temukan dalam otaku ini. 

Yah lampu berpijar terang dalam otakku, tanda aku mendapatkan sebuah ide untuk bisa sampai ke Parang Tritis.

Mungkin hanya pergi dengan secara diam-diam itulah cara untuk bisa sampai ke Parang Tritis. Kebetulan setahun yang lalu sampai dengan sekarang aku selalu rajin menyisihkan uang jajanku di perut ayam yang terbuat dari tanah liat itu. 

Mungkin aku bisa menghancurkan tubuh ayam itu untuk mendapatkan uangku untuk bekal perjalananku ke sana. Prak Prak – pukulan palu mengenai celengan ayam – wah ini uangnya banyak. 

Aku mengambil uangku dan menghitungnya. Terdapat jumlah keseluruhan uangku adalah 500 ribu. Ini sangat cukup untuk perjalanan dan makan ketika kepergianku ke Parang Tritis.

Mengingat Parang Tritis hanya bisa ditempuh dua setengah jam dari rumahku. Dekat sebenarnnya tetapi orang tuaku selalu enggan untuk mengantarkanku ke tempat tersebut. 

Maka dengan terpaksa aku harus pergi sendiri secara diam-diam karena aku begitu menginginkan untuk pergi ke parang tristis.

Terlebih benakku sudah berkata apa yang aku inginkan selalu aku dapatkan, mungkin inilah cara menjawab kicauan benak yang selalu datang ketika keinginan hati hampir tidak terpenuhi.

Aku berdiri di samping jalan nan ramai, masih pagi tetapi cuaca sudah mendung, aku tidak tahu mendungnya langit karena tersedih melihatku atau justru ada karena secara alami. 

Kalau mendungnya langit karena tersedih tentu kurang masuk akal, seharusnya langit saat ini bergembira melihatku hendak pergi ke Parang Tritis.

Tetapi kenyataannya langit masih termenung mendung tanpa ada keceriaan di wajah hingga bosan ku melihatnya.

Ya biarlah saja langit termenung memperlihatkan murung wajah yang sangat tidak enak untuk dipandang, jangankan memberikan senyum kepadaku melihatku saja sudah enggan.

Sekali saja terserah kau langit, aku tidak peduli, aku hanya ingin pergi ke Parang Tritis saat ini. Makiku dalam hati melihat langit dengan muka jeleknya seolah tidak suka dengan kepergianku.

Langit menangis, ribuan air tertumpah turun ke bumi, debu sarang penyakit beterbangan, sementara aku berlari ke sebuah kios untuk berteduh.

Memang sulit sekali menenangkan langit yang tersedih, bagai anak kecil yang kehilangan dotnya, bahkan ku rasakan lebih sulit dari itu. 

Anak kecil bisa tenang hanya bila diberi dot, tetapi langit, bagaimana langit bisa tenang dan harus diberi apa biar langit bisa tenang. 

Itulah pertanyaan bodoh yang membuatku merasa larut dalam rasa bersalah, seolah-olah akulah penyebab kesedihan langit yang mengakibatkan ribuan bahkan jutaan liter air tertumpah ke bumi.

Kesedihan langit tambah menjadi-jadi dia berteriak-teriak lebih keras dari pada bayi, suaranya menggelegar dan menghasilkan aliran listri yang cukup besar.

Tentu tubuhku akan gosong bila terkena guntur yang menyambar-nyambar tanpa melihat-lihat itu. 

Langit sungguh keparat dia berusaha mencegah kepergianku untuk ke Parang Tritis. Ya gara-gara sikap kekanak-kanakannya aku hanya bisa berwisata di kios buntut dengan cat pudar di bagian temboknya, tidak bisa ku melihat pantai dengan pasir putih bersih dan air laut yang jernih.

Hancur semua rencanaku karena hujan ini telah menghentikan aktivitas kota, dari transportasi hingga ekonomi.

Saat ini aku hanya bisa dikepung oleh para bala tentara pasukan air dari langit, sedang di sana ada angin kencang yang mengendalikan air turun ke bumi. 

Yang lebih mengerikan lagi senjata maha canggih listrik dengan kapasitas daya yang sangat tinggi yang bisa merenggut nyawaku bila terkena tubuhku.

Aku bagai pecundang yang sudah tidak punya kekuatan apa-apapun, tidak punya pasukan, tidak punya senjata, tetapi menolak untuk menyerah dan bersembunyi di kios buntut.

Sementara di sana musuhku langit terus melancarkan guntur-gunturnya yang mematikan itu. Suaraku yang lantang memaki sang langit tidak ada lagi, diganti dengan suara ketakutan melihat guntur yang mampu membungkam nyaliku.

Sudah menyesal itu pasti karena ku sudah mengejek muka langit yang jelek hingga langit berubah menjadi liar dan tak terkendali.

Biarlah mimpiku ke Parang Tritis hanya sekedar mimpi, karena aku tidak berdaya melawan langit dengan ribuan bala tentaranya.

Yang mungkin ini adalah pertarungan yang sangat tidak sebanding bila memang dinilai oleh wasit itupun bila ada wasitnya. 

Tetapi ini adalah pertarungan liar tanpa wasit dan tanpa peraturan, yang kuat boleh sesuka menindas yang lemah, seperti kaum kapitalis menindas para kaum proletar, tangis tidak berdaya proletar tidak sedikitpun merubah pikiran kapitalis untuk terus menindas. (Arif Purwanto)

---oOo---

Kalau setiap hari ada satu cerita cerpen liburan seperti ini seru juga ya? Kan kita bisa sekaligus belajar dan mendapatkan referensi tambahan mengenai tempat-tempat bagus untuk dikunjungi.

Kita mendapatkan referensi tempat wisata yang suatu saat bisa didatangi. Oh iya, selain cerpen di atas masih ada lagi yang lain kok.

Kalau masih ingin membaca cerita lagi silahkan ambil dan pilih beberapa cerita lain yang sudah disiapkan. Ada beberapa judul pilihan yang sudah disiapkan dibagian bawah. 

Cerpen, Jodohku Datang di Masa Liburan

Cerpen tentang Jodoh - Suasana yang cerah, ini kali pertamaku datang di desa yang masih mempunyai pemandangan yang begitu asri. Tetapi sebenarnya bukanlah desa tujuanku, tetapi destinasi yang ada di desa ini yang menjadi tujuan utama.

Cerpen, Jodohku Datang di Masa Liburan
Contoh Cerpen tentang Jodoh

Tetapi pemandangan desa yang masih asri juga menjadi daya tarik tersendiri bagiku ketika bermukim di penginapan sederhana yang terletak satu kilo dari destinasi wisata alam yang akan ku datangi.

Ini adalah desa Kelinci, yang merupakan dataran tinggi berhiaskan tanaman hijau yang tertata rapih, serta sungai jernih yang mengalir tanpa saling mendahului.

Musim libur seperti inilah banyak para wisatawan lokal maupun manca negara yang datang untuk berlibur dan berwisata di sini.

Di sinilah ada salah satu destinasi air terjun yang sangat indah, yang menjadi tujuan utama para wisatawan ketika berlibur di desa Kelinci ini. 

Air terjun tersebut adalah air terjun sumo ilang. Meski masyarakat setempat selalu mengkaitkan tempat tersebut dengan hal mistis, tetapi cerita mistis tersebut tidak mengurangi jumlah wisatawan yang datang.

Dan hari ini aku akan mendatangi air terjun Sumo Ilang tersebut sendirian, karena memang aku berangkat dari kota sendiri tanpa teman. 

Karena semua temanku rata-rata pulang ke kampung halamannya masing-masing, sedangkan aku yang kerja dan bersekolah di kota memilih untuk berlibur ketika hari libur datang.

Di desa Kelincilah aku menghabiskan waktu liburanku, hingga nanti akhirnya waktu libur usai. Aku yang sudah dalam keadaan segar, dan wewangian yang sedikit melekat di pakaianku, serta pakaian santai untuk berjalan-jalan, siap untuk pergi ke air terjun sumo ilang.

Aku menggunakan motor yang aku sewa dari penginapan, karena memang medan tidak memungkinkan bila harus menggunakan mobil.

Medan hanya bisa dicapai dengan menggunakan motor ataupun sepeda. Karena hanya ada motor di sini maka yang kupergunakan adalah motor.

Motor Rx- King mulai ku pacu melintasi jalan sempit pedesaan yang naik dan turun. Sementara di tengah jalan aku bertemu dengan seorang gadis yang nampak berjalan sendirian.

Sekilas dari belakang dia adalah gadis yang cantik, kulitnya putih, rambutnya hitam bergelombang dan tidak terlalu panjang serta tinggi.

Aku segera memelankan laju motorku dan berjalan mengiringinya di sampingnya sambil bertanya "Hey mau kemana" – Tanyaku sambil melihatnya ternyata memang dia gadis yang cantik.

Dia melihatku sambil tersenyum,"Aku mau ke air terjun, boleh aku menumpang.?" – Ungkapnya mempelihatkan gigi kelincinya.

"Tentu saja, aku juga hendak pergi ke air terjun" – Berhenti dan mempersilahkan gadis cantik tersebut menumpang motorku.

"Oh iya..?" – Ungkapnya berjalan melewati belakang motorku dan duduk di belakangku.

"Iya, sepertinya kau bukan orang sini..?" – tanyaku sambil mulai berjalan dengan suara cukup keras dari kenalpot motor dua tak ini.

"Ya kau benar, aku dari kota dan sedang berlibur di sini" – berbisik pelan di samping belakang kupingku.

"Kau sendirian..?, mana temanmu, keluargamu..?" – Tanyaku lagi sambil mengurangi kecepatan melintasi turunan.

"Aku tidak bersama mereka, karena memang aku ke sini ingin menghabiskan liburanku sendiri" Jawabnya sambil memegang punggungku menahan posisi ketika di turunan.

"Kau asli orang sini..?" – Tanyannya penasaran dengan wajah tersenyum.

"Bukan, aku juga dari kota, akupun sendiri ke sini, karena memang tidak ada teman" – Jawabku sederhana.

"Oh ya, kau tidak membawa kekasimu..?" – Tanyanya dengan nada genit.
"Tidak, aku tidak mempunyai seorang kekasih" – Jawabku tanpa ekspresi tersenyum maupun sedih.

"Kita belum berkenalan, siapa namamu..?" – Tanyannya membisik di samping belakang kupingku.
"Namaku Rehan, namamu siapa..?" – Tanyaku kepada gadis cantik yang berada di belakangku.

"Aku Sarah" Jawabnya dengan suara sangat lembut dan meleleh di dalam hatiku.

Tak kalam kemudian aku sampai di tempat tujuan dan ku mulai turun dari kendaraanku, berjalan menuruni bukit untuk bisa sampai ke air terjun.

"Wah Rehan kau dengar itu suara air terjun" – Ungkapnya mendengar air terjun begitu bahagia.
"Ya kau benar, kita hanya tinggal melewati turunan ini untuk bisa sampai ke air terjun" – Ungkapku.

Kami sampai di sungai yang mengalir tidak terlalu deras karena terhalang oleh bebatuan yang tersusun rapih yang biasa digunakan sebagai jembatan untuk mencapai air terjun. 

Sementara itu ku lihat di sebelah kanan air terjun yang sangat deras nan indah. Tidak banyak orang di sini aku hanya melihat 4 orang laki-laku dan dua prempuan yang nampak sekilas berumur dua puluh tahunan.

Aku dan sarah langsung berjalan melewati bebatuan untuk bisa berenang di bawah air terjun tepat. Kami saling bergandengan karena Sarah nampak ketakutan ketika melintasi bebatuan yang tidak rata tersebut.

Aku begitu betah berlama-lama menggenggam tangannya, tangannya begitu halus, lembut, hingga menimbulkan ketertarikan, cinta dalam fikiranku. 

Ya mungkin ini kali pertamaku bertemu dengannya tetapi hati ini sudah ada ketertarikan kepadanya, mungkin karena dia adalah orang yang mengasyikan, dan cantik.

Setelah sampai tepat di bawah air terjun, Sarah langsung berenang di bawah air terjun. Sementara aku juga mengikutinya berenang tepat di bawah air terjun. 

Kepala kami di hujani air yang tidak seberapa banyak ini, tetapi cukup panas ketika mengenai kepala. Kami menjaga jarak dari turunnya air terjun dan lebih memilih untuk berenang di sekitar air terjun.

"Airnya segar banged" – Ungkap Sarah nampak begitu bahagia menikmati dinginnya dan segarnya air terjun.

"Kau benar kita tidak akan menemui air sejernih dan menyegarkan ini di kota, mari menyelam" – teriaku dan menenggelamkan diri sementara Sarah juga menenggelamkan diri.

Kami menyelam, dan ku buka mataku di dalam air yang buram, nampak dia menahan nafas dan berterbangan gelembung dari nafasnya yang bocor. Hingga tak lama kemudian kepalanya keluar dari air.

"Hah hah" ungkapnya sedikit sesak karena terlalu lama menahan nafas.

Kami begitu puas menikmati air yang jernih lagi dingin ini dengan bercanda tawa dan berenang bersama.

Hingga badan kami kemudian lelah, dan sudah terlalu dingin kami menyudahi menikmati air jernih dengan air terjun yang indah ini.

Kami kembali ke parkiran dan kemudian beranjak untuk pulang. Aku mengantarkan sarah ke penginapannya tanpa mampir, karena sadar tubuh ini semakin dingin dan membutuhkan pakaian hangat. 

Tetapi setidaknya adanya sarah di sini menambah kebahagiaanku menjalani liburan kali ini. Hati ini sedikit yakin bahwa dialah memang jodohku, aku akan memperjuangkannya, namun sebelum itu tentu kita butuh pendekatan.

Tuhan aku hanya bisa berharap bahwa aku hanya ingin dipersatukan dengan gadis yang sudah ku anggap sebagai jodohku. Restuilah langkahku untuk mendapatkan hatinya, karena hati ini begitu yakin dialah jodohku. (Arif Purwanto)

---oOo---

Pria Tampan Bertopi dengan Payung Bermotif Bunga

Contohcerita.com: Kisah Pertemuanku dengan Pria Tampan Bertopi dengan Payung Bermotif Bunga - cerpen tentang bertemu dengan pria tampan atau cowok tampan yang berpenampilan unik dan menarik, bagaimana menurut anda? Ya, ceritanya unik dan juga menarik. Tentu bisa digunakan sebagai hiburan di waktu senggang. Silahkan dibaca langsung ya, singkat kok.

Cerpen Pertemuan Pertama dengan Pria Tampan

Tersipu malu. Begitulah keadaanku saat aku berkunjung ke sebuah mall di kawasan SCBD Kamayoran selasa lalu.

Bagaimana tidak, aku dianggapnya sebagai artis marshanda padahal aku hanya mirip denganya dari hidungnya saja.

Ketika aku telah selesai berbelanja aku beranjak pulang dan langsung menuju pelataran parker mall dilantai bawah yang cukup hijau.

Ketika aku mau masuk kedalam mobilku tanpa aba aba dan peringatan ada yang memanggilku dari belakang.

"Mba marshanda, mba marsahanda, foto donk." Aku saat itu sangat kaget, apa disini ada marshanda.

Aku berfikir jika ada aku juga ingin minta foto bersamanya sebagai kenang kengan bersama marshanda di sebuah mall.

Namun betapa terkejutnya aku ketika pria tampan itu memelukku dan mengambil foto secara sembarangan tanpa izin.

Aku saat itu sangat jengkel dan menonjok mukanya. Aku marah karena aku tiba tiba dipeluk tanpa pemberitahuan.

Pria itu mengatakan "aku sangat ngevens dengan mba marshanda, akhirnya kita dapat bertemu dan berfoto seperti ini."

Ku lihat dia agak sedikit ngondek, aku saat itu ingin muntah kemukanya karena kebancianya itu yang aku tak suka.

Buru burulah aku masuk kedalam mobil, namun pria itu masih saja memanggil dan menggedor kaca mobilku.

Sampai aku jalan dan meminta satpam untuk mengamankan pria itu. Betapa terkejutnya aku setelah tiga minggu aku berkunjung lagi ke mall itu.

Satpam mengatakan pria itu sudah masuk ke rumah sakit jiwa. Ternyata pria itu adalah pria sakit jiwa, setiap hari berkeliaran di mall bertopi dan membawa payung. (Gunarto)

Temui Aku di Candi Prambanan

Contohcerita.com - ceritanya janji bertemu di candi Prambanan kali ya? Ya mungkin saja begitu, secara candi ini kan juga salah satu peninggalan sejarah yang sangat indah. Dari pada tidak ada kerjaan, lebih baik menikmati kisah menarik berikut ini.

Candi Prambanan
Temui Aku di Candi Prambanan

Bandara seolah memanggil-manggilku untuk segera sampai. Hati ini terus gelisah ingin bertemu dengan Sinta.

"Sabarlah sayang aku akan segera menemuimu. Aku akan segera merajut kejauhan cinta kita yang sudah dua tahun tak pernah mesra dan terjalin."

Hati begitu berdetak kencang ketika kota London penuh sesaknya karena musim mudik pelajar telah tiba.

Akulah mahasiswa Indonesia yang memiliki kekasih yang setia menungguku selama ini. Aku merindumu sayang, kemana, kemana, cepatlah berlabuh pesawat.

Jogjakarta adalah tempat yang akan ku kunjungi. Walau ku tahu sepulang ini aku belum meyakinkan diri untuk ke Medan.

Sebaiknya ku temui kekasihku dulu yang begitu setia menungguku. Dalam hati ini berkata untung saja ia juga punya segudang kesibukan hingga tak selalu memikirkan aku ketika jauh.

Seolah ingin cepat sampai aku mondar mandir dalam kabin pesawat. Rasa rindu yang begitu menggebu membuat hati ini tak tenang dan tak nyaman untuk selalu duduk.

Sinta kemana aku akan melabuhkan pesawat ini, apa ke Jogja apa ke Medan. Ibuku telah lama juga menunggu.

Hampir puluhan jam aku menduduki kursi pesawat itu kala rindu bersama mimpi mimpi yang telah kau janjikan di twittermu.

Tak akan aku kecewakan Sinta. Kau tunggu saja aku di Candi Prambanan sayang. Sabar dan terus bersabar. Aku membalas sms nya.

Terserah mau apa ibuku menanti. Aku ingin menemui kekasihku dulu, lekas menciumnya sambil berlari memeluknya.

Sahabat tak kan menjadi penyebab perpisahan kita dua tahun lalu, namun yang jelas sekarang hatiku milikmu cinta.

Beberapa saat pesawat itu mendarat dan tergelincir ke sawah. Saat ku sadar saat itu aku sedang tertidur dan ku yakin inilah mimpi bualanku. (Gunarto)

Indonesia Culture Circle (ICC), Cerita Destinasi Wisata Indonesia yang Menarik

Indonesia Culture Circle (ICC), Cerita Destinasi Wisata Indonesia yang Menarik - Berbicara keindahan alam dan kebudayaan Indonesia, negara kita memang tidak habis-habis ya. Banyak ragam pariwisata yang sudah terkenal.

Foto: Wisata Kalimantan Timur/Wisatamu.com

Karena negara kita tercinta ini menghimpun banyak sekali destinasi-destinasi alam yang indah yang disitu juga terdapat kebudayaan masyarakat setempat yang unik.

Seperti halnya di Bali dan Lombok, yang selalu menjadi tujuan para wisatawan Asing ketika pergi ke Indonesia.

Belum lama ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Australia telah membuat sebuah program bertajuk Indonesia Culture Circle (ICC).

Pemerintah sendiri dalam acara tersebut mengenalkan pasar apung dari Kalimantan, dan segala jenis kerajinan dan kebudayaan yang ada di Kalimantan.

Dengan adanya program ICC ini diharapkan akan bisa meningkatkan jumlah wisata asing ke Kalimantan.

Para pengunjung ICC sendiri mengaku cukup tertarik untuk pergi ke Kalimantan karena melihat destinasi yang indah dan keragaman kebudayaan yang tersimpan di dalamnya.

Sehingga menarik untuk dikunjungi sekedar untuk mencari pengalaman baru dan kemudian mengabadikan momen-momen indah tersebut. (Apw)
Back To Top