Cerita Pendek Bahasa Inggris Singkat, Let Him Go

Cerpen bahasa inggris singkat, “Let Him Go”, berikut ini mengambil tema keluarga. Keluarga kan memang sangat penting bukan? Coba sejenak tengok keluarga kita, tatap mereka dalam – dalam satu persatu, merekalah orang-orang yang akan senantiasa ada di dekat kita.

Cerita Pendek Bahasa Inggris Singkat, Let Him Go
Contoh Cerpen Bahasa Inggris Singkat tentang Ayah

Mereka adalah orang yang siap berkorban, yang akan memberikan sesuatu yang bahkan tak dimiliki. Kita semua hidup dan besar di tengah mereka.

Ada banyak kisah yang terjadi baik yang sudah kita lupakan atau pun yang tak pernah hilang sedikitpun dari ingatan.

Tahukah anda seberapa berartinya anda bagi mereka? Kisah romantis dalam sebuah cerpen tidak akan mampu menggambarkan bagaimana besarnya arti keluarga.

Adik-adik dan pembaca semua tentu setuju bahwa keluarga bisa menjadi tema cerita yang sangat menarik. Tapi disisi lain kadang tema seperti ini juga bisa membosankan.

Tergantung bagaimana isi kisahnya ya. Kalau yang ini mungkin cukup menarik untuk diikuti. Anda baca saja nanti agar bisa menyimpulkan sendiri.

Sebuah kisah cerita pendek (cerpen) yang sengaja disusun untuk media belajar, mau? Karena untuk media belajar maka ceritanya sudah dilengkapi dengan daftar kata bahasa inggris tentang keluarga dan terjemahannya.

Daftar kata tersebut bisa dijadikan sumber belajar atau bisa juga untuk membantu memahami cerita yang dibaca. Untuk beberapa menit silahkan luangkan waktu untuk membaca daftar berikut.

And = dan
Home = rumah
Strange = aneh
Face = wajah
Disturbing = menggangu
Feeling = perasaan
Worried = khawatir
Unclear = tak jelas
Heart = hati
Bad = buruk
Come home late = pulang telat
Imagining = membayangkan
Uniform = seragam
Eat = makan
Passionless = dengan lemas, tidak semangat
What’s wrong = ada apa
No appetite = tidak berselera
Jumped = melompat
Hospital = rumah sakit
Pale = pucat

Harapannya, dengan dibekali dengan kata sulit di atas maka pembaca bisa lebih mudah dalam memahami kisah yang diberikan.

Jadi walaupun tidak untuk belajar kan bisa dijadikan hiburan kala senggang, benar tidak? Ah, mau panjang lebar tapi kan kita belum tahu bagaimana ceritanya. 

Cerita tentang kehidupan keluarga berikut ini memiliki suasana yang menyedihkan. Dari awal cerita saja sudah disuguhkan kepada pembaca keadaan atau suasana yang tidak menentu.

Berjudul “let him go”, cerpen ini mengisahkan dua orang kakak adik yang kehilangan ayahnya dengan cara yang tragis. Seperti apa kejadiannya, simak berikut.

Let Him Go
Story by Irma

Anindya and Fyas walked home in a strange face. There was somethings disturbing their feeling. They were worried about somethings unclear. 

The two sisters thought about the same things. Deep in their heart, they worried about their father. 

“What will happen?” Anindya said to her sister. “I do not know. I have bad feeling about Dad” her sister replied. 

When they arrived home, there was only their mother. “You home earlier darling…” the mother asked them. “Yes mom…” said Fyas. 

“Where is father?” Anindya asked her Mom. “He is at work darling… your father said that he will come home late” the mother answer.

Anindya went to her room; Fyas sat in the living room imagining something. “Honey, change your uniform first…” the mother said to Fyas. “Yes Mom…” Fyas then went to her room. 

The mother walked to Anindya’s room. She knocked the door and went inside. “I just prepared your lunch honey; get your sister to eat”.

Passionless, Anindya walked out from her room. She went to her sister’s room and threw her body into the bed. 

Fyas was lain down in her side, staring at the ceiling. “I can not stop worrying father…” she said. “So am I …” said Anindya.

Few minutes later their mother came in. “What’s wrong with you young ladies? Why don’t you take lunch?” her mother said. 

"Thanks Mom, I have no appetite…” Fyas said to her mother. “Mom, we have bad feeling about Dad…” Anindya said.

Before their mother could say anything, the phone was ringing. “Up you girls…take your lunch first!” she walked out the room.

Just few minutes later, there was crying from the living room. Fyas and Anindya jumped out the bed and run to the living room. “Girs… your Dad…” said the mother while crying. 

The room became so noise. Fyas, Anindya and their mother run to the car and went out to the hospital. On their way, they continued crying. 

Their father got an accident. They needed to come to hospital as soon as possible. At the hospital, they run and came in front of the pale body. Their father was dead.

The End

Adalah Anindya dan Fyas, dua orang kakak adik satu sekolah yang mendapatkan firasat tak enak ketika berada di sekolah.

Keduanya merasakan hal yang tak biasa, mereka merasa gelisah dan entah mengapa mengkhawatirkan ayahnya. Sepulang sekolah mereka berdua berjalan sambil terus merasa tidak enak hati.

Itulah awal dari cerpen di atas, anda sudah membacanya bukan? Memang benar sekali, cerita pendek bahasa inggris di atas bisa membuat kita ikut menangis kalau membacanya dengan seksama.

Ya, begitulah. Kadang ada saja musibah yang terjadi. Semoga hal seperti itu tidak terjadi pada kita semua ya.

Kisah tentang Pesan Singkat Sang Ayah yang Jauh di Negeri Orang

Contohcerita.com: Kisah tentang Pesan Singkat Sang Ayah yang Jauh di Negeri Orang - cerpen tentang ayah yang jauh di luar negeri, sepertinya juga cukup layak untuk dijadikan bahan bacaan saat santai. Pernah membayangkan bagaimana rindu yang mendera pada ayah ketika beliau jauh di negeri orang? Ya, dari pada lama-lama, mari kita ikuti cerita selengkapnya di bawah ini.

cerpen tentang ayah yang jauh
Pesan Singkat Sang Ayah yang Jauh di Negeri Orang
Ayah Guntur adalah seorang pekerja keras, menghidupi anak anaknya demi kesuksesan dimasa depan.

Tidak banyak ia berkata tentang sebuah kiriman kata yang bisa dimengerti, karena pada dasarnya kami masih kecil dan belum mengerti.

Ayah pernah bercerita, belajarlah nak selagi kau bisa, jangan pernah lelah dan malas untuk terus belajar, itu akan menguatkan pikiranmu.

Ku sanggupi segala ucapannya. Dengan keadaanku yang memang sangat rentan terhadap sikap dan tindakan orang lain yang bisa mempengaruhi ku.

Ibu pun berpesan "laksanakan segala perintah ayahmu nak, jangan kau kecewakan dia. Setidaknya kau berikan yang terbaik di sekolahmu."

Dengan lantang aku mengiyakan apa yang sudah menjadi keinginan orang tuaku, tak dapat aku menolak apalagi membantah.

Dua bulan cerita keyakinan itu berlalu, aku masih dengan keseriusan menjalankan dengan sebaik baiknya perintah keduanya.

Ku lewati hari hari dengan penuh bijaksana, rajin belajar, bekerja dan membantu ibu dirumah. Itulah aku anak desa.

Ibu bilang hari ini pak pos mau datang kerumah, aku tak mengerti apa maksud ibu mengatakan pak pos mau datang kerumah.

Ku tunggu waktu itu, tepat jam 11.13 pak pos datang kerumah dan memberi salam ketika akan masuk rumah.

Dikatakannya "maaf ibu ini ada surat dan sejumlah uang dari Malaysia" kemudian ibu menandatangani, dan pak pos itu mengucapkan terima kasih lalu pergi.

Sontak ibu masuk dan langsung membuka kiriman dari ayah. Ayah ternyata mengirimkan uang4,3 juta untuk kami.

Dan tersirat surat dari ayah kepada kami. Begini pesan ayah "nek kau harus rajin belajar agar menjadi orang sukses, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah lelah dan malas untuk belajar apapun, disini ayah berjuang untukmu." Aku langsung menangis. (Gunarto)

Cerita Lina dan Orang Tua yang Kejam

Contoh cerita tentang orang tua yang kejam - namanya Lina Apriana, biasa dipanggil Ana. Dia adalah anak yang rajin, tekun dalam beribadah atau bersekolah. Selain itu anaknya cantik, putih dan bersih. Wajahnya seperti memancarkan cahaya ketenangan.


Banyak anak laki – laki yang mengidolakannya. Dia memiliki tiga saudara, dia adalah anak tiri dari keluarga pak Bagio. Tiga saudaranya bernama Riko, Siti dan Rina. Ketiga saudaranya berasal dari ibu tirinya, hanya dia yang berasal dari bapaknya.

Sekarang usianya sudah menginjak 17 tahun, sedangkan Riko 20 tahun, Siti 15 tahun dan Rina 9 tahun. Awal bapaknya menikah dengan ibu tirinya, ibunya sangat baik dengan Ana termasuk ketiga anak yang dibawa ibunya. Ana juga senang melihat perlakuan ibu tirinya terhadapnya.

Tetapi semua itu berbalik 180 derajat ketika Pak Bagio pergi merantau. Perlakuan ibu tiri dan kedua saudaranya Riko dan Siti sangat berbeda. Mereka seolah – olah menjadikan Ana sebagai pembantu. Hanya Rina yang baik terhadap Ana.

Ibu tirinya sering menyuruh Ana untuk membersihkan halaman, mencuci baju, dan segala urusan yang berkaitan dengan pekerjaan rumah tangga.

Sedangkan ibu tirinya hanya asik menonton tv, tidak berbeda dengan Siti, Siti pun sering menyuruh Ana untuk mencuci bajunya dan menyiapkan makanan pagi. Sedangkan si Riko sering menyuruhnya untuk membersihkan kamarnya.

Tapi Rina anak yang paling kecil, berbeda dengan kedua kakaknya dan ibunya. Rina merasa kasihan kepada Ana, dia terkadang membantu ana untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Hanya Rina yang menjadi penghibur bagi  Ana. Pernah suatu malam, ketika ibu dan kedua saudarinya pergi jalan – jalan keluar rumah. Hanya ada Riko dan Ana dirumah. “ana, buatkan aku kopi” kata Riko, lalu ana membuatkan kopi “ini kopinya kak” kata ana.

Lalu Riko meminta Ana untuk menemaninya melihat tv, Ana pun duduk didekat Riko, lalu tiba – tiba riko mulai memegang tangannya, karena Riko adalah kakaknya dia biasa saja. 

“Kalau dilihat dari dekat kamu cantik juga” kata Riko. Ana hanya terdiam, melihat Ana hanya terdiam Riko pun mulai meraba kebagian yang lain.

Seketika Ana memukul tangan Riko sambil berkata “kakak ini apa – apa sih, aku ini adikmu lo kak”. Lalu Riko menjawab “kamu kan hanya adik tiri ku”.

Melihat tatapan mata Riko yang seperti mau menerkam  Ana pun pergi kekamar. Dia tidak habis pikir, kakaknya mau mencoba melakukan hal yang tidak senonoh terhadapnya.

Ke esokan harinya, Ana meceritakan kejadian semalam kepada ibunya. Ana berharap ibunya mau menegur Riko untuk tidak berbuat seperti itu lagi. Tapi malah sebaliknya ibu tirinya menuduh bahwa Ana lah yang berbohong, dia tidak percaya kalo Riko mau melakukan hal tersebut kepadanya.

Ana mulai semakin sedih, dia tidak tahu harus mengadu kemana lagi, lalu dia lari ke dalam kamar dan hanya bisa menangis. 

Kemudian terdengar ketukan pintu “tok tok tok”, “masuk” kata Ana, lalu masuk lah Rina, “mba kenapa, ko nangis” kata Rina, “mba tidak apa – apa kok dek” kata Ana sambil mengusap air matanya.

“Aku boleh tidur sama mba tidak?” Rina mencoba meminta kepada Ana, jawab ana sambil mengusap kepala Rina “ia boleh dek, Cerita Lina dan Orang Tua yang Kejam”. Kemudian mereka tertidur.

Hari demi hari dilewati oleh Ana, dia mencoba menghadapi itu semua sendirian dengan sabar. Tidak terasa lima tahun dilewati oleh Ana. Ayahnya kini telah tiada, sekarang dia sebatang kara.

Dia juga telah mengandung anak dari Riko. Ibunya tetap saja memperlakukan Ana dengan semena – mena, tidak jauh berbeda dengan ibunya, Siti pun memiliki sifat yang sama dengan ibunya. Hanya Rina yang bisa menghiburnya.

---oOo---

Nonton Wayang Kulit Bersama Ayah

Cerita Singkat tentang Pertunjukan Wayang - Suatu ketika, aku diajak ayah untuk menonton wayang kulit yang cukup dekat tempat tinggal aku. Sekitar 9 km dari rumah. Aku dan ayah aku mengendarai motor untuk berangkat ke sana. Kami berangkat sekitar jam 21: 00 malam.

cerpen tentang wayang

Ternyata sampai di sana belum juga mulai. Karena dingin angin malam, aku jadi terasa lapar lalu kami memutuskan untuk makan mie ayam sambil menunggu pertunjukan wayang kulit dimulai.

Setelah menunggu cukup lama dan pertunjukan wayang kulit juga belum di mulai dan mata aku tida bisa diajak kompromi. Aku sudah setengah tidak sadar benar - benar mengantuk. 

Kami memutuskan untuk pulang, aku jadi tidak enak dengan ayahku karena itu kesenian kesukaan ayahku.

Aku janji untuk besok kalau ada tanggapan wayang lagi aku akan tidur dulu lalu nonton bersama ayah lagi. Ternyata benar - benar ada pertunjukan wayang. 

Tidak berselang lama sekitar satu minggu wayang kulit ada lagi. Tapi ini lebih dekat lagi dengan tempat tinggal aku sekitar 1 km.

Sebelum di mulai pertunjukan wayang kulit itu aku menghidupkan alarm di hp tepat pukil  00:00 wib. Tidur lebih awal agar bisa menemani ayahku untuk nonton wayang kulit itu.

Lagi – lagi, kali ini gagal lagi untuk menonton wayang kulit ini. Aku tidur dan terlalu pulas sampai tidak mendengar alarm di hp berbunyi sampai aku terbangun sudah pagi.

Tapi untungnya ayahku menonton wayang kulit itu tanpa aku. Lantas aku bertanya kepada ayahku , “ayah berangkat sama siapa tadi malam?”, tanyaku
“Sendiri dan jalan kaki”, katanya

Karena mungkin lebih dekat dari yang awal jadi ayah memutuskan untuk berjalan kaki karena dia tidak bisa mengendarai motor.

Kali ini aku cuman bisa mendengarkan cerita dari ayah ku saja tidak bisa ikut menyaksikanya. Semoga untuk yang ketiga kalinya aku bisa menyaksikan pertunjukan wayang kulit bersama ayah ku dan tidak gagal lagi.

Karena setiap kali ada  pertunjukan wayang kulit aku gagal menontonya bersama ayahku. Dan waktu berlalu sudah sikian lama tidak juga ada pertunjukan wayang kulit, ternyata ada lagi setelah sekian lama tidak ada.

Kali ini aku harus bisa menontonya bersama ayahku. Benar saja kali ini aku menontin wayang kulit bersama ayahku karena sudah berapa kali gagal aku tidak ingin kalau kai ini gagal lagi.

Sudah aku persiapkan kali ini, dari yang tidur sudah aku persiapkan kali ini. Tentu saja kali ini aku bisa menontonnya dengan ayahku. 

Walaupun aku tidak atau agak mengerti tentang wayang kulit cerita apa yang didalamnya tapi aku bahagia. Senang  bisa menonton wayang kulit kali ini bersama ayahku.

---oOo---

Maafkan Pelangi, Cerpen Singkat tentang Ayah

Contoh Cerpen Singkat tentang Ayah, Maafkan Pelangi - Kembali lagi dengan sebuah kisah cerpen singkat, kali ini adalah kisah cerpen tentang ayah yang cukup menarik dan menghibur sekali. Ceritanya bagus, dan bukan hanya itu saja. 


Cerita tersebut mengandung pesan moral dan nasehat yang sangat berharga khususnya untuk para orang tua. Seperti apa cerita pendek tersebut? Kalau untuk alur ceritanya tidak usah diceritakan agar tidak kehilangan kejutannya. 

Tapi, untuk gambaran saja, karya berikut dikemas dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Kata dan kalimat yang digunakan begitu lugas, jelas dan mampu menceritakan kejadian dengan sangat jelas.

Membaca karya ini anda tidak akan menemukan banyak kesulitan untuk mengetahui bagaimana makna yang ingin disampaikan oleh penulis. 

Yang menarik, justru dengan penggunaan bahasa yang sederhana tersebut karya ini menjadi begitu unik dan cukup spesial jika dibanding dengan karya lain. Jadi tambah penasaran bukan? 

Ya, tenang, cerita yang satu ini memang dibagikan khusus untuk anda sehingga anda tidak perlu ragu untuk membacanya. Cerita ini bisa melengkapi koleksi cerpen tentang orang tua yang sebelumnya sudah banyak dibagikan. Sekarang lebih baik dibaca langsung kisah selengkapnya di bawah ini.

Maafkan Pelangi, Ayah
Cerpen kasih sayang seorang ibu dan ayah

Di sebuah pinggiran kota kumuh, ada sebuah keluarga yang bisa dikatakan cukup berada. Suatu sore ayah baru saja pulang dari kantor nya, namun betapa terkejutnya dia saat melihat di halaman rumahnya, terpampang mobil mewah yang baru saja dia beli, baret bergambarkan bunga, layaknya di taman.

Kemudian sang ayah pun langsung memanggil pembantunya dan menanyakan siapa yang telah melakukan ini semua. saat itu pula muncul lah seorang anak yang cantik dan lugu bernama Pelangi yang tak lain adalah anaknya sendiri menghampirinya dan memeluknya sambil mengatakan “Ayah, Pelangi tadi yang menggambar bunga di mobil Ayah, agar mobil Ayah terlihat lebih bagus dan indah, bagus kan Yah gambaran Pelangi?”.

Sang ayah pun murka dan langsung saja mengambil sebuah rotan lalu memukul tangan anaknya bolak-balik atas dan bawah. Tidak dapat menahan sakit, sambil menangis, Pelangi pun memohon ampun, “ampun Ayah, kenapa dipukul, apa salah Pelangi?”.

Sang ayah pun terus memukul tangan Pelangi. Memar, berdarah, namun tak seucap kata pun keluar dari mulutnya. Sang ibu pun hanya menonton dari kejauhan seolah setuju atas perlakuan suaminya.

Tak lama kemudian, ayah pun menyuruh pembantunya untuk mengurung Pelangi di gudang. Tak ada pilihan, sang anak pun harus mau menanggung hukuman yang tak ia mengerti itu. 

Di dalam gudang, Pelangi merintih kesakitan sambil bertanya sendiri “sebenarnya apa salahku, apakah membuat mobil baru ayah lebih indah itu salah?, tapi mengapa ayah malah memukul Pelangi?

Sang pembantu merasa kasihan, ia begitu iba dengan anak itu. Pembantu itu langsung berbicara kepada ayah Pelangi bahwa tangan Pelangi luka parah berdarah dan memar. Lalu sang ayah pun hanya menyuruh pembantunya agar memberinya obat merah.
Sudah 3 hari Pelangi di kurung di dalam kamar tanpa diperbolehkan keluar se-detik pun. Tepat di hari keempat pembantu itu pun terkejut melihat Pelangi tertidur dengan wajah sangat pucat, ia meringkuk seperti kucing kehujanan, saat meraba badannya  ternyata Pelangi panas tinggi.

Taku terjadi sesuatu, pembantu itu langsung memberitahu ayah Pelangi. Karena masih marah, dia pun hanya menyuruh pembantu itu untuk membawa Pelangi ke klinik.

Waktu berlalu, sudah seminggu, panas badan Pelangi pun tak kunjung turun, pembantu pun menyarankan tuan nya agar Pelangi dibawa ke rumah sakit, mungkin karena amarah ayahnya sudah mulai reda, Pelangi pun segera dibawa ke sebuah rumah sakit.

Di sana Pelangi diperiksa Dokter dan betapa terkejutnya hati ayah dan ibu Pelangi setelah mendengar ternyata Pelangi terkena infeksi karena luka yang dia derita di kedua tangan nya. Parahnya, Pelangi divonis harus diamputasi.

Sang ayah dan istrinya tertegun tanpa mengeluarkan sepatah kata sedikit pun, mereka langsung menemui Pelangi. Sambil menangis Pelangi pun berucap “Yah, apa sih amputasi itu? Apa karena Ayah masih sangat marah jadi tangan Pelangi harus dipotong? 

Maafkan Pelangi yah, Pelangi janji enggak akan merusak mobil ayah lagi, Pelangi sayang sama Ayah, Pelangi tidak akan nakal lagi tapi Pelangi minta agar tangan Pelangi jangan dipotong Yah. Pelangi masih mau bermain bersama Ayah dan Ibu tolong maafkan Pelangi Yah”.

Ketika mendengar ucapan tersebut, ayah dan ibu Pelangi langsung menangis dan spontan memeluk Pelangi yang terkulai lemas.

Nasi telah menjadi bubur, Pelangi harus di amputasi. Tapi akhirnya, hingga saat itu Pelangi akhirnya karena mendapatkan kasih sayang penuh dari kedua orang tua. Malang, untuk bisa di sayang Pelangi harus kehilangan kedua tangannya.” 

Pelangi janji akan membahagiakan Ayah dan Ibu walaupun Pelangi enggak punya tangan lagi, Pelangi sayang Ayah dan Ibu. Maafkan Pelangi Yah Bu, Pelangi enggak akan nakal lagi”.

--- oOo ---

Dapat satu cerita bagus lagi, ya kalau anda sering berkunjung ke situs ini memang begitu - contoh cerpen singkat ayah. Anda bisa leluasa mencari kisah-kisah menarik yang dihadirkan setiap hari. Dari berbagai karya yang ada anda bisa mencari mana tema yang bagus, menarik dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda.

Jadi cukup mudah bukan untuk mencari cerpen di situs ini. Sudah, sudah, kalau cerita terus kapan membacanya? Silahkan dibaca dulu ya, kalau yang di atas sudah dibaca silahkan baca juga beberapa karya lain di bagian bawah. Mudah-mudahan ada banyak karya cerpen singkat tentang ayah yang bisa anda nikmati. 
Back To Top