Ekonomi memang sudah menjadi urat nadi sebuah Negara. Ekonomi dapat mendorong pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan rakyat suatu Negara. Namun bila ekonomi di bangun dengan tidak seimbang dan hanya menguntungkan segelintir orang, siapakah yang harus di salahkan.
Banyak pihak memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh dengan pesat di tahun tahun mendatang. Kabar ini didapat seiring perbaikan investasi dan kelas menengah yang terus tumbuh.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat di atas 5 persen pertahun. Namun pemerataan dari hasil pertumbuhan itu belum tercapai maksimal.
Kesenjangan ekonomi di Indonesia pun terus meningkat seiring kapitalisasi modal yang dipegang oleh perbankan dan pengusaha pengusaha konglomerat.
Banyak kalangan mempertanyakan keefektifan kebijakan pemerintahan yang sekarang yang di pegang oleh rezim Jokowi JK.
Seperti angka - angka yang dikeluarkan oleh badan pusat statistik yang sangat mencengangkan atas kondisi perekonomian Indonesia secara makro.
Seperti angka - angka yang dikeluarkan oleh badan pusat statistik yang sangat mencengangkan atas kondisi perekonomian Indonesia secara makro.
Badan pusat statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia per Februari 2017 mencapai USD 11,26 miliar atau naik 10,61 persen dibandingkan Februari tahun lalu.
Namun dibandingkan Januari sebelumnya ada penurunan 5,96 persen. Penurunan impor lebih disebabkan oleh sektor non migas yang turun 12,93 persen dari USD 10,14 miliar di januari menjadi USD 8,83 persen.
Sedangkan impor migas alami kenaikan 32,71 persen dari USD 1,83 miliar di Januari menjadi USD 1,43 miliar. Berdasarkan volume juga ada kenaikan 29,9 persen. Demikian yang disampaikan oleh kepala badan pusat statistik pada (15/3/2017)
Data ini menunjukan bahwa Indonesia saat ini hanya memperbesar nilai impor ketimbang nilai ekspor. Jika ini terus terjadi maka Indonesia akan diserbu oleh produk produk asing.
Jika ini terjadi maka akan berimbas pada masyarakat kecil karena kalah saing atas produk produknya. Pemerintah perlu menciptakan keadilan yang merata. (Gunarto)
Tag :
Berita Terkini,
Nasional