Cerpen Cinta Singkat Please Call Me!!

Sebuah cerita pendek singkat lagi, berjudul "Please Call Me!!". Mengisahkan sebuah kesetiaan dari sebuah rasa yang tak pernah pudar. Setia, selalu ada dalam suka dan duka, begitulah yang digambarkan dalam cerita pendek tersebut. 

Cerpen Cinta Singkat Please Call Me!!


Rangkaian cerita yang ada dalam cerpen singkat ini memberikan nasehat bahwa sebaiknya dalam cinta anda memberikan kesetiaan, pengorbanan bagi sang kekasih.

Bercinta adalah berkorban, memberikan kebahagiaan kepada kekasih, itulah yang diajarkan dalam cerita berjudul Please Call Me!! tersebut. 

Cerpen Please Call Me!! ini sederhana, singkat dan bisa dibaca sekali waktu. Menarik, apakah anda ingin membacanya juga?

Biasanya apa yang anda berikan untuk kekasih, pengorbanan, kesetiaan atau apa? Kalau kata pujangga anda harus memberikan segalanya pada kekasih - khususnya kekasih sejati - yang akan melakukan hal yang sama untuk anda!

Please Call Me!!
Cerita oleh Irma

Berulang kali ku katakan, "aku mencintai dirimu sepenuh hati", kau tak perlu ragu! Jangan beri sekat pada jiwa kita, jangan beri jarak rindu kita, datang, datanglah sesuka mu karena aku selalu menanti mu disini. 

Aku terus mengatakan bahwa aku selalu ada untukmu, itu bukan rayuan, aku  memang hanya ada untukmu. Jika ku berkata "silahkan" maka jangan anggap itu buaian.

"Sedang apa kau disana, Dandi, sang jantung hatiku?". Angan ku melayang seketika ketika malam menjelang, siang yang ku habiskan dengannya masih akan berlanjut dengan cumbuan angan dalam mimpi. 

Aku menutup mataku sembari bergumam, "selamat tidur sayang, love you!", sambil tersenyum. Hari ini ku akhiri hari degan senyuman.

Pagi buta Dandi telah berada di depan pintu rumahku. Hari ini kami berencana menghabiskan waktu berwisata ke bukit tinggi sebagai kado terakhir perpisahan kita. 

Bukan untuk berpisah tapi karena Dandi harus bekerja di luar kota untuk dua minggu ke depan. Sedih memang, tapi tak apalah, itu demi kebaikan dia.

"Hai sayang, selamat pagi, bagaimana tidurmu semalam", tanya Dandi dengan lembut
"Sama seperti kemarin, selalu hangat dan nyenyak dalam peluk bayang mu", sambut ku dengan nada manja.

"Sepertinya hari kita akan selalu indah", sambut-nya, "bagaimana, apa kita berangkat sekarang?" tanya nya lebih lanjut.

"Yapz, kita berangkat sekarang, hari ini aku ingin selama mungkin bersama mu. Aku tak mau rindu ini menekan ku sebelum kau pergi", jawabku gusar.

Seperti mengerti kegelisahan ku dia pun mengecup kening ku dan mengatakan hal terindah yang membuat ku damai. 

"Aku akan selalu bersamamu, entah jauh entah dekat, jiwaku kan terus terikat erat pada cintamu". Entahlah, ada sedikit rasa takut, ada sedikit ketidakpercayaan yang aku rasakan kala itu.

Waktu berlalu, berjalan meninggalkanku sendiri dalam rindu, bahkan kini untuk sekedar mendengarkan suara parau Dandi pun aku sulit. 

Seperti ada keengganan pada dirinya untuk menelepon ku. Ku katakan pada nya "datang pada ku kapan pun kau mau, aku selalu ada", "telepon aku, curahkan segala gundah dan gelisah serta lelah mu disana, aku akan setia".
Bila abang rindu please call me
Bila abang pilu please call me
Ingin bertemu please call me
Usah kau ragu please call me
Saat kau gundah please call me
Saat kau bimbang please call me
Saat sendiri please call me
Saat kau happy please call me
"Kenapa kau tak menghubungi ku, apa kau baik-baik saja?" tanyaku terakhir kali saat di menghubungi ku di pagi hari. "Begitu banyak penuh yang ingin ku bagi denganmu, tapi aku takut!, jawabnya pelan.

Tiba-tiba aku terhenyak kaget, aku sadar bahwa kekasihku sedang mengalami banyak hal yang berat. Mungkin karena aku tak di sisinya, atau mungkin karena tak ada orang yang mengurai kepenatan yang dia alami. 

Aku pun langsung menghubunginya, "kapanpun, pagi, siang, malam kau bebas menghubungi ku sayang, aku selalu ada untukmu", itulah yang akhirnya ku katakan padanya. Aku meyakinkannya bahwa aku bersedia menjadi kotak sampah untuk semua duka yang ia rasakan. 

Aku bersedia menjadi obat untuk semua perih yang ia rasakan. Sekali lagi aku katakan padanya, "aku selalu ada untuk mu sayang, please call me if you need me".
Don't worry my heart is the true
Kasihku cintaku sayangku cuma kamu
Engkaulah nafas cintaku
Ku ingin selalu selamanya bersamamu
Aku tahu ini berat, bagiku maupun baginya tapi aku tak ingin kehilangan dia, aku sama sekali tak ingin melihat dia menderita, kesepian, lelah sendiri mengarungi hidup. 

Aku ingin menemaninya sepanjang waktu, ku harap dia benar-benar tahu akan arti sebuah cinta dan pengorbanan ini.

Jangan pernah jauh dari ku, jangan pernah berpaling dari ku, aku berjanji akan menjadi segala yang engkau butuhkan. "Maafkan aku sayang, aku sedikit meragukanmu", ungkapnya suatu hari ketika aku menghubunginya.

Bila abang rindu please call me
Bila abang pilu please call me
Ingin bertemu please call me
Usah kau ragu please call me
Saat kau gundah please call me
Saat kau bimbang please call me
Saat sendiri please call me
Saat kau happy please call me
Don't worry my heart is the true
Kasihku cintaku sayangku cuma kamu
Engkaulah nafas cintaku
Ku ingin selalu selamanya bersamamu
Bila abang rindu please call me
Bila abang pilu please call me
Ingin bertemu please call me
Usah kau ragu please call me
Saat kau gundah please call me
Saat kau bimbang please call me
Saat sendiri please call me
Saat kau happy please call me
Dia adalah orang yang sudah dipilih hatiku, aku tak akan berpaling. Aku menjadi payung atas segala kegelisahan hatinya, aku rela mencintainya dengan tulus. 

Pribadi yang sudah terpilih dengan segala keindahan, Dandi menjadi satu-satunya cinta yang akan menemani sampai akhir hayat ku.

oOo

Setelah membaca cerpen cinta yang singkat di atas jangan lupa baca juga beberapa cerita pendek lainnya di bagian bawah. Masih banyak koleksi terbaru yang bisa dijadikan teman santai kok.

Oh iya, jika anda ingin membaca cerita ini dalam bahasa Inggris anda bisa menerjemahkan cerita tersebut. Semoga cerpen kali ini bisa menjadi sedikit hiburan bagi anda semua.

Cerpen Kesetiaan berjudul Cinta, Kita dan Dunia

Cerpen Kesetiaan berjudul Cinta, Kita dan Dunia - Pagi ini sosok itu kembali menghantui ku. Seorang tokoh cerpen tentang kesetiaan yang belum sempat aku selesaikan. "Cinta, Kita dan Dunia", menjadi satu-satunya kalimat yang pas untuk menggambarkan kisah itu.



Kisah yang lahir dari guratan jari yang menari pelan. Sebuah cerpen cinta singkat yang akan menggambarkan betapa bahagianya sang pecinta.

Di daulat sebagai cerpen singkat menjadi bahan bacaan yang bisa habis dibaca sekali waktu, anda bisa menyelesaikan kisah ini dalam beberapa menit. 

Meski sangat sederhana dan sedikit tak jelas maksud yang sebenarnya namun kalimat dan bahasa yang digunakan banyak menggunakan kata-kata indah nan romantis.

Anda yang selalu berkunjung ke sini harus membaca juga karya cerpen terbaru yang satu ini. Anda bisa menikmatinya sebagai teman sebelum tidur. 

Meski ceritanya sedikit ngawur dengan pesan moral yang entah membaur atau tidak namun nyatanya ini sudah ditunggu. Anda salah satu yang beruntung, membaca kisah romantis tentang kesetiaan yang menginspirasi.

Cinta, Kita dan Dunia
Oleh Irma

Aku berjanji, "Saat kau tertidur ku kan mejagamu, memastikan semua kan baik saja." Itu adalah janji yang tak akan pernah aku ucapkan, tapi aku akan mewujudkannya untukmu. 

Engkau adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup, engkau yang akan menjadi pembangkit dari setiap langkah yang ku jalani.

Saat kau terbangun ku kan disisimu, menyertai di semua jejak kaki, bersama dalam duka dan tawa. Janji kedua ini akan ku persembahkan kepada kau - matahari yang tak kan pernah padam menyinariku dalam mendung sekalipun. 

Yang aku inginkan hanyalah kebahagiaan, kebahagiaan melihatmu bahagia. Hal yang menjadi impian dan dambaan bagi semua yang dimabuk asmara seperti kita, bergumul dalam hangat asmara.

Akan kujadikan kamu, kamulah cinta yang takkan layu dalam hidup. Biar, biar semua menjadi bahagia selamanya. 

Engkau mungkin masih ingat senin itu, hari yang begitu panas campur peluh, kita berhadapan mengadu pandang, terdiam dan akhirnya tertawa. 

Itu adalah saat pertama kita dipertemukan. Aku juga sepertinya, sering bertanya dalam hati, "kenapa kita bisa tertawa bersama?".

Pandangan mata yang tajam menjadi penentu kemenangan kita, diikuti sorot ingin tahu yang jelas tak bisa disembunyikan dari bola mata kita. 

Masing-masing dari kita meneteskan penuh, entah karena gugup atau kepanasan. Engkau memandangi letak seolah ingin menelanjangiku. 

Aku menatapmu dalam, mencoba mencari ruang hampa di hatimu. Tiba-tiba tawa renyah itupun pecah, kita dan dunia tertawa bersama-sama untuk sejenak.

Kisah pertemuan paling aneh dan tentunya mengharukan ternyata bukan hanya mempertemukan kita berdua. Dia juga menumbuhkan cinta dirindangnya hati tak berpenghuni. 

Hati kita akhirnya pasrah dan menyerah dalam cinta, "kita, kitakan bersama, bersama hingga nanti, bahkan nanti hingga akhir dunia", ucapmu pelan saat aku mengecup keningmu.
Peluk erat tubuhku genggam tanganku
Bersama hadapi kita semua
ku tahu takkan mudah
Namun bila bersama, kita kan taklukkan dunia
Kau matahariku
Kamulah cinta yang takkan layu
Percintaan kita begitu indah, sampai-sampai aku tak pernah bisa menilai kekuranganmu, keburukanmu. "Kalau cinta sudah melekat, tahi kucing rasa coklat", seorang teman mengolok kita berdua seolah ingin mengingatkan kita bahwa hubungan kita juga sama tidak sempurna.

Semakin hari rasa ini tumbuh semakin abadi, tapi rasa takut juga tak henti berdiri mendampingi. "Aku tak ingin kehilanganmu kasih", masih ku ingat kala itu kau bisikkan kata itu sambil mengelus pipiku.

"Tidak, kita tidak akan berpisah, kita akan bersama selamanya", jawabku serius, mencoba meyakinkan dan menghilangkan ketakutan yang dia rasakan.

Memang, semakin besar perasaan memiliki maka semakin besar pula rasa takut yang menghinggapi, meski aku terdiam namun aku merasakan betapa kegelisahan ini menggangguku. 

"Aku tidak mau kehilanganmu, sayang, saat ini dan hingga nanti. Untuk cita cinta dan mimpi kita, selamanya kitakan bersama"

Janji itu tertanam di hati kami, ter-patri tak akan pernah berubah sampai kami jatuh di pelaminan itu. Perasaan bahagia sejuta irama, memadukan semua rasa yang ada. Aku menikahi kekasih yang sangat aku cintai, dia menerima aku menjadi nahkoda mengarungi hidup bersama.

oOo

Andai saja ada cerita yang lebih singkat dari cerpen tentang kesetiaan di atas anda akan langsung bisa menikmatinya jika sudah selesai. Masih mau lagi tidak? 

Tentu saja, semua tidak akan berhenti sampai disini, tak akan pernah bosan, akan dibagikan terus cerita-cerita, kisah-kisah yang tentunya mengharukan. Kami berharap anda akan menjadi salah satu yang setia dan beruntung mendapatkan kisah-kisah ini.

Cerpen Kesetiaan, Setia Kita Di ujung Nyawa

Tema kita kali ini adalah Cerpen Singkat tentang Kesetiaan, yaitu sebuah cerita cinta singkat yang berjudul "Setia Kita Di ujung Nyawa". Dari kisah yang ada pada cerita pendek ini anda akan mendapatkan gambaran bagaimana warna-warni sebuah cinta. 

Cerpen Kesetiaan, Setia Kita Di ujung Nyawa

Ada duka, ada nestapa, ada bahagia, ada kegelisahan dan pastinya ada kesetiaan yang dirasakan oleh mereka yang sedang di mabuk cinta. Kita tidak akan membaca cerita dengan alur yang kompleks, cerita ini cukup sederhana dan mudah sekali dicerna.

"Seseorang akan melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk seorang kekasih yang dimiliki", begitulah, sebuah perasaan yang bisa mendasari berbagai perilaku yang mengagumkan. 

"Cinta", akan memberikan kekuatan bagi kita untuk memaafkan, untuk mengalah dan melupakan segala kesalahan.

Pasangan kita melakukan kesalahan, wajar, sebagai kekasih kita sering memaafkan banyak kesalahannya. Melupakan rasa sakit yang pernah dialami, tak apa karena kita pun sering secara tak sadar membuatnya menangis.

Ada banyak petuah yang bisa kita jadikan bahan renungan dari cerita cinta tersebut. Selain itu tentu hiburan akan kita dapatkan dengan membaca cerita dan mengikuti alur cerita yang diberikan. 

Aspek-aspek seperti unsur ekstrinsik dan intrinsik cerpen bisa kita abaikan terlebih dahulu saat sedang membacanya. Kapan lagi coba kita bisa mendapatkan bacaan gratis yang menghibur?

Setia Kita Di ujung Nyawa
Cerpen oleh Irma

Jangan pernah anggap ia gila, tidak, yang ia rasakan adalah perasaan cinta yang begitu besar untuk kekasihnya. Apa yang dibayangkan tidak mungkin dilakukan oleh seseorang bisa dia lakukan, bukan dengan mudah tapi dengan perasaan ikhlas dari hatinya. 

Mendapatkan sebuah cinta menjadi sebuah kekuatan besar yang ia rasakan, kekuatan untuk memberi, kekuatan untuk mengerti dan bahkan kekuatan untuk memaafkan kesalahan yang terjadi. 

Tua dimakan waktu, rasa cinta yang ia rasakan tumbuh bukan tanpa dasar. Semua itu mekar dengan semaian cinta suci yang seseorang tanamkan di hatinya. 

"Aku akan selalu menjadi cinta abadi bagimu", itulah satu dari sekian banyak kalimat indah yang dia ucapkan untuk Eka, seorang wanita yang kini menjadi istrinya yang sah. Perjalanan cinta mereka bukan tanpa aral, kerap kali mereka harus menguras air mata untuk tetap bertahan. 

Joe dengan karakter keras mampu membawa kekasihnya itu ke arah hidup yang lebih jelas. Hidup yang sesuai dengan tuntunan dan norma yang mereka pegang. Pernah, sekali waktu terjadi pertengkaran hebat saat mereka pacaran. 

"Jangan sampai aku menghancurkan perasaan cinta ini hanya karena keegoisan kita, aku tak mau itu terjadi", ucap Joe.

"Tak mungkin aku mengatasnamakan cinta jika memang adanya membuatku perih", teriak Eka

Sebuah pertengkaran hebat yang sebenarnya bukan karena masalah besar atau masalah prinsip. "Rasa memiliki yang begitu dalam ternyata membahayakan, apalagi untuk pasangan yang belum resmi", ucap Joe lirih mencoba meredakan emosi diantara mereka.

Itu merupakan satu babak baru dimana saat itu mereka belajar satu hal yang membuat mereka lebih dewasa, yaitu rasa percaya. Karena perasaan cinta yang tulus atau karena apa tidak begitu jelas, yang pasti mereka melalui hari berat itu dengan berlinang air mata, berpelukan.

Perasaan memiliki ternyata memberikan kekuatan untuk mendobrak apalagi tidak diiringi dengan kesadaran akan status. 

Eka menuntut sesuatu yang diluar batas kewajiban, lelakinya harus menjadi figur suami yang belum menjadi suami. Seperti sadar atas apa yang ditakutkan dan apa yang diharapkan sang kekasih, Joe, dengan perasaan yang tak menentu memberanikan diri merubah komitmen.

"Aku benar-benar mencintaimu, dan aku tak ingin pertengkaran itu membinasakan rasa, maukah engkau menikah denganku?"

Seorang wanita yang bisa dipastikan belum tahu bagaimana beratnya hidup, bagaimana agungnya pernikahan tampak tertegun mendengar perkataan kekasihnya itu. 

Ada sekelebat rasa bahagia yang terlihat saat dia mendengar permintaan Joe padanya. Hari itu dia dilamar, tapi hanya diam, membisu bak batu.

"Aku tak bisa menidakkan rasa cinta. Meski ku tak bisa, melupakan salahmu resah hatiku. Maafkan diriku melukai dirimu. Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk, jelas aku tak ingin sekalipun kehilanganmu!"

Dengan menatap dua bola mata kekasihnya berkaca, Joe mengucapkan kata-kata itu, lirih tapi sangat terdengar jelas di telinga. 

Seperti tak ingin kehilangan kekasihnya, Eka bangkit dan memeluk kekasihnya yang sebentar lagi akan menangis. "Cinta jangan engkau pergi jauh dari diriku lagi. Sesungguhnya cinta kita, setia kita di ujung nyawa, kita tak kan pernah terpisah".

Damai, damai rasanya mendengar kata-kata manis itu. Mereka terlena, terbuai dengan angan, kasmaran. Begitulah, bila tersadar betapa tulus cintamu, biar apa pun yang menghalanginya, takkan pernah bisa.. lari dari cinta yang tertanam di hati. 

Tuhan tolonglah aku
Satukan aku dan dirinya selamanyaMaafkan diriku melukai dirimu
Cinta ku tetap di sini
Takkkan pernah jauh darimu

Dari bibir mereka yang bergetar terpanjatlah doa, doa dari insan lugu yang sedang dimabuk asmara. Mereka benar-benar tak terpisahkan, dengan apapun, bagaimanapun.

"Aku tak mau ada dosa dengan menyakiti mu, aku tak mau ada luka karena cintaku. Ada yang salah, jujur, tapi aku telah memaafkanmu"

Itu bukan hanya satu-satunya cobaan yang harus dihadapi. Suatu ketika, saat komitmen telah dijatuhkan, kesetiaan pun di uji. Hampir terlena, Eka ternyata mulai menyemai rasa untuk Andi, seorang lelaki yang sebenarnya adalah adik keponakan dari Joe. 

Meski sebenarnya menyadari namun jelas sekali Eka terbuai, terlena dengan manisnya rasa semu. Ia bahkan sudah mulai terlihat tak cinta dengan Joe, atau mungkin dia hanya tersesat. Maklum, semenjak deklarasi pertunangan mereka Joe lebih sibuk bekerja, mungkin untuk persiapan pernikahan atau apalah, tidak begitu jelas.

Suatu malam, saat Andi sedang berada di rumah Joe, Eka menelponnya, saat itu pun sayup-sayup Joe mendengar percakapan mereka. Seperti sudah terikat batin, ia sepertinya mengenal suara wanita di ujung telepon. 

Tak mau gegabah, setelah Andi selesai menelpon Joe meminjam ponsel miliknya, berdalih ingin bermain musik. Tanpa diketahui Andi dia melihat nomor masuk yang baru saja menelpon Andi. "Sweetie", itulah tulisan dinomor kontak HP yang dimiliki Andi. Setelah melihat nomornya Joe memastikan bahwa wanita yang baru saja menelpon Andi tersebut adalah tunangannya.

Jelas saja hal ini begitu memukul perasaannya, yang dia ingat adalah tunangannyalah yang tadi menelepon Andi. 

Gejolak pun muncul, tak ayal, perasaan tenang kini berubah. Tapi memang Joe bukanlah tipe orang yang ceroboh atau bodoh. Dia mencari cara, mencari celah untuk memperjelas masalah tersebut dan mengatasinya.

Dengan perasaan hati yang campur aduk dia tak dapat menunggu lama lagi, saat itu juga dia langsung menuju kediaman tunangannya. Tak butuh waktu lama karena mereka memang tinggal di satu desa, Joe sudah sampai di rumah Eka.

Pintu rumah diketuk, seorang lelaki paruh baya yang membukakan pintu.

"Pak... ", sapa Joe dengan nada sopan
"Iya nak, dari rumah aja?", tanya lelaki tua itu yang tak lain adalah ayah Eka

Tak lama berselang Eka pun keluar, seperti sudah menyadari apa yang akan terjadi Eka duduk disamping Joe dengan malas dan tak bersemangat.

Malam itu, kejadian yang mendebarkan pun terjadi. Dengan desakan akhirnya Eka mengakui bahwa akhir-akhir ini dia memang dekat dengan Andi keponakan Joe. 

Saat itu dia mengatakan bahwa Joe telah berubah, tak lagi peduli dengannya dan hanya mementingkan pekerjaan. Tahu hal itu salah Joe tak bisa mengelak, dia juga mengakui kalau memang akhir-akhir ini dia sedikit melupakan tunangannya tersebut.

"Maafkan aku, terlalu sibuk menyiapkan hari pernikahan kita aku sampai melupakanmu, membiarkanmu sampai seperti ini", ucap Joe sambil memegang erat jermari tangan Eka.

Eka tertunduk, mendapatkan perlakuan yang sangat mengagumkan tersebut dia pun tak berdaya. Seperti tak sadar, ia pun meneteskan air mata sembari bersujud di kaki Joe untuk memohon maaf.

Benar-benar sesuatu yang diluar dugaan. Mereka benar-benar belajar banyak hal, mereka mendewasakan pikiran dan perasaan masing-masing dengan sifat yang bijaksana.

Dari situlah kepercayaan di bangun, kini usia perkawinan mereka sudah 5 tahun dengan dua orang anak. Mereka hidup bahagia, mengikrarkan janji untuk saling setia. "Setia kita sampai ujung nyawa", ucap mereka saat merayakan hari pernikahannya yang ke 5, lima tahun.

oOo

Apa yang bisa kita pelajari dari cerita berjudul "Setia Kita Di ujung Nyawa" tersebut, tentu banyak. Mudah-mudahan selain menjadi bahan hiburan, cerita di atas bisa menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita semua dalam melangkah dan berlaku bijak. 

Memaafkan bukanlah perkara yang mudah tapi memaafkan merupakan sifat terpuji yang akan memberikan kedamaian di hati. Ikhlas adalah salah satu cara terbaik untuk bisa memaafkan. Mulai dari kita sendiri.
Back To Top