Kekasih Butuh Perhatian, Bukan Tablet

Contohcerita.com: Kisah Seorang Kekasih yang Butuh Perhatian, Bukan Tablet - cerpen tentang kekasih yang butuh perhatian dan bukan tablet ini masuk kategori cerpen teknologi. Seperti apa ceritanya tentu saja seru dan unik karena belum banyak yang mengangkat tema ini menjadi karya cerita pendek. Dari pada kebawa mimpi, yuk kita baca saja cerita selengkapnya.

cerpen tentang tablet
Kisah Seorang Kekasih yang Butuh Perhatian dan Bukan Tablet

Matanya selalu bersinar terang kala memandangiku, bibirnya ingin berbicara namun tak dapat aku memancingnya.

Goretan wajahnya seperti ingin menunjukan rasa yang begitu terpendam, dan sudah mengumpul seperti ingin meledak.

Merah seperti penuh dendam, seram seperti film Susana yang begitu menakjubkan orang karena karakternya.

Aku tak mungkin memancingnya untuk bercerita, aku diamkan saja, jika ia mau mungkin ia akan bercerita sesuka hati.

Masih ku mainkan jari jari ini kesana kemari, keatas dan kebawah, kekanan dan kekiri. Oh dewa betapa riang hati ini.

Masih kusaksikan matanya sambil menyaksikan gerak gerik yang aku lakukan. Seperti singa ia memandangiku ingin menerkam.

Ku biarkan saja agar ia mau bercerita. Dalam hatiku apa masalahmu memandangiku sampai sampai seperti itu.

Apa aku punya salah dengan bendak kotak berlayar yang ku mainkan ini. Apa aku salah dengan hak ku sendiri.

Dalam hatiku tadi selalu terngiang ngiang mengapa ia memandangiku seperti itu, aku ingin beranjak tapi aku takut.

Dua jam sudah aku duduk dan hanya minum kopi panas segelas. Masih ku pikirkan sebenarnya apa yang ia ingin katakana.

Tiba tiba terdengarlah ia bicara " Kevin aku sudah tidak kuat dengan segala tingkah lakumu kepadaku, aku ingin kita putus, aku bukan bangku yang hanya bisa kau duduki, aku bukan tanaman yang hanya bisa kau lihati."

Ku jawab mengapa kau katakana seperti itu dinda, apa salahku, bukankah kita sudah berpacaran lama dan tak ada masalah apa apa.

Dia meneruskan " kamu tanyakan saja pada tabletmu itu, mengapa aku bisa bicara seperti ini sedang kita sudah pacaran lama. Aku termenung, lalu ia meninggalkan bangkunya. (Gunarto)

Contoh Cerpen tentang Iseng Buka Jasa Sewa Kamera

Contohcerita.com: Iseng Buka Jasa Sewa Kamera - cerpen tentang bisnis atau usaha ini cukup unik dan bisa dikatakan masih sangat jarang ditemui. Tema cerita mengangkat masalah wirausaha, usaha atau bisnis seseorang yang berawal dari ketidaksengajaan. Iseng membuka jasa sewa kamera, kira-kira ceritanya seperti apa ya?

cerpen tentang wirausaha bisnis kamera
Cerita Pengalaman Punya Kamera Sering Dipinjam,
 Akhirnya Iseng Buka Jasa Sewa Kamera

Dua tahun sudah Alfin dan bersamaku membuka sebuah usaha yang begitu maju pesat yang tak pernah ku duga duga.

Pikiran ini semakin berambisi bagaimana menaklukkan pasar dengan pasar dan keringat sendiri tanpa bantuan orang lain.

Namun aku harus sadar, usaha ini tak akan pernah se-maju ini jika aku dan Alfin tak sadar akan peluang yang ada di depan mata.

Sejenak aku merefleksikan perkembangan usaha ku ini dua tahun yang lalu. Aku dan Alfin anak yang suka berpetualang.

Dari kegiatan petualanganku itu aku selalu membawa kamera untuk memfoto setiap objek yang menarik.

Sudah 4000 lebih koleksi foto yang kami miliki. Foto sebanyak itu belum mendatangkan keuntungan untuk kami berdua.

Suatu ketika temanku Rendi berkunjung ke rumahku. Ia melihat begitu banyak foto foto tertempel di dinding kamarku.

Dia sangat menyukai objek objek yang telah kami berdua foto. Sering mengobrol akhirnya Rendi meminjam kameraku karena dianggapnya sangat bagus.

Aku sendiri meminjamkan kamera itu, karena ku pikir Rendi akan menjaga dan menggunakan kameraku dengan baik, apalagi dia juga sahabat karibku.

Tanpa kusangka Rendi mengatakan kepada teman - temannya yang juga banyak bergelut dengan dunia jurnalistik dan travelling.

Orang orang semakin banyak berkunjung ke rumahku dan memberi saran kami untuk membuka peluang usaha penyewaan kamera.

Akhirnya aku dan Alfi memutuskan untuk berbicara kepada orang tua. Kami mengatakan perlu modal untuk mengembangkan usaha rental kamera.

Orang tua kami akhirnya merestui keyakinan kami. Waktu itu modal terkumpul 50 juta untuk membeli kamera.

Akhirnya selang beberapa bulan usaha kami maju pesat. Dan kami sangat beruntung bisa membuat usaha sebesar sekarang. (Gunarto)

Laptop dan Tablet, Dua Benda yang Tak Pernah Ku Tinggalkan

Contohcerita.com: Laptop dan Tablet, Dua Benda yang Tak Pernah Ku Tinggalkan - dari cerita ini kita akan tahu bagaimana laptop dan tablet bisa menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Bahkan dua benda tersebut merupakan benda yang tak pernah di tinggalkan. Bagaimana kisahnya, simak berikut!

Gadis Laptop dan Tablet
Laptop dan Tablet, Dua Benda yang Tak Pernah Ku Tinggalkan

Di jaman modern sekarang ini memang manusia tidak bisa dilepaskan dari teknologi informasi yang terus berkembang.

Teknologi telah mengisolasi manusia dari dunia luar yang begitu luas namun tak pernah terpikir untuk mengunjunginya.

Hanya dalam genggaman, manusia saat ini bisa melihat dunia yang begitu luas, hanya dengan genggaman manusia bisa mengetahui aktivitas manusia yang lain.

Memang seharusnya teknologi berkembang, namun jika tidak dimanfaatkan secara bijak itu akan sangat menghambat kehidupan kita.

Termasuk yang kualami sekarang ini, kemana pun aku pergi aku tidak bisa lepas dari yang namanya laptop dan tablet.

Ketika aku pergi ke restaurant aku selalu membawanya untuk mendapatkan informasi - informasi penting yang aku inginkan.

Di restaurant menyediakan akses internet gratis yang biasanya banyak dimanfaatkan oleh anak anak muda untuk membuat atau mencari informasi.

Mungkin memang terlalu sering aku membawa laptop dan tablet ku kemana pun aku pergi. Namun itulah pekerjaanku.

Laptop membuatku jauh dari teman temanku, kebiasaan dan pekerjaanku sebagai bloger membuat aku harus terus menulis dan mencari informasi.

Akibatnya membuat diri ini semakin tertutup dari orang lain. Aku sadar akan kondisiku saat ini memang tak seharusnya seperti ini.

Namun bagiku ini adalah tanggung jawab pekerjaanku yang harus terus aku lakukan dan terus lakukan demi pekerjaanku.

Pekerjaan ini memang menyiksa dan terkadang memang mengharuskan aku untuk terus bekerja demi kelangsungan kehidupan. (Gunarto)

Cerita Pemblokiran Whatsapp di Tionghoa

Cerita Pemblokiran Whatsapp di Tionghoa - Whatsapp, siapa yang tak kenal dengan aplikasi yang satu ini. Lalu, ada informasi atau ada cerita apa sih yang berkaitan dengan dunia teknologi yang satu ini? Apa kira-kira seru?


Kembali lagi dengan cerita terbaru dan unik yang akan kami saksikan berikut ini, kali cerita datang dari negeri tirai bambu.

Ceritanya menarik. China saat ini memang tengah berlomba-lomba memperbarui sistem cyber-nya untuk lebih mudah memantau sekaligus mengawasi aktivitas dunia maya dari warga negaranya.

Karena Whatsapp sendiri telah diblokir oleh pemerintah China. Setelah pemblokiran sendiri masyarakat mengaku tidak bisa mengirim foto, video dan juga teks.

Kalo di negeri kita si masyarakatnya masih sangat konsisten menggunakan aplikasi Whatsapp ya gaes, itu terlihat dari anak muda, orang tua, dan anak-anak yang rata-rata ponselnya telah tersedia aplikasi Whatsapp .

Aplikasi Whatsapp  sendiri memang tergolong sebagai aplikasi yang mudah digunakan, serta fiturnya cukup membantu dalam kegiatan sehari-hari.

Sehingga wajar saja bila banyak dari masyarakat kita yang terkadang lebih memilih Whatsapp dari pada BBM sebagai aplikasi pilihan untuk berkomunikasi dengan gadged.

Whatsapp di satu sisi memberikan kemudahan dan manfaat yang cukup besar, tetapi di sisi lain tentu kita harus sadar bahwa Whatsapp adalah produk asing.

Sampai kapan kita akan ketergantungan memakai produk asing..? Ya, hanya kawan-kawan akademisi yang mampu menjawabnya. (Arif Purwanto)

Cerita Nama Jalan Dewi Sartika

Cerita Berubahnya Nama Jalan Dewi Sartika - beberapa waktu lalu ada kabar seputar kesalahan dalam mencantumkan nama jalan. Sekilas terdengar lucu tetapi menurut kabar hal itu serius. Bayangkan, nama jalan Dwi Sartika tertulis menjadi Dewi Persik yang merupakan artis.

Foto: Ilustrasi Jalan

Bagaimana perasaan kalian bila melihat jalan Dewi Sartika diganti dengan Dewi Persik? Sebagian dari kalian tentu ada yang merasa miris ya, tetapi di sisi lain ada sebagian dari kalian yang mungkin juga bahagia.

Karena ini merupakan kelucuan yang membawa kerugian bagi banyak orang khususnya pengguna peta online.

Ya, ada kabar berita bahwa pada 5 Agustus kemarin dinaskominfo Bekasi menerima laporan bahwa di dalam peta online nama jalan Dewi Sartika berubah menjadi Dewi Persik.

Pihak dinaskominfo langsung memberitahukan ini kepada kominfo dan google untuk ditindak lanjuti.

Ya memang kejadian ini tentu sangat merugikan terutama bagi mereka tukang ojek, kurir dan pengendara motor lain yang mengandalkan peta online untuk solusi penunjuk jalan.

Kalau penunjuk jalannya saja tidak akurat lalu bagaimana nanti nasib para pengendara yang biasa menggunakan peta online.

Mudah-mudahan ya masalah ini bisa cepat-cepat diselesaikan karena selesai merugikan tindakan ini juga sudah termasuk melanggar perda.

Karena pemberian nama jalan sendiri sejatinya sudah diatur oleh perda, sehingga tidak bisa sembarangan untuk menggantinya.
Back To Top