Mendidik Supaya Bangkit Kembal (Cerita Opini)

Contohcerita.com - Pendidikan kaum muda menjadi isu sentral permasalahan perkembangan suatu Negara. Sektor yang sangat sensitif dalam kemajuan sebuah bangsa.

Ilustrasi: Mendidik Supaya Bangkit Kembal (Cerita Opini)

Globalisasi yang begitu cepat memaksa kaum muda untuk menghirup virus virus globalisasi yang sangat beracun dalam tataran perkembangan psikologi.

Banyak kaum muda yang terjebak pada abu globalisasi yang tentunya akan membuat kondisi mereka melemah.

Pemerintah tak mampu menanggulangi dan hanya mengusahakan cara - cara preventif dalam mencegah virus virus itu masuk kedalam negeri.

Media sosial seolah tak mampu menampung lagi aspirasi generasi muda yang sangat consern mengungkapkan pendapat dan aspirasi mereka.

Hal yang perlu dilakukan adalah merekonstruksi sistem pendidikan negeri kita yang sudah carut marut.

Dalam hal pendidikan Negara kita tidak ada konsistensi satu sistem yang dapat membangkitkan potensi generasi muda seluruhnya.

Di lain sisi bonus demografi kita menuntut secara cepat agar pemerintah menyediakan berbagai sarana yang mendukung keberlangsungan.

Tidak ada jalan lain selain memperbaiki dan terus memperbaiki secara konsisten sistem pendidikan nasional.

Agar kedepan nasib generasi muda tidak kembali pada jurang imperialisme yang sangat menyengsarakan di era globalisasi.

Jika pemerintah gagal maka yang akan terjadi adalah merosotnya moral generasi muda dan kemajuan Negara yang tidak akan tercapai.

Konsepsi pendidikan kita sebenarnya sudah dipikirkan dan dimatangkan oleh para founding father kita, namun tak dimanfaatkan secara maksimal.

Malahan konsep konsep itu diadopsi oleh Negara lain, yang akhirnya Negara lain yang maju, kita masih berkutat pada pencarian sistem yang baik untuk mendidik supaya bangkit kembali. (Gunarto)

Belajar Berjuang Bersama Kaum Tani (Cerita Opini)

Contohcerita.com - Pertanian menjadi sebuah harapan mata pencaharian bagi sebagian masyarakat Indonesia. Tidak terkecuali kaum muda yang menginginkan perubahan yang mendasar dibidang pertanian.

Ilustrasi: Belajar Berjuang Bersama Kaum Tani (Cerita Opini)

Pertanian negeri kita Indonesia masih tergantung pada musim, yang tentunya sangat mempengaruhi ketahanan pangan nasional.

Perlu pembenahan di segala sektor bidang pertanian. Pengairan misalnya, sub sektor ini mempunyai peranan yang sangat besar dalam menjaga ketahanan pangan disamping iklim dan cuaca.

Perlunya mengusahakan sistem pengairan yang tepat dan terpadu diharapkan dapat meningkatkan semua hasil komoditas pertanian.

Pengairan menjadi kunci penting peningkatan hasil panen karena keterjangkauan sarana dan prasarana lain yang belum terpenuhi dalam konteks pertanian konvensional.

Pertanian konvensional di pedesaan terutama membutuhkan pengairan yang bagus dan berkualitas, karena pada dasarnya teknik pertanian kita masih sangat sederhana.

Selanjutnya yang perlu dimaksimalkan adalah tentang penyediaan bibit yang unggul untuk petani petani kita di pedesaan.

Dahulu pemerintah banyak mengeluarkan bibit bibit unggul untuk mendukung sector pertanian, namun sekarang hal itu malah sebaliknya di monopoli oleh korporasi.

Pemerintah tidak mampu mengintervensi penyediaan bibit yang berkualitas untuk petani karena berbagai kepentingan elit yang saling tumpang tindih.

Pupuk juga menjadi kendala petani kita. Distribusi pupuk yang kurang merata dan monopoli oknum oknum yang tidak bertanggung jawab telah menyebabkan kelangkaan pupuk.

Dalam hal ini pemerintah sebagai penyedia, regulator dan distributor seharusnya dapat menjamin distribusi pupuk ke semua daerah terpencil di Indonesia.

Namun yang terjadi saat ini malah pemerintah kalah dengan para kartel - kartel penimbun pupuk yang sangat merugikan pertanian dan petani pada khususnya.

Intinya ada tiga masalah pokok pertanian kita di tingkat akar rumput yang harus pemerintah selesaikan yaitu tentang masalah irigasi/pengairan, penyediaan bibit dan pupuk. (Gunarto)

Efisiensi Kinerja Otak Kita versi Tan Malaka (Cerita Opini)

Contohcerita.com - Otak merupakan organ tubuh yang sangat penting dan paling berpengaruh dalam kehidupan manusia. Bahkan ketika anda lihat di jalanan berkeliaran manusia, otak mereka dilindungi oleh Negara.
Ilustrasi: Efisiensi Kinerja Otak Kita versi Tan Malaka (Cerita Opini)

Namun terkadang manusia lupa menjaga bagaimana memaksimalkan fungsi otak, bagaimana memaksimalkan daya pikir otak untuk kemaslahatan dirinya, orang lain dan Negara.

Pernahkah anda berpikir bahwa otak kita hanya maksimal digunakan sekitar 20 persen dari potensi yang diberikan oleh tuhan kepada kita.

Banyak hal yang mempengaruhi kinerja otak untuk berpikir, salah satunya adalah kurangnya pendidikan dikalangan rakyat Negara kita.

Mengapa saya bilang kurangnya pendidikan, itu karena memang di tingkat tataran bawah masyarakat kita pendidikan sangat mempengaruhi pola pikir yang pada akhirnya mempengaruhi kegiatan ekonomi.

Tan Malaka pernah berkata bahwa maksimalisasi otak orang Indonesia pada zaman dulu sampai sekarang masih tergantung pada pola pikir mistikus.

Artinya masyarakat kita masih tergantung pada budaya mistikus semisal mitos - mitos, kepercayaan leluhur dan animisme, dinamisme.

Itulah yang sangat mempengaruhi pola pikir orang orang di tingkat bawah kita. Memang orang ketimuran karena iklim dan cuaca membuat akal dan budi mereka berbeda dengan orang barat.

Orang barat mengalami perkembangan yang luar biasa dibidang kebutuhan lahir dan jasmani mereka, sedang orang Indonesia masih berkutat pada perkembangan batin.

Maksud dari perkembangan lahir adalah meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus menerus.

Sedangkan Indonesia masih terjebak pada logika mistikus yang anehnya dicampurkan kedalam ajaran ajaran agama.

Ini tentu sangat berpengaruh pada pola pikir perkembangan logika dan rasional dalam berpikir orang Indonesia. Tan Malaka mengkritik keras sistem pendidikan pesantren saat itu yang sangat kolot dan konvensional. (Gunarto)
Back To Top